Langsung ke konten utama

Teknologi Israel di Balik Pertanian Paling Maju Thailand dan Vietnam (2015)

Jika Kita Mendengar Istilah negara seperti ‘THAILAND’ dan ‘VIETNAM’. Sontak Mata kita Tertuju dengan Hasil Pertanian mereka yg Sangat Melimpah Ruah. Bagaimana ngga ya, Negara Tetangga ASIA ini memiliki Produk Tani yg Murah Meriah dalam Jumlah Dosis yg Banyak.

Indonesia adalah salah satu Pembeli dari Produk-Produk Pertanian milik Mereka. Meliputi Beras, Jagung, Cabe, Wortel, Durian, bahkan Sampai Bawang Putih dan Bawang Merah. Bisa di Hasilkan oleh 2 Negara ini yg Secara Harifiah. Luas Wilayah Negara Mereka ini Jauh Lebih Kecil di Bandingkan Indonesia. Namun mereka juga bisa menghasilkan Kuantitas Jumlah Tanaman Kopi yg jumlahnya besar setara Luas Wilayah Indonesia.

Jadi, Bagaimana Bisa 2 Negara ASIA ini Bisa Semaju kayak gitu ya. Padahal mereka sama-sama orang ASIA yg juga makan Nasi. Apa Rahasia Resep Kesuksesan ke 2 Negara Thailand dan Vietnam tersebut.

Foto : Petani Thailand


RAHASIA PADA PUPUK YG MURAH :
Ternyata setelah di Teliti. Rahasia mereka sangat Simpel dan Sangat Mudah aja.

Semuanya ada Pada Pupuk Kimia Anorganik. Tapi Harganya Murah Meriah.

PUPUK APA ITU … ?

Pupuk adalah Material Utama dan Terutama yg ditambahkan pada Media Tanam untuk Mencukupi Kebutuhan Hara agar Tanaman bisa mampu Berbuah dan Berdaun Lebat. Jika Kekurangan Pupuk. Biasanya Tanaman Lambat Menjadi Besar yg Akhirnya Malas untuk Berbuah.

Di Dunia ini ada 2 Jenis Pupuk. Yaitu Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik. Bagi Anda Para Petani. Pupuk Organik meliputi Kotoran ayam, Kotoran sapi, kotoran kambing dan sisa-sisa dari dedaunan atau Buah yg membusuk telah menjadi Kompos. Nah Sedangkan Pupuk Anorganik Meliputi Nitrogen, Fosfor, Kalium, Urea, Amonium Nitrat dan Hidrogen yg Telah di Proses dengan Teknologi Haber, dan juga beberapa Zat Zat Kimia Lainnya.

Foto : Bill Gates. Pemilik Microsoft dan Orang Terkaya Nomor 1 di Dunia Sekaligus Pemerhati Kehidupan Sosial
Bill Gates, Seorang Dermawan. yg Prihatin Terhadap Masalah Busung Lapar dan Kelaparan. Pada Acara Bertajuk 60-Minutes, CBS. Pada Mei 2013 mengatakan : A FEW BILLION PEOPLE HAVE TO DIE IF WE HADN’T COME UP WITH FERTILIZER”.

Yang Terjemahan artinya ya : Di Masa depan. 7.000.000.000 Milyar Orang Bisa Mati Kelaparan, Jika kita ngga bisa berhasil membuat Pupuk yg Murah dalam Jumlah Banyak. Karena mengandalkan Pupuk Organik saja ngga bisa mencukupi untuk kebutuhan banyak orang. Di masa depan Kita membutuhkan Pupuk Buatan Kimia (Anorganik). Tanpa ini kita bisa mati Kelaparan. Celetus : Bill Gates

MAHAL DAN BERBAHAYA PENYEBAB BIBIR SUMBING

Fakta di Lapangan menyatakan, Ternyata Banyak Perusahaan-Perusahaan ‘P.U.P.U.K menempatkan harga Produknya agak dikit mahal. Bahkan Banyak juga Para Pelaku Pedagang Nakal yg Mempermainkan Harga “PUPUK”. Padahal Pupuk adalah Salah Satu Sumber Utama dalam Kehidupan Tanaman dan Hewan. Yg Menjadi Dewa Keagungan Bagi Petani. Tanpa hal tersebut Petani akan Kesulitan dalam meningkatkan Hasil Panennya.

Beberapa Komposisi ‘Pupuk’ juga ada yg dipermainkan oleh Perusahaan-Perusahaan Pupuk. Dengan mencampurnya dengan Bahan Kimia yg Berbahaya dengan Tujuan untuk meraih Keuntungan yg Besar. Padahal hal tersebut Bisa Menyebabkan Penyakit Kanker Pada Manusia.

Ada juga Perusahaan yg belum berpengalaman dalam membuat ‘Pupuk’. Sehingga beberapa zat-zat Berbahaya dan unsur hara lainnya tertinggal karena kurangnya Ilmu pengetahuan dalam Pengelolaan Pupuk’.

Ini lah Salah Satu Faktor yg Menyebabkan Mengapa banyak orang yg Terkena Bibir Sumbing dan Penyakit Kanker. Salah Satu Penyebabnya adalah Karena Kesalahan dalam Pembuatan Pupuk’.

NGGA TERJADI DI THAILAND DAN VIETNAM
Foto : Petani Thailand
Hal ini ngga bakalan Terjadi di THAILAND dan VIETNAM.

2 Negara ASIA ini Bekerjasama dengan memilih Perusahaan Pupuk Israel yg Bernama ICL. ICL adalah Faktor yg menyebabkan mengapa 2 Negara ASiA ini memiliki Produksi Pertanian yg sangat super duper melimpah.

Selain itu, Harga ICL juga sangat murah meriah. Ini juga yg menyebabkan mengapa Produk Pertanian THAILAND dan VIETNAM bisa sangat super duper murah, Sangat Miring banget Harganya. Tapi juga mutu Kualitas Produk Buah dan Sayurnya Sangat Bagus.

Jika Lahan ada, Air ada, dan Pupuk ICL ada. Maka Rakyat Thailand dan Vietnam. Bisa dengan mudah menanam Sayur-sayuran dan Buah-Buahan. Resep Kesuksesan mereka ternyata terdapat di P.U.P.U.K yg Murah dan Berkualitas.

TENTANG PUPUK ICL :

ICL adalah Perusahaan Teknologi Kimia asal Israel. Yang Bermarkas Pusat di Tel Aviv, Israel. Salah Satu yg diperdagangkan mereka adalah PUPUK ICL dengan Harga yg Sangat Murah dan Bebas dari Bahan Kimia Berbahaya.

Selain Menyalurkannya kepada THAILAND dan VIETNAM.

Di BENUA ASIA. Israel juga Menyalurkannya Kepada Negara CHINA, JEPANG, INDIA, AUSTRALIA. Di Lain di Benua yg lain. Israel juga menyalurkannya kepada AMERIKA SERIKAT, JERMAN, SPANYOL, BRAZIL, FERANCIS, BELGIA, ITALIA, SELANDIA BARU dan INGGRIS.

Setiap Negara yg bekerjasama dgn ICL. Semua kini adalah Bangsa yg Telah maju dalam hasil Produk Bumi Pertanian dan Hewani. Kini Israel juga membuka Kerjasama Pupuk Pertanian dengan Bangsa Africa yang ada di ZIMBABWE dan AFSEL. Beberapa Tahun mendatang kita akan melihat 2 Bangsa Africa ini juga akan maju seperti Thailand dan Vietnam dalam Hal Pertanian.

ICL adalah Perusahaan Besar yg Ahli dalam Penyuplai Unsur Hara : Berikut adalah Daftar Nama-Nama Produk ICL Tersebut : Semua Jenis Kategori ada digunakan untuk Tanaman berlainan Jenis, ada juga untuk Tanaman Air, Tanaman Hidroponik, Tanaman Sistem Tetes, dan juga ada Produk untuk Pakan Ternak. Walaupun ada banyak jenis. Namun semuanya dalam 1 Perusahaan Tunggal ICL :

Foto : Pabrik ICL
Dibawah Berikut ini adalah Daftar Produk ICL :

Calcium Phosphate (untuk Pakan dan Penggemukan Ternak seperti Kambing, Kerbau dan Sapi, Granular N and P, Granular GNPK untuk Tanaman, GPK, Phosphate Fertilizer, Phosphate Rock, Phosphoric Acid (PAC), Polysulphate, Potash MOP, Sylvinite, Ferti-K, MAP, MagPhos, NutriVant, PeKacid, PeaK, Guick-Mg, NovAcidNPK, NovaNPK dan HiPeak.

Semua Produk Tersebut sudah diolah dan ditakar dengan Komposisi yg Pas. Cara Penggunaannya Petani tinggal menggunakannya aja untuk di Aplikasikan Pada Tanaman atau Hewan Ternak dengan Mudah.

VIDEO dibawah ini menggambarkan PETANI dari Thailand dan Vietnam menaman menggunakan ICL milik Israel. Israel juga sedang berusaha membuat Negara Africa maju dalam Pertanian. Khususnya di Zimbabwe dan Afsel.

VIDEO PERTANIAN THAILAND DAN VIETNAM BERSAMA ICL ISRAEL

ALIH TEKNOLOGI MASHAV :
Rahasia Kesuksesan THAILAND dan VIETNAM dalam hal Pertanian bukan hanya menggunakan ICL saja. Melainkan juga menggunakan alih Transfer Teknologi MASHAV. Apa itu MASHAV..?

MASHAV adalah Agen Israel yg Bertanggung Jawab dalam Masalah Teknologi dan Pelatihan Ketahanan Pangan Pada Tantangan Perubahaan Iklim. Disini, orang-orang atau Petani-Petani dari Thailand dan Vietnam. akan diterbangkan ke Negara Israel untuk Belajar bersama-sama berdiskusi dengan Ilmuwan Israel menjawab Persoalan Lingkungan Pertanian.

Mengandalkan Kemampuan Ilmuwan Israel saja ngga akan mampu untuk menghidupi atau memberi makan bagi 7.000.000.000 Milyar Penduduk di Seluruh Dunia yg kelaparan akan Beras, Jagung, Bawang, dll. Maka dibutuhkanlah Kerjasama ini. Sayangnya, masih banyak Negara yg memilih Menolak Kerjasama Pertanian dengan Israel. Padahal jumlah Penduduk Setiap Tahun Semakin Meningkat Tajam dan Artinya Semakin Banyak orang yg Membutuhkan Makanan ya.

Apabila Masih Banyak Negara yg Menolak Kerjasama dengan Israel. Maka di Masa Depan akan Terjadi yg Namanya Kehabisan Beras dan Harga Beras akan Melambung Tinggi nan Mahal. 1 Kg beras bisa Ratusan Ribu Rupiah. Dunia bisa Kelaparan karena ngga sanggup membeli beras dan gandum yg semakin langka dan mahal.

Hanya Mengandalkan Ilmuwan Israel saja bisa ngga sanggup memberi makan bagi seluruh dunia yg kelaparan. Untuk itulah diharapkan semakin banyak negara yg berpartisipasi membuka kerjasama Alih Teknologi dgn Ilmuwan Pertanian Israel untuk Hidup yg Lebih Baik dan Pasokan Makanan yg Berlimpah Murah dan alam yg lebih baik. Semoga Bermanfaat. 


Artikel Lainnya :

GBU

Related Post