Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memilih Toko Sembako Sendiri atau Toko Kelontong AlfaMart (2016)

Kemaren, Afrid nyoba Jalan-Jalan Mengintari Kota Palangkaraya. Nyoba ngeliat Bisnis Apa yg Lagi Ngetrend di Palangkaraya. Pada Tahun 2016 ini. Memang. Pada Beberapa Hari yg Lalu. Saya dan Ibu Saya. Pernah Kepikiran untuk memulai Usaha Bisnis “Toko Kelontong”.

Saya Bersyukur, Keluarga Kami Telah Memiliki Tanah yg Strategis untuk Berjualan dan Kami juga saat ini sedang Berniat membuka Usaha Toko Kelontong atau Sembako. Tapi, Yang Menjadi Masalah dalam Benak saya adalah memilih antara Toko-Sembako Milik Sendiri VS Toko-Kelontong Waralaba.


Di Palangkaraya Pertumbuhan Toko Kelontong Mini Market Waralaba Meningkat Pesat

Ketika Saya Mengamati Bisnis UKM di Area Palangkaraya. Tempat Tinggal saya. Saya Menemukan Bahwa Bisnis Makanan dan Minuman (Mamin) adalah yg Paling Banyak di Pilih oleh Masyrakat Palangkaraya.

Bisnis Makanan & Minuman Tersebut. Entah yg Memiliki Tempat Usaha dengan Gedung yg Besar. Atau yg Berjualan Buah-Buahan dan Sayuran menggunakan Mobil Pickup yg Parkir di Tepi Jalan, atau Orang Pakai Gerobak jualan Kue, Rumah Makan Padang, Tempat Café Minuman, Jual Ayam Goreng, Jual Es Kelapa di Pinggir Jalan, Jual Martabak, Tempat Makan Restoran, Bakso, Sup Ayam, Ikan Bakar, Katering, dll. Sangat Mendominasi Banget.


Setelah Bisnis Makanan & Minuman. Bisnis yg Lainnya adalah Bengkel Mobil & Motor, Salon Potong Rambut, Waralaba Laundry, Toko Meubel Kursi Meja, Toko Jasa Pemasangan Horden, Toko Bangunan, Hotel, Toko Electronic, Apotek, Toko Jual Pulsa Akses Internet, dan yg Terakhir adalah Toko-Sembako. Baik itu yg milik Pribadi atau milik Waralaba.

Kebanyakan ya. hanya ini aja sih Bisnis yg Mendominasi di Palangkaraya. Jika saya Perhatiin. Malah Toko-Kelontong Mini Market akhir-akhir ini di Palangkaraya. Tumbuh Bak Jamur.

Di Palangkaraya : Alfamart dan Foodmart Menjadi Raja
Berdasarkan Analisa saya di Palangkaraya. Toko Alfamart dan Foodmart ternyata sangat merajai. Saya sendiri ngga tahu mengapa bisa kayak gini. Sepertinya Kenyaman, Kebersihan, Kemudahan Belanja, Dekat dengan Rumah, Kefleksibelan Harga, Branding dan Kedekatan Emosional. Membuat Semakin banyak Orang di Palangkaraya Senang Berbelanja di Alfamart dan Foodmart.

Ada Banyak Barang yg di Jual. Mulai dari Susu Bayi, Telur, Gunting Kuku, Mainan Mobil-Mobilan Anak Kecil, Kopi, Gula, Beras, Ice Cream Connelo, Sayur Jamur Kemasan, Sosis Sapi, Ayam Nugget Goreng, Senter, Popok, Sampo, Sabun, Sikat Gigi, Rokok, Minyak Goreng, Aqua, Pulsa, Kecap, Mie, Madu Asli, dll

Oh ya, Kemaren saya sempat berpikir. Apakah pengen saya juga bikin Toko Sembako milik Saya Sendiri atau Pakai Alfamart / Foodmart yg merupakan Mini Market Waralaba.

Saya lihat di Palangkaraya. Banyak orang yg saat ini jarang lagi berbelanja ke Toko Kelontong/Sembako milik orang-orang Pribadi. Sekarang makin senang orang belanja ke Alfamart atau Foodmart.

Teman saya yg mendirikan Toko Kelontong milik Sendiri aja udah Tutup. Beberapa Tetangga saya juga saya perhatiin dulu Toko Kelontongnya ramai di serbu pembeli. Tetapi setelah muncul Foodmart di samping tempat tinggal. Semua orang semakin berbondong-bondong belanja di Foodmart aja.

Banyak sekarang, Toko-Toko Sembako/Kelontong milik Pribadi Perorangan. Sekarang Makin Mengecil. 



Bahkan Barang dagangan yg mereka jual semakin menyusut. Walaupun masih ada yg Bertahan, Tapi sudah semakin tersisa sedikit. Tapi anehnya, Alfamart dan Foodmart makin menjamur di Palangkaraya.

Artikel Lainnya :

Kesimpulan

Setelah saya Simpulkan. Jika Kita Memulai Usaha dengan Mendirikan Toko-Waralaba Minimarket. Entah itu Alfamart atau Foodmart. Memang memiliki Keunggulan.

Contohnya Seperti Semua Sarana Prasarana, Rak, Software retail, Komputer, Persediaan Barang, Transportasi, Seragam Kasir, Penetapan Harga, Royalti, Desain Ruko, Lampu, AC, Pemeliharaan Ruko, dll Semua di Atur oleh System Alfamart/Foodmart.

Jadi, Anda ngga usah repot-repot lagi…

Hanya aja dia punya kelemahan ya. Yaitu Mensyratkan Anda Telah memiliki Tanah & Bangunan yg Strategis. (Jadi Bukan Gedung Sewa). Modal Usaha Waralaba juga Cukup Besar. Hingga Rp 450.000.000 Juta. GBU