Saham perusahaan Israel Nextvision produsen kamera elektro optik untuk drone kamikaze bunuh diri naik 405% hanya dalam waktu 1 tahun sepanjang 2025 ( 2026 )
Sepanjang tahun 2025 hingga memasuki awal 2026. Melalui laporan kapitalisasi akhir tahun di TASE atau di Companiesmarketcap, banyak mata investor melihat dan tertuju ke Nextvision. Mengingat pertumbuhan nilai saham meroket hingga mencapai 405% hanya dalam kurun waktu 1 tahun.
NextVision adalah perusahaan teknologi asal Israel yang memproduksi kamera mini elektro optik untuk penggunaan militer dan sipil. Di militer dapat digunakan untuk mengumpulkan intelijen dan diinstal pada drone kamikaze bunuh diri.
Pada tahun 2026. Nextvision sudah menciptakan 17 jenis produk kamera elektro optik berbeda beda.
Performa Saham Nextvision.
Jika kembali ke 1 tahun belakangan. Maka pertumbuhan 405% ini memberikan imbal hasil keuntungan capital gain yang masif bagi para investornya.
Bandingkan dengan keuntungan di deposito Bank. Cuma untung antara 3 - 4 % saja per tahun.
Sebagai ilustrasi :
Jika pada 1 Januari 2025 Anda berinvestasi di Nextvision sebesar Rp 10.000.000 juta, maka pada 1 Januari 2026 nilai investasi Anda telah bertransformasi menjadi Rp 50.500.000 juta.
Jika Anda menanamkan investasi di saham Nextvision sebesar Rp 1 Miliar di awal tahun 2025, angka tersebut bertransformasi membengkak menjadi Rp 5 Miliar di awal tahun 2026.
Apa Itu Nextvision dan logika bisnis di balik pembunuhan tentara.
Di sektor militer, kamera canggih buatan Nextvision dapat digunakan sebagai "mata penglihatan" untuk pengumpulan intelijen, pengintaian dan mengidentifikasi.
Namun, sesungguhnya kegunaan utama yang paling menghasilkan cuan dan mendongkrak popularitas perusahaan adalah instalasi pada drone kamikaze bunuh diri.
Pertanyaan tentang mengapa harga saham dapat naik begitu tajam hingga 405%.
Jawabannya terletak pada perubahan fundamental pada perang modern. Perang masa kini tidak lagi hanya mengandalkan tank, kapal perang atau pesawat tempur yang mahal, melainkan jutaan drone mematikan untuk membunuh jutaan tentara manusia dan termasuk digunakan untuk menghancurkan jutaan target infrastruktur militer lainnya.
Filosofi bisnisnya cukup sederhana dan mudah dipahami logika anak SD.
Ketika sebuah drone kamikaze menghantam target.
Misalnya mengenai gerombolan tentara yang sedang sibuk aktraksi makan kaca beling.
Drone kamikaze tersebut akan meledak, hancur, dan terbakar bersama kamera elektro optik di dalamnya. Hal ini lalu menciptakan siklus permintaan yang tak terputus putus.
Setiap kali drone meledak bersama tubuh tentara yang terbakar & mati.
Maka pemerintah atau kementerian pertahanan atau kementerian perang harus memesan kembali kamera baru untuk drone berikutnya.
Semakin intens penggunaan drone yang dikerahkan di peperangan, maka pesanan berulang (repeat orders) yang masuk ke NextVision akan terus berulang ulang.
Inilah yang meningkatkan pendapatan secara eksponensial dan memicu kenaikan harga saham.
Semakin banyak kamera Nextvision hancur bersama target yang diledakkan. Itu pertanda baik bagi bisnis. Semakin banyak kamera hancur, semakin baik buat saham Nextvision.
Di dalam negeri Israel, produk NextVision telah digunakan oleh pelanggan dari BUMN Israel Aerospace Industries (IAI) dan Elbit Systems.
Meskipun secara lokal di Israel harus bersaing sengit melawan BUMN Rafael Advanced Defense Systems serta pemain global internasional dari Amerika Serikat, Rusia, China, Uni Eropa, dan Inggris UK ( United Kingdom ).
Produk NextVision tetap diminati oleh pelanggan dalam negeri dan pelanggan luar negeri.
NextVision memiliki pelanggan B2B & B2G di banyak negara.
Terdiri dari Jepang, Korea Selatan, Singapura, India, Uni Eropa, UK Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Meksiko, Chili dan masih banyak lagi.
Pesanan terbanyak di tahun 2025 dengan total 52% berasal dari pelanggan Uni Eropa. Hal ini terjadi karena perang Rusia VS Ukraina masih terjadi di tahun 2026 sehingga permintaan terhadap kamera drone bunuh diri maupun drone pengintai dibutuhkan dalam jumlah masif.
Chen Golan. Founder Nextvision dari Israel mengatakan :
Perang antara Rusia dan Ukraina, serta memanasnya keamanan dunia, menyebabkan sejumlah besar pemerintah menyatakan niat mereka untuk signifikan meningkatkan anggaran pertahanan dan peralatan militer mereka. Sahutnya.

