Langsung ke konten utama

Watchkeeper, Pesawat Drone Tempur Pertama Inggris Rasa Israel (2016)

Dunia saat ini Semakin Sulit untuk Terlepas Dari Sistem Pesawat Robotik Tanpa Awak. Banyak Negara Ramai Berbondong-Bondong Mengembangkannya. Salah Satunya adalah Negara Inggris.

Keunggulan Robotik Tanpa Awak Memiliki Banyak Banget Kelebihan ya. Contohnya Seperti Mampu Menyelamatkan Kru Tentara Manusia dari Nyawa yg Mengancam, Meringankan Beban, Menghemat Anggaran, dan juga Terkesan Efektif dalam Dunia Militer Sebagai Pengawasan dan Pertahanan Keamanan.

DRONE WATCHKEEPER WK450 INGGRIS

Untuk membuat Drone dalam Bidang Militer. Bukanlah Pekerjaan yang Mudah. Inggris mengakui Hal ini. Banyak Ilmu pengetahuan dan Teknologi Rumit yg Mesti di Pelajari Secara Seksama.

Ngga Sembarangan Memang ya, untuk Membuat ‘Drone’ untuk Militer. Karena Drone Militer Sangat Kompleks dan Berbeda Banget ama Drone-Drone atau Pesawat-Pesawat Tanpa Awak Versi Mainan warga Sipil.

Untuk Itulah, Angkatan Bersenjata Inggris mengandeng Ferancis dan Israel dalam membantu membuat Pesawat Tanpa Awak Drone Militer Pertama Inggris.

Menteri Pertahanan Inggris John Reid, Pada Tahun 2005. Memutuskan dan Mengusulkan dalam hal untuk Merancang Teknologi Tersebut. Yang Bernama WATCHKEEPER. Adapun Mitra yg Terlibat adalah dari Perusahaan Militer Thales UK - Inggris. Anak Usaha dari Thales Grup yang Berasal dari Ferancis yang ahli dalam Sistem Kelistrikan dan Alat-Alat Militer.

Inggris juga meminta bantuan dari Perusahaan U-TACS asal Israel yang mampu menciptakan Sistem Elektronik Taktis, Perusahaan Machine UAV Ltd asal Israel yang akan mengerjakan dibagian Mesin, dan Perusahaan Elbit Systems dari Israel selaku Pemilik Elbit Hermes 450 yang akan di Rombak menjadi Watchkeeper versi dan Rasa untuk Negara Inggris.

WATCHKEEPER SIAP BERTUGAS 2017-2040
Watchkeeper Telah Lahir di dunia Pada Tanggal 14 April 2010. Saat ini Telah Memasuki Tahap Produksi. Jumlah Watchkeeper saat ini Terus di Genjot. Pada Desember 2015 : Jumlah Produksi Telah Mencapai 36 Unit Pesawat.

Pemerintahan Inggris Berharap Pesawat-Pesawat ini akan Terus Terbang Aktif Hingga 2040. Di Tugaskan Sebagai “Petugas Jaga Udara dalam mempertahankan Kedaulatan Inggris”. “Petugas Udara untuk Pencari Korban Bencana Alam” Dan Juga Mengawasi Langit Langit Kota di Seluruh Wilayah Inggris. 

Kemampuan dan SPESIFIKASI
- TRANSPORTABLE. Cepat dalam Penyebaran Melalui Udara dan Mampu dibawa di Kontainer

- Mudah dan Cepat di Rakit. Ia juga mampu Terbang Lepas Landas di Bandara Pendek.


- Di Lengkapi Sistem ATOLS (Autonomous Take off and Landing System). Sehingga Ia Mampu mendarat dan Lepas Landas secara Mandiri Tanpa di Operatorin oleh Manusia.

- Durasi Terbang Hingga 16 Jam Sekali Isi Bahan Bakar

- Kecepatan Jelajah 175 Km/Jam

- Sinyal Gelombang Radio Menuntunnya Hingga Terbang ke Jarak 300 Km

- Mampu Membawa Muatan Payload Hingga 150 Kg.

Youtube Trailer

Artikel Lainnya :

MASA DEPAN ADALAH PESAWAT DRONE
Inggris dan Ferancis Telah Bersepakat Menandatangani Kerjasama Militer untuk Bersama-sama Mengembangkan Lagi Drone ke Tahap yg Lebih Tinggi.

Inggris Beruntung dapat Pelajaran Ilmu Pengetahuan Berharga dari Bangsa Yahudi Israel atas Watchkeeper. Begitu juga dengan Ferancis yang juga dapat Ilmu berharga dari Bangsa Yahudi Israel atas Pesawat Drone EADS HARFANG yg mampu Terbang hingga 1.000 Km

Berdasarkan Ilmu Israel Tersebut. Inggris dan Ferancis akan membangun sendiri di masa depan Pesawat Drone versi Masing-Masing Negara Yang Bernama TARANIS milik Inggris dan NEURON milik Ferancis.

TARANIS akan dikembangkan oleh Perusahaan BAE SYSTEM Inggris untuk menggantikan Pesawat tempur Eurofighter Typhoon. 

Foto : Taranis
NEURON akan dikembangkan yang di Pimpin oleh Dassault Aviation Ferancis untuk menggantikan Pesawat tempur Rafale.

Foto : Neuron
Di Masa Depan : Pesawat Tempur Ferancis dan Inggris adalah Tanpa Awak. Untuk Proses Penelitian, Riset, dan Pengembangan Tanpa Awak. Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Ferancis Francois Hollande menandatangi Perjanjiaan uang Tahap Awal untuk Masing-Masing Negara sebesar Rp 13 Triliun. (Kurs $ 1 = Rp 13.157).



Diharapkan, Tahun 2030. TARANIS dan NEURON sudah Siap Sempurna dalam menjaga Kedaulatan Bangsa Inggris dan Ferancis. GBU

Related Post