Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amerika Serikat membunuh 20.000 Tentara ISIS. Rusia bunuh 2.132 ISIS (2015)

Keganasan Serangan ‘Rusia’ dan ‘Amerika Serikat’. Membuat Tentara Khilafah Daulah Islamiyyah mengalami banyak Kekalahan. Di Negara Irak. Pasukan ISIS sangat Terdesak. karena Gempuran Dahsyat dari Pasukan Irak yang di Pimpinan oleh Serangan Udara Amerika Serikat.


Menurut Barrack Obama. Untuk Mengalahkan ISIS di Irak akan membutuhkan waktu yg Lama. Namun, Presiden Berkulit Hitam Amerika ini Sangat Yakin. Suatu Saat Negara Irak akan bebas dari cengkraman ISIS. Dan nanti, Negara Irak akan menjadi Negara Demokrasi Pimpinan Amerika Serikat.

Amerika Serikat Telah Bunuh 20.000 ISIS
Foto : Tentara USA dan Tentara Irak
Pada Tanggal 15 Juni 2014. Amerika Serikat telah melakukan serangan Operasi ke Negara Islam Irak & Syam (ISIS). Bersama Sekutunya dari Inggris, Ferancis, Jerman, Australia, Kanada, Kuwait, UEA, Mesir, Afghanistan, Belgia, Yordania, Irak, Belanda, Turki, Denmark, Kurdistan dan Pemberontak Suriah dari Kaum Islam Sunni Demokrasi. Dll. Amerika Serikat dan Teman-Teman Koalisinya menggempur kubu ISIS.

Amerika Serikat mengandalkan Teknologi Pesawat tempur dari : F/A-18C Hornet, F-15 Strike Eagle, A-10 Thunderbolt, AC-130 Hercules dan Predator Drone. Untuk mendukung Serangan Udara Pasukan Darat Irak. Yang di Lengkapi Mobil Humvee dan Tank Abrams M1.

Foto : Tank M1 AS yg digunakan oleh Pasukan Irak untuk Merebut Kota yg di kuasai ISIS
Pentagon melalui CENTCOM. Pada Tanggal 23 Desember 2015. Telah mengklaim : Koalisi Pimpinan Amerika Serikat telah menjatuhkan Ribuan Bom yg membunuh Total Lebih dari 20.000 Pasukan Khilafah ISIS.

129 Tank milik ISIS telah Hancur, 356 Mobil HMMVS, 260 Infrastuktur Minyak, 400 Tangki, dan Lebih dari 1.000 Kendaraan Pick-up milik ISIS Telah Hancur. Termasuk juga 16.100 Markas Gedung ISIS telah diratakan.

Untuk Korban Sipil. CENTCOM mengklaim Salah Menembak yg Menyebabkan 6 Warga Sipil Meninggal dunia.

Di Tanya oleh Pers dari Patrick Ball. Direktur Eksekutif dari Human Rights Data Analysis. (Motherjones.com 23/12/2015). Bagaimana cara CENTCOM bisa mengetahui jumlah korban secara Akurat. Sedangkan Data dari Lembaga Lain melalui Airwars Telah Melakukan Monitoring Bahwa Jumlah Korban Warga Sipil bukan 6. Tapi 1.073 Tewas Sia-Sia.


Komando Pusat Keamanan Operasional AS dari Operasi Resolve Inherent tersebut. Kapten Bryant Davis mencoba memberi Keterangan Lebih Lanjut. Kami akan melakukan Penyelidikan Lebih Detail Lagi.

Serangan udara kami memang ada menggunakan Jenis Bom GBU-38. Bom Tersebut apabila di Jatuhkan. Bisa menyebabkan Gedung yg disebelahnya Turut Hancur Juga.

Itulah, mengapa Kami Hati-Hati dan Lebih Banyak Memilih Rudal Senjata Presisi di Pandu Target agar lebih berhati-hati. Tapi Tak Menutup Kemungkinan, Senjata Presisi di Pandu ini juga bisa membunuh Truck minyak milik ISIS. Tapi Ternyata Sopirnya bukanlah anggota ISIS.

Centcom melalui ‘Bryant Davis’. Akan Terus mengkaji Informasi jumlah insiden kematian warga sipil.  Jika memang benar 1.073 Rakyat Sipil Tewas oleh Kami. Mohon Bimbingannya untuk menentukan bagaimana langkah kami yg lebih tepat untuk selanjutnya.

Rusia Telah Bunuh 2.132 ISIS
Foto : Pesawat Rusia SU-24
Hingga Artikel ini saya Tulis bagi Anda. Pihak Pimpinan Rusia Melalui Koalisinya : Iran, Suriah (Pemerintahan Syiah Presiden Bashar al Assad), PMF Irak (Milisi Militer Syiah di Irak. Popular Mobilizatin Forces) dan Hizzbulah (Milisi Militer Syiah di Lebanon). Belum memberikan keterangan mendetail tentang korban serangan mereka terhadap ISIS. Rusia hanya memberikan Data 1.093 Serangan Penghancuran Kamp Pelatihan ISIS dan 5.240 Sorti Penerbangan Pesawat Tempur di Suriah.

Foto : Rusia Terus-Terusan Menjatuhkan Bom ke ISIS setiap hari


Militer Rusia Menyerang ISIS Pertama Kali Pada Tanggal 30 September 2015. Menggunakan 50 Unit Pesawat Tempur. Yang Meliputi : SU-34, SU-24, Helikopter Mi-24, Pesawat Bomber TU-22M3, TU-160, Termasuk Juga Menggunakan Kapal Selam dan Kapal Perang yg Meluncurkan Rudal Jelajah Kalibrn.

Selain menyerang ISIS. Rusia juga menyerang Kelompok Terorist Lain dari Jabhat Al-Nusra Front, Termasuk juga menyerang Tentara Pemberontak Suriah Demokrasi yg didukung oleh Amerika Serikat.

Menurut AFP (22/12/2015) : Koalisi Pimpinan Rusia. Telah Membunuh 2.132 Orang di Suriah. 710 di Antaranya adalah Warga Korban Sipil.

Jumlah Korban Rusia ini jika kita lihat lebih sedikit. dibandingkan dari serangan Koalisi Pimpinan Amerika Serikat. Tetapi Sebenarnya, ini Lebih Banyak Kematian. Hal ini Karena Rusia baru menyerang ISIS baru 3 Bulan. Bandingkan, dgn Amerika yg sudah menyerang ISIS sejak 1 Tahun 9 Bulan Lamanya.

40 Hari Serangan Udara Pertama Rusia Sangat Ganas. 2X Lipat Serangan Militer Pimpinan Amerika Serikat. Rusia bahkan Berencana Mengerahkan Bom Nuklir untuk melenyapkan ISIS ya. Tetapi, Presiden Rusia Vladimir Putin Pada Russia Today (9/12/2015) mengklaim bahwa hal itu ngga perlu.

Rusia masih mengandalkan Serangan Udara untuk Mengalahkan ISIS.

Artikel Lainnya :

Video Trailer

NB : Sebagai Informasi Kepada Anda. Walaupun ISIS Hanya Seorang diri dan diserang banyak Bangsa dan Negara secara bertubi-tubi. Walaupun Sudah Melemah. Tapi, ISIS belum Kalah. hingga artikel ini saya tulis kepada Anda ya. ISIS masih Belum Menyerah, Tetap Berani melawan 'Rusia' dan 'Amerika Serikat + Koalisinya'GBU