Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Orca Class Kapal Patroli Pengawas Perikanan Terbaru Susi Pudjiastuti Indonesia (2016)

Sebagian Besar Wilayah Indonesia adalah ‘Lautan’. Sehingga, Secara Alamiah Bangsa Indonesia merupakan Bangsa Bahari. Wilayah Indonesia Terletak Strategi di Wilayah Tropis. Hamparan Laut yg Luas. Merupakan Potensi dari Tuhan untuk Indonesia memiliki Sumber Daya Alam Kekayaan Perikanan yg Begitu Luar Biasa.

Menurut Dokument BPS oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan. Luas Daratan Indonesia adalah 1.910.931 Km. Sedangkan Luas Lautan Lebih Besar Lagi Mencakup 64,97% dari Total Wilayah. Jika Anda Data. Hasil Luas Laut Indonesia adalah 3.544.743 Km Kuadrat + Di Tambah Lagi dengan Panjang Garis Pantai 99.093 Km.  

Indonesia juga diapit oleh Banyak Laut. Contohnya Seperti Laut Jawa, Laut Flores, Laut Sawu, Laut Timor, Laut Arafura, Laut Seram, Laut Banda, Laut Natuna, Laut Sulawesi, Laut Tiongkok Selatan, dan Samudera Indonesia.

Foto : ORCA CLASS

Menteri susi pudjiastuti kecewa
Jika Kita Melihat dari Data Statistik di Atas. Wajar Jika Menteri Susi Pudjiastusti yang di Lantik Pada Tahun 2014 yg Lalu ini Begitu Kecewa. Di Acara Tajuk Seminar Bersama Komisi Uni Eropa EU Hygiene Regulations For Fisheries Product Imported To EU di Bali.

Menteri Susi Pudjiastusti Memaparkan Tentang Kekayaan Alam Indonesia dari Perikanan dalam 1 Tahun saja Seharusnya Bisa Meraup Rp 300 Triliun. Tetapi Karena Praktek Ilegal Fisihing atau Unregulated Fisihing. Menyebabkan Negara Mengalami Kerugian. Sehingga Menteri Susi Berkeyakinan. Penenggalaman Kapal-Asing adalah Salah Satu Cara Membuat Efek Jera bagi Pencuri Ikan Ilegal Asing.

Indonesia punya Ikan Ekonomi Penting. Yaitu “TUNA”. 30% Permintaan Global akan Ikan Tuna Berasal dari Perairan Indonesia. Tapi, Semua itu ngga menjadikan Indonesia bisa Berjaya sebagai Negara Maritim. Penyebabnya adalah Ilegal Fisihing. Lebih dari 6.000 Kapal Asing dengan Peralatan Penangkap Ikan Modern. Lalu Lalang Mencuri Ikan di Indonesia. Mengalahkan Nelayan Indonesia itu Sendiri yg Masih Memakai Penangkap Ikan Tradisional.  

Tenggelamkan. Luncurkan Kapal patroli
Untuk Mengatasi Hal ini. Satu-Satunya Cara Terbaik adalah Dengan Menangkap Kapal Asing Tersebut dan Menenggelamkannya untuk Membuat Efek Jera. Sesuai dengan Peraturan Undang-Undang yg Berlalu.

Berbunyi Sebagai Berikut :

Pasal 69 UU No. 45/2009 tentang Perikanan ayat 1 : Bahwa Kapal pengawas perikanan berfungsi melaksanakan pengawasan dan penegakkan hukum di bidang perikanan dalam wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia.

ayat 4, Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud ayat (1) penyidik atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.



Dalam Melakukan Aksi Penangkapan dan Penenggelam Kapal. Selama ini. Menteri Susi di Temani oleh Jenis-Jenis Kapal Perang TNI dan Kapal Patroli Seperti : Hiu 001, Hiu 004, KRI Barakuda 633, KRI Hasalan 630, KRI Tjiptadi 381, TNI Angkatan Laut, Kapal Polisi Bisma. Dan Masih Banyak Lagi ya.

Sayangnya Karena Luas Wilayah Laut Indonesia Begitu Luas Banget. Penggunaan Kapal-Kapal yg Sudah ada Belum Mencukupi untuk Memenuhi Kebutuhan Pengamanan yg ada saat ini.


Demi Memperkuat Alustista. Pada Tanggal 8 April 2016. Di Dermaga Komando Lintas Laut Militer Tanjung Priok Jakarta. Menteri Susi Meresmikan 4 Kapal Patroli Pengawasan Terbaru yang disebut ORCA CLASS dengan Menggunakan Desain dan Supervisi MSS Mrite System Service.


Foto : Menteri Susi Pudjiastusti Bersorak Ria Gembira atas Peluncuran ORCA
Tentang kecanggihan kapal orca
Kapal Pengawasan Perikanan mengambil nama ORCA. ORCA sebenarnya adalah Nama Paus Pembunuh. Di Beri Nama Seperti ini Tujuannya di Harapkan agar Sifatnya Segesit Hewan Tersebut. Yaitu Gigih, Gesit, Produktif, Semangat dan Memiliki Daya Juang yg Kuat Seperti Paus Orcinus Orca.

Ada 4 Armada Kapal yg Di Resmikan oleh Ibu Susi Pudjiastusti. Di Masukkan dalam Gugus SKIPI yg di Beri Label : ORCA 01, ORCA 02, ORCA 03, dan ORCA 04.

Harga Keseluruhannya Sekitar : Rp 756 Miliar Rupiah.

Kapal ini dibuat oleh Perusahaan Dalam Negeri : PT DAYA RADAR UTAMA.

Iya memiliki Kecepatan Jelajah Sebesar 24 Knots (44 Km/Jam). Memiliki Panjang 60 meter. Membawa 24 Anak Buah Kapal dan Memuat Kapasitas Bahan Bakar Sebanyak 138.000 Liter. Yang artinya Mampu Bertahan Operasi di Tengah-Tengah Laut Selama 14 Hari.

Untuk Menunjang Kebutuhan Kehidupan Kru. Kapal ini di Lengkapi Fitness Center, 2 Kamar Mandi di Bagian Dek, Ruang Cold Storage, Ruang Penyimpan Makanan, Ruang Rapat, dan juga di Lengkapi Fasilitas 2 Kapal Boat untuk Merapat di Kapal-Kapal Asing demi Penyelidikan atau Pengawasan mendetail.

Foto : Menteri Susi Pudjiastuti
Dengan di Perkenalkannya ORCA. Bukan Berarti Pekerjaan ini Telah Selesai. Di Masa Depan. Menteri Susi yg Selalu di Cibir Penghinaan oleh Masyrakat Karena Lulusan SMP kok Bisa Jadi Menteri ini. Berjanji akan Terus Melipatgandakan Produksi Kapal Alustista Patroli Setiap Tahunnya.

Artikel Lainnya :

Youtube Trailer

Semoga Bermanfaat. GBU