Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Python Generasi 5. Rudal Pesawat Israel yg Bisa Menembak Ke Belakang (2015)

Banyak orang beranggapan, Bahwa untuk mencapai Kemenangan di udara. Pesawat Tempur kudu mesti mengejar lawannya hingga berada tepat di posisi belakang.

Namun, Di Negara Padang Pasir Timur Tengah. Pada Tahun 1990. Israel Menciptakan sebuah Teknologi Rudal yg disebut dengan PYTHON-5. Teknologi rudal ini Ternyata bisa menembak ke arah belakang dari pesawat tempur.

Python5. Memiliki Algoritma Penentu dan Prediksi Jarak
Python5 Memiliki System Elektro Optik, Imaging Seeking dan Inframerah Terbaru. Dengan Inframerah dan Dual WaveBand (FPA) yg Terbaru ia mampu memindai target atau Sasaran dan mampu Melakukan Identifikasi Pesawat yg Lain dengan Baik. Bahkan di saat Cuaca Hujan Deras atau Berawan.

Di Dalam System Bola Mata-nya. Ia bisa memprediksi arah Target atau Sasarannya. Hal ini dikarenakan Ia Memiliki Algoritma untuk bisa menghitung kemana letak target akan pergi atau kemana arah Manuver Lawannya. Dengan Algoritma ini. Ia bisa terus menerus mengikuti Sasarannya dengan Presisi dan Probabilitas yg Tinggi untuk dikenai. Sekalipun Sasaran Terus Mengelak atau Bermanuver yg Rumit. Python5 Bisa Terus mengejar hingga Jarak 20 Km.

F-15I-take-off-smoke-.jpg (581×386)

Spesifikasi Detail
Python5 di Gunakan oleh Israel untuk Menghancurkan Pesawat Tempur, Rudal Jelajah, Roket, Drone, dan Helikopter. Python5 Memiliki Panjang Sekitar 310 Cm, Diameter 16 Cm dan Berat Sekitar 1 Ukuran Pria Dewasa. (105 Kg)

Ia memiliki Teknologi IR Pencitraan Elektro Optik Pada Moncong Bagian Depannya. Ia memiliki Kecepatan 4.000 Km/Jam dengan Jarak Jangkau Hingga 20 Km. Ia Bisa Menembak ke Arah Samping, Belakang, Depan, Atas, Bawah, dll Sebagainya.

Kelemahan : Efek Bahaya Target PYTHON 5

Di Lansir dari AirForce. Python Generasi ke 5 memiliki Kelemahan. Yaitu Kemampuannya yg mampu mengunci Target atau Sasaran Setelah Peluncuran Ternyata bisa di Lakukan Tanpa Tentara Israel Melihat Sasaran Terlebih Dahulu secara Tatap Muka Face to Face.

Python5 Memiliki Jangkauan Hingga 20 Km. Apabila Rudal ini Telah di Lepas dari Kokpit Pesawat tempur. Ia akan Meluncur Jauh hingga 20 Km. Sensor Bola Mata Pada Bagian Moncong Python5. Bisa Melakukan Penyerangan secara sendiri dan bisa memilih Sasaran secara sendiri. Artinya ya, Dia bisa salah sasaran banget dalam menembak Pihak Lain. Yang Bisa saja itu Pihak Pesawat Sipil yg ngga berdosa.

Namun, Israel udah mengantisipasi hal Kesalahan Sasaran ini dengan menambahkan Opsi Pengaturan dan Target Lock. Yaitu Terhubung kepada Helm Canggih di Depan Layar Mata Pilot Israel agar mengetahui Tampilan di depan Layar Rudal yg Terintegrasi ke Komunikasi System Monitor Elbits System DASH.


Disisi Lain. Demi Keamanan. Python-5 dilengkapi dengan Kunci-on Sebelum di Luncurkan. Yang terdiri dari Teknologi (LOBL) dan (LOAL). LOBL adalah Sebelum dan LOAL adalah Sesudah Peluncuran. Hal ini dimaksudkan untuk Jaga-Jaga Keamanan Karena Kemampuan Python-5 yg Terkesan bisa aktif mencari sasaran secara Otomatis. Siapa tahu dia bisa Jalan sendiri menembak Pihak Lain yg Bukan target.


Baca juga

Pembeli PYTHON5
Di Lansir dari Wikipedia.com Pembelian System Python5 Buatan Negara Israel ini. Ternyata ada banyak negara yg membelinya, Mulai dari India, Brazil, Taiwan, Argentina, Afrika Selatan, Columbia, Thailand, Peru, Venezuela dan Masih Banyak Lagi

Negara Tirai Bambu China juga Ternyata Membeli Senjata Rudal ini. Sebanyak 3.000 Unit. Nah Terkesan dengan Kemampuan Persenjataan milik Israel ini. Pemerintah Republik Rakyat China ini pun sempat berguru dan meminta alih Teknologi Lisensi kepada Israel. Alhasil Terciptalah PL-8 versi buatan China ya. GBU