Langsung ke konten utama

Cara Menanam Tanaman Kangkung di Pekarangan Rumah Agar Tumbuh Subur (2015)

Mengenal KANGKUNG :
Kangkung atau bahasa latinnya adalah IPOMOEA AQUATICA FORSK adalah Tumbuhan sayur-Sayuran yg dapat di Makan. Biasanya Tumbuhan ini bisa dijumpai di kawasan berair.

Jenis Kangkung ada 2 Kategori. Yaitu Kangkung Darat dan Kangkung Air. Tumbuhan ini memiliki Batang Seperti Pipa, Bulat Panjang, Batangnya Berbuku-buku, dan Sifatnya Menjalar. Daunnya berwarna Hijau Tua dan Dia Juga Bisa Berbunga Berwarna Putih yg Menghasilkan 4 Biji Benih.

Untuk Pasaran di Indonesia. Tanaman Kangkung yg sering di Tanaman adalah yg berjenis Kangkung Darat. Di Bawah ini adalah Tutorial Cara Menaman Tumbuhan ini Versi Afrid Khusus untuk Hobi (Skala Perumahan / Pekarangan Rumah )


Cara Menanam Tanaman Kangkung di Pekarangan
Artikel ini saya sajikan bagi Anda yg non-petani. (Khusus untuk Anda Skala Rumahan untuk Konsumsi sendiri. (ngga dijual untuk Pasar). Kalau untuk Skala Pertanian Besar seperti Petani-Petani Besar. Saya Belum Tahu Caranya ya. Kalau Petani di Sawah atau Ladang itu kan mereka udah ahli Banget. Jadi, mungkin cara atau tutorial yg disampaikan disini akan berbeda dgn Skala Pertanian Besar.

Selamat Mencoba ;-)

Langkah 1 : Mencari Lahan
Tentukan Lahan yg ingin kita kerjakan. Karena Berbasis Pertanian Skala Pekarangan Rumah. Biasanya di Kota-Kota Besar memang jarang ada Lahan yg Luas karena udah banyak Bangunan Perumahan ya. Jadi gunakan aja Lahan apa aja yg sekiranya cukup untuk di Tanamin.

Setelah Lahan di Tentukan. Pastikan Tanah Subur Berwarna Cokelat atau Hitam. Oh ya hampir Lupa. Lahan Tersebut juga mesti Terkena Cahaya Sinar Matahari Mulai dari Pukul 7 Pagi – 5 Sore. dan juga kalau pas musim Hujan. Lahan Tersebut usahain ya ngga Tenggelam oleh Genangan Air. Karena yg kita tanam nanti adalah Kangkung Darat.

Langkah 2 : Membersihkan Lahan dan Membeli Bibit + Pupuk Kandang

Langkah ke 2 adalah Dengan Membersihkan Lahan. Mencabut Rumput dan Membersihkan dari Gulma yg ada. Meratakan Lahan bisa dengan di Cangkul atau di Garuk. Sebelumnya Pada Lahan Tersebut. kita bisa memberikan Campuran dengan Pupuk Kandang atau Pupuk Kompos yg udah kering dan ngga berbau.

Bibit yg dibeli Bisa Berjenis : Bangkok LP-1 Cap Panah Merah East West Seed. Atau Tergantung Selera Teman-Teman aja ya, Harga Bibit ini Berkisar dari Rp 5.000 – Rp 25.000. Bibit ini bisa dipakai sampai berbulan-bulan kemudian. Apabila udah dibuka disimpan pada Topless yg di Tutup Rapat Kedap Udara.

Langkah 3 : Penanaman Bibit

Setelah Lahan dibersihkan dan Telah diaduk dengan Campuran Pupuk yg udah ngga berbau dan Panas. Langkah Selanjutnya adalah Penanaman Bibit. Untuk Skala Pekarangan Rumah. Untuk Setiap Lubang di isi Biji Benih dengan Jarak antar Lubang sekiranya ngga terlalu rapat. Dan Penanaman Bibit juga ngga mesti yang mesti terlalu dalam ya. cukup tanah dikipas-kipaskan begitu aja ya. disiram pakai Air Cucian Beras dia juga suka banget. Bisa Tumbuh Subur.

Oh ya, Apabila Musim Kemarau. Ada Baiknya, Anak Bibit yg Baru Tumbuh ini diberi Pelindung Cahaya agar ngga terbakar oleh Sinar Matahari. Apabila dia udah mulai besar nanti. Pelindung atau Terpal Cahaya ini bisa dilepas.

Langkah 4 : Pemeliharan + Pupuk Tambahan
Foto : kangkung-Remaja kira-kira 15 hari.
Budidaya Kangkung untuk Konsumsi Skala Rumahan sebenarnya mudah. Karena Tanaman ini Terkenal mudah Tumbuh Baik dan Tahan dikit dari Berbagai Hama yg Rumit. Apabila Telah di Tanaman dengan Langkah Awal yg Benar menggunakan Campuran Pupuk Kandang. (Kotoran ayam, atau Kotoran Kambing atau Kotoran Sapi).

Sebenarnya, Ia udah bisa Tumbuh sampai Panen nantinya. Jadi, Perawatan dan Pemeliharaannya ngga Terlalu Sulit ya. Cukup di Beri Kasih Sayang dan Perhatian. Lalu di Siram 2 kali sehari Pada Pagi dan Sore hari. Maka si Kangkung bisa Tumbuh Subur.

Tapi jika Teman-Teman Pengen Hasil yg Optimal. Bisa di Tambahkan atau di Taburkan dengan Pupuk Anorganik jenis Pupuk Yaramilla NPK atau Pupuk Lainnya. Seperti Pupuk CAIR NASA.

Kangkung yg Sehat biasanya memiliki Ciri Batang yg Gemuk dan Daun Hijau Pekat.


Hama dan Penyakit :
Umumnya ada 5 Hama dan Penyakit yg Biasanya Menyerang Tanaman ini. Yaitu :

#Hama Belalang

Belalang Biasanya Datang dan Kemudian Memakan Pinggiran-Pinggiran Daun Kangkung yang masih Muda. 1 atau 2 Belalang mungkin ngga masalah ya. Karena kita bisa menangkap atau mengusirnya. Tapi kalau yang datang sampai Ribuan Belalang. Wah ini mah udah Termasuk Kategori bencana ya. he he…,

#Hama Ulat Grayak [SPODOTERA LITURA]
Sampai Sekarang Saya Belum Tahu Bagaimana Ulat Grayak bisa muncul. Namun Faktor Kebersihan Lingkungan adalah Hal yg Kudu Mesti kita Jaga ya. Biasanya Kalau Lingkungan Sekitar Tanaman Kangkung Kotor. Maka Hama Ulat GRAYAK bisa Muncul.

Ulat ini berbentuk Kecil, Biasanya dia suka main Petak umpet dan bersembunyi di Bawah Pucuk Daun atau juga bisa di bawah Permukaan Tanah. Di Siang Hari dia Terlihat Seperti lagi Tidur atau Bobo Siang. He he..,

Tapi Ketika Malam Hari ia akan Aktif memakan Tajuk Tumbuhan dan Daun Muda. Ulat ini Terkenal Rakus, dalam 1 Malam jika masalah ini ngga diatasi dia bisa Memakan Habis Tanaman Kangkung kita menjadi Daun Daun yg Penuh dengan Lubang yg Bolong.

Untuk Mencegahnya adalah Dengan Menjaga Kebersihan Tanaman Kita. Jika untuk Pekarangan Rumah ada Baiknya dicari aja si ulat ini satu-satu dengan Mengontrol Seluruh Daun dan Memencetnya hingga tewas. Namun jika untuk Skala Pertanian Besar. Ada Baiknya Menggunakan Peptisida. Soalnya memencet mereka satu-persatu cape juga ya. he he..,

#Hama Kutu Daun [MYZUS PERSICAE APHYDS GOSSYPII]

Kategori ini Termasuk Sulit di Berantas. Karena ukuran Mereka yg Sangat Kecil. Satu-satunya Pencegahan Penyakit Hama ini adalah dengan Menggunakan Peptisida yg banyak di Jual di Toko Pertanian Terdekat di Rumah Anda.

Untuk Skala Pertanian di Pekarangan Rumah. Ada Baiknya Mencabut dan Membakar aja si Tanaman kangkung kita dan di Rotasi dengan Jenis Tanaman yg Lainnya. Biasanya Kemunculan Kutu Daun ini disebabkan karena Menanam yg Terlalu Rapat dan Intensitas Sinar Matahari yg Kurang.

Ciri Ciri Penyakit Kutu Daun menyebabkan Kangkung kita terlihat seperti menggulung, mencuit dan daun yg semakin mengecil seperti mengalami Kelayuaan. Layu ini diakibatkan karena si Kutu mengisap habis cairan pada Tanaman Kangkung.

#Hama Karat Putih [ALBIGO IPOMOEAE PANDURATAE]

Karat Putih Biasanya dicirikan dengan Daun-Daun di bawah Kelopak Terlihat Putih. Jika kita kepak-kepakkan daunya akan banyak seperti benang-benang atau debu-debu putih bertaburan. Sesekali terlihat hewan-hewan nan kecil berwarna putih berterbangan.

Penyebab Muncul Karat Putih adalah Karena Tanaman di Tanam Terlalu Rapat banget, Terus tu ya, Intensitas Cahaya Matahari yg Kurang juga bisa menjadi Faktor Penyebabnya. Lalu Faktor Kebersihan Lingkungan di Sekitar juga menjadi Penentu.

#Hama Gulma / Rumput Liar

Dan yg Terakhir adalah GULMA atau RUMPUT LIAR. Untuk Kategori Pencegahan ini Sangat Mudah. yaitu kita bisa mencabut si Rumput Liar dengan Rajin.

Kelihatannya mudah, sebenarnya ngga mudah mudah amat juga sih ya. soalnya kalau udah dicabut. Ntar ada lagi Rumput liar yg muncul. Apabila udah malas banget mencabutnya, biasanya Rumput Liar akan berebut unsur hara dan Pupuk. Efek Sampingnya Bisa Membuat Tanaman Kangkung kita menjadi Kerdil. Malahan si Rumput yg Malah Tumbuh Besar.

Artikel Lainnya :

PANEN :
Berdasarkan Pengalaman Pribadi saya. Kangkung tumbuhnya Lumayan Cepat. Dalam waktu 45 Hari Kita udah dapat Memanen Hasil Tanaman kita di Pekarangan Rumah. Cara Panennya yaitu dengan : Memangkas Batang-Batang Pucuk, Kurang Lebih sepanjang 20 Cm. Kemudian kita bisa mencucinya dengan Air Bersih yg Mengalir.

Jika Tanaman Sayuran ini udah Bersih. Kita Bisa Memasaknya Menjadi Lalapan, Tumis, Cah Kangkung, Pecel, dll. Kita bisa Menyatapnya Bersama Keluarga Tercinta yg Kita Sayangi. Berhubung Karena Afrid ngga Bisa Memasak. Biasanya, Di Keluarga Kami. Kangkung di Masak oleh Adik Cewek yg Pintar nan Ahli Memasak. Biasanya kami menyantapnya dengan di Tumis yg dicampur dengan Udang, Bawang, Saus Tiram, Tomat dan Jamur. Em..? LEZATKAN.

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat bagi Anda. GBU

Related Post