Langsung ke konten utama

Pawai Ribuan Orang Indonesia Dukung Tentara ISIS Daulah Islamiyyah (2016)

Perkembangan Internet yang Sangat Masif. Apalagi adanya dukungan dari ‘DEEP SEARCH’ Yaitu Sebuah Wilayah di Dunia Maya yg Kebal dari Pemblokiran Pemerintah dan juga ngga Terjamah oleh Mesin Pencari Google, Yahoo, Bing, Youtube, dll.

Nah, Di DEEP SEARCH ada Banyak Website dengan Private Communications, Website TOP Encrypted, Website Dokumen Rahasia, dan Berbagai Macam Website Information Penting yg Sulit di Blokir.

Kita tahu..? Ada Banyak Website Milik ISIS yg di Blokir oleh Pemerintah Indonesia. Namun di DEEP SEARCH hal Tersebut sulit banget di Blokir, Bahkan Website-Website ISIS di DEEP SEARCH malah Tumbuh Subur seperti rumput di musim hujan.

Ada Banyak Perbedaan Artikel yg di Tulis oleh Media di Indonesia yg di Handle oleh Pemerintah. dengan Artikel ISIS yg Asli Terdapat di DEEP SEARCH. Terlihat sekali MEDIA mana yg sengaja memplintir dan melakukan Pembohongan Publik dengan menulis artikel Hoax kontroversi dan Propaganda dengan melibatkan Pengamat atau Penulis yg dibayar untuk Berbohong.


PAWAI ISIS DI INDONESIA
Menurut POLRI : Jumlah ISIS di Indonesia di Perkirakan mencapai 200 orang. Namun Jumlahnya Bukan 200 Orang. Tapi Bisa Mencapai Ribuan Orang. Karena mereka Tersebar di Kota Jakarta, Kota Solo, kota Banjarmasin, Hutan Biru di Poso, Kota Makassar, dll

Foto : Kelompok Santoso di Gunung Biru Poso yg juga mengucap janji setia kepada ISIS
Youtube Trailer


Saya Sendiri Belum Tahu Pasti ada Berapa Jumlahnya. Bisa 2.000 orang atau 20.000 orang atau mungkin 200.000 orang Indonesia Telah Mendukung ISIS. Ngga ada yg Tahu pasti angkanya berapa ya.

Atau mungkinkan Suatu saat 5 Tahun ke Depan Tahun 2020. Jumlah Pendukung ISIS di Indonesia bisa mencapai 20.000.000 Juta Orang. (Hanya di Indonesia saja, Belum di Seluruh Dunia). Ya, Sekali Lagi. Saya belum Tahu Karena Tak Tahu Tentang Masa Depan.


Di Lansir dari CNN : (18/3/2016) : Pada Saat Pemakaman Jenazah Anggota Kelompok Santoso yang Bernama Fonda Amar Sholihin yg di Tembak oleh Anggota TNI-POLRI. Jenazah Fonda akhirnya di makamkan di Pemakamam Muslim, Polokarto, Sukoharjo. Solo.

Hampir Seluruh Pelayatnya Mendukung ISIS. Dan Meneriakkan Kalimat “Daulah Islamiyyah” Termasuk membawa Bendera Hitam Khas identik dengan Panji ISIS.

PAWAI ISIS DI JAKARTA

Tak Hanya di SOLO. Di Jakarta pun Pendukung ISIS Berkembang. Bahkan Beberapa di antara mereka sudah Tahu bahwa suatu saat mereka akan Kelaparan, di Penjara, Hidup Tak Nyaman di Bawah Bendera ISIS karena pasti akan mendapat tekanan dan dimiskinkan hartanya oleh Pemerintah, dan yg Paling Parahnya ya Mereka juga Tahu. Jika suatu saat mereka bisa saja di Tembak oleh TENTARA TNI INDONESIA.

Foto : Tentara TNI saat Peristiwa Bom Sarinah Jakarta. Di Mana ISIS menargetkan tembakan ke Warga Asing, Perusahaan Cepat Saji Amerika Serikat dan  Kantor Pos Polisi Indonesia

Seperti Peristiwa Serangan Kantor Pos Polisi di Sarinah Jakarta. Penembakan Anggota Polisi pada Jaringan ISIS yg Melakukan Penyerangan di  Jakarta beberapa waktu lalu oleh Sindikat Afif, Bahrum Naim, dkk.

PAWAI ISIS DI MAKASSAR
Ngga Hanya ada di Jakarta aja ya. ISIS juga berkembang Pesat di Makassar. Mereka Bahkan Melakukan Pawai dengan Mengelilingi Kota dan Meneriakkan Kalimat “Daulah Islamiyyah”. Sebagai Informasi kepada Anda. ISIS memiliki Tujuan Paling Utama Hanya 1 saja. Yaitu Mendirikan KEKALIFAHAN atau DAULAH ISLAMIYYAH. Ini lah Kalimat yg diteriakkan oleh Pendukung ISIS di Kota Makassar Tersebut.

Saat Pawai. ISIS membawa Banyak Sekali Bendera Hitam khas ISIS dan Beberapa Spanduk yg menyatakan bahwa Bendera Hitam ISIS bukan Terorist.

Sempat Pada Saat Tersebut. Bertatap muka dengan Polisi Lalu Lintas di Makassar. Namun, Apa daya Karena jumlahnya Kalah banyak. Polisi ngga bisa berbuat apa-apa.

Artikel Lainnya :

Berkembang

Dan Masih Banyak Lagi Perkembangan yg Tiap Sabang waktu akan Terus Bermunculan. Baru Baru ini pun, Banyak Tembok di Jalanan yang Berubah dengan Graffiti Berlambangkan ISIS.


Salah Satunya adalah Sebuah Tulisan dengan Judul : Umat Islam butuh Khilafah bukan Demokrasi (diganti menjadi Democrazy). Seperti Anda ketahui. Pemerintah Indonesia dengan cepat tegas menghapus dan memblokir graffiti Tersebut dengan mengirimkan Satpol PP.

                                                             Video Trailer

GBU

Related Post