Langsung ke konten utama

CSDL Sistem Koneksi DataLink militer Israel Hingga Jarak 250 Km (2016)

Perusahaan Israel Kembali Membuat Sebuah Teknologi Terbaru yg Di Beri Nama Dengan Sistem CSDL buatan dari “IMC INDUSTRIES”. Sebuah Perusahaan Gabungan antara Sipil dan Militer yg menjual Peralatan seperti Antena, alat Pemancar, Transceiver, Amplifier Listrik dan menjual alat alat Komponen Kabel Listrik RF.

Peralatan Sistem DataLink Berguna untuk Berbagi Koneksi Komunikasi Data Berupa Gambar, Foto, Email dan Video secara Real Time. Tanpa mengandalkan Satelit Luar Angkasa yg Saat ini Rawan di Tembak dan Berharga Mahal.

Foto : Data Link Systems CSDL
JENIS JENIS DATALINK DI ISRAEL
Ada Beberapa Perusahaan Israel yg memproduksi Teknologi ini. Yaitu Rafael Advanced Defense System anak Perusahaan dari IAI dengan Sistem yg di Sebut BNET

Kelemahannya ia hanya mampu berbagi data hingga jarak 20 Km saja. Walaupun dari Sisi Keunggulannya. Ia mudah di Bawa oleh Tentara seperti membawa Tas Ransel saja.

tentara+idf+israeli.jpg (426×603)
Foto : BNET Jangkauan Berbagi 20 Km
Kemudian ada Sistem ELISRA yg dibuat oleh Perusahaan Elbit Systems yg 50% Sahamnya di Kuasai oleh Pemerintah Israel. Hingga Saat ini, ELISRA telah di Gunakan oleh 40 Negara untuk mengoperasikan Penerbangan Pesawat Drone. Keunggulan ELISRA mudah di Bawa. Tetapi Jarak Berbagi Datanya Hanya 180 Km saja. Sehingga Pesawat Drone atau UAV hanya berputar di Jarak Kawasan itu itu saja.

Foto : Elisra Jangkauan Berbagi 180 Km
Kemudian ada AISIS yg di Miliki oleh Perusahaan IAI dimana 100% Sahamnya di Miliki oleh Pemerintah Israel. Keunggulannya adalah Dapat berbagi data hingga Jarak 400 Km dengan Kecepatan Akses Internet Ethernet Hingga 1 Gigabyte Per Detik dengan (atau) (Tanpa) Satelit atau Berbagi Data antar AISIS langsung ke GCS (Ground Control Stasion) yg ada di Darat.

Foto : AISIS jangkauan berbagi 400 Km



AISIS juga memiliki Kemampuan Sistem Radar Pendeteksi Keberadaan Lawan. Sayangnya, Sistem ini Hanya Terinstal Pada Pesawat Tempur AISIS.

Youtube Trailer AISIS

SISTEM CSDL
Seakan melengkapi Kelemahan yg ada. Perusahaan swasta IMC Industries yg Telah Lahir Berdiri Sejak Tahun 1987 di  Israel. Kembali menambah Kemampuan Kecanggihan Berbagi DataLink yg disebut CSDL.

Hari ini, Bobot Alat Sistem Datalink di Perkecil Lebih Kecil. Mudah di Bawa oleh Berbagai Mobil, Truck, Kapal Perang, Robot Seagull atau Robot Robattle. Ia Juga Mudah praktis di Bongkar Pasang dalam Hitungan Menit.

Foto : Sistem IMC CSDL


Di Lansir dari Laman IMC : Alat ini di Klaim Lebih Hemat Biaya, Ringan, dan Efesien. Sayangnya ia memiliki Kelemahan Berbagi Data hanya dengan Kecepatan Ethernet 1,5 MB Per Detik. Tetapi Kategori ini Sudah Termasuk Cepat ya.

Untuk Daya Berbagi. Ia mampu membagikan Data Komunikasi Secara RealTime Hingga Jarak 250 Km.

CSDL Berbeda dengan Sistem Radar. Karena CSDL di Peruntukkan untuk Terkoneksi dengan Pesawat Drone, Rudal Jelajah, Pesawat Tempur, Helikopter, Tank, dan Armada Tempur lainnya untuk Saling Terhubung Informasi Data agar dapat di Intervensi dan Validasi untuk di ambil Keputusan yg Lebih Tepat.

Salah Satu yg Bisa di Terapkan adalah RUDAL DELILAH.

Foto : Rudal Delilah

Rudal Delilah berbeda dengan Rudal Seperti Biasanya yg mengandalkan Titik Koordinat atau Lokasi GPS. Rudal Delilah memiliki Kamera Optik yg Dapat Melihat. Kemudian membagikan Hasil Penglihatannya melalui Datalink.  

Delilah bisa di Program Sebelum di Luncurkan, Memantau Patroli melayang diatas Langit untuk mengindentifikasi Kunci Target yg Bergerak atau Tak Bergerak melalui Lokasi Jarak Jauh.

Foto : Drone Bunuh Diri
Selain Rudal Delilah. Israel juga memiliki Pesawat Drone Bunuh Diri UCAV HAROP yg memiliki Kamera Pengintai yg dapat terhubung via Datalink. Harop mampu Terbang hingga 6 Jam di Udara. Jika ia menemukan Sumber Tak di Kenal. Ia Mampu menabrakkan Dirinya untuk meledak bersama Hulu Ledaknya Seberat 23 Kg. Apabila HAROP tak menemukan Target Lawan. Pesawat HAROP dapat Mendarat Kembali.

HAROP dan DELILAH MISSILE. Apabila di Install dengan System CSDL. Maka kini dapat memantau Area hingga jarak 250 Km. Sebelumnya dan Hingga Saat ini, Hanya mampu memantau Area 180 Km saja, Karena masih menggunakan System lama yaitu ELISRA. 

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post