Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Primus Tank Artileri Self Propelled Howitzer Buatan Singapura (2016)

Ada Permasalahan Mengganjal dalam Lingkungan Angkatan Bersenjata Singapura atau SAF. Dimana, Senjata Artileri Seperti M109 Paladin dari Amerika Serikat atau 2S3M1 dari Rusia. Di Nilai Kurang Cocok untuk Singapura miliki atau di Beli.

Mengingat Wilayah Singapura memiliki Lokasi Alam Menyerupai Pulau Kecil yg Lembek, Basah, dan Pasir Tanah disana Tak Sanggup Mampu Menahan Beban yg Berat-Berat Seperti Tank Artileri M109 Paladin yg Beratnya Bisa Mencapai 50 Ton.

Disisi Lain, Singapura yg Luasnya Hanya Sebesar 710 Km. Kebanyakan Telah berada di Kawasan Perkotaan. Di Mana di Sana ada Jalan, Gedung, Apartement dan banyak Jembatan.

Jika Tank-Tank dgn Bobot Sangat Berat melintasi Kota atau Jembatan. Akan menimbulkan Efek Guncangan Getaran kepada warga Sekitarnya. Jika Cuma 1 atau 2 saja yg melintasi mungkin ngga masalah ya.

Tapi bagaimana kalau semua Jajaran Komponen Angkatan Darat Singapura memiliki berat Bobot hingga 50-60 Ton. Infrastruktur Bangunan milik Pemerintahan akan Sering Rusak. Maka di Putuskan untuk mengurangi Salah Satu Bobot Berat Komponen Tersebut.

Salah Satunya dengan Menciptakan Secara Mandiri. Tank Artileri Self Propelled Howitzer Rasa Lokal yang disebut dengan SSPH PRIMUS.

primus.jpg (660×447)

TENTANG SSPH PRIMUS
Penciptaan Awal di Mulai Pada Mei 1996. Di Buat oleh Industri Militer Singapura yang Meliputi Defence Science and Technology Agency DSTA dan ST KINETICS.  

Teknologi SSPH PRIMUS ini Berdasarkan M109 Amerika Serikat dan di Bantu oleh Perusahaan General Dynamics Amerika Serikat dalam Urusan Bidang Mesin dan dibantu juga oleh Perusahaan Daimler AG dari Jerman.

Untuk Tank Pembawa Artileri ini menggunakan BIONIX yg di Ciptakan oleh Singapura. Untuk Menara Turret juga dikembangkan oleh Insinyur Lokal Singapura. Mengapa menggunakan Kendaraan IFV Bionix. Karena Buatan Lokal dan Bionix juga Telah Masuk dalam Layanan. Sehingga Perawatannya Mudah Hemat Biaya Karena dalam 1 Sistem.   

SSPH PRIMUS memiliki Tenaga 550 Hp. Sehingga mampu Berlari hingga 50 Km/Jam Sejauh 350 Km untuk 1 Kali isi Bahan Bakar. Ia Sanggup Mendaki Tebing yg Memiliki Kemiringan 60%.


Beratnya 28 Ton. Sehingga Sangat Cocok untuk Lingkungan Singapura yg Lunak. Karena Berat yg Ringan. Primus dapat diangkut menggunakan Pesawat Airbus A400M.

PERLINDUNGAN DIRI

Primus menggunakan Lambung Lapis Baja dan Aluminium. Untuk Melindungi 4 Kru Tentara di Dalamnya.

Apabila ada Tentara Khusus Musuh yg Berhasil Menembus dan Mendekatinya. Baja ini mampu menahan daya Tembakan Senapan Musuh.

Sebagai Balasan dan Pencegahan dari Ancaman Terdekat. Primus dilengkapi Senapan Mesin 7.62 mm dan Pelontar Granat Asap untuk membela diri. Sistem Pencegah Api menahannya dari Gempuran Pecahan Serpihan Shell Artileri atau Bom.

SENJATA UTAMA PRIMUS    
Tak Sepenuhnya Otomatis. Tetapi Semi-Otomatis. Peranan Tentara Berawak masih dibutuhkan untuk mengisi ulang Peluru. Walaupun Peranan Komputer Telah Membantu Meringankan Kinerja Tentara untuk Proses Loading Tembakan yg Otomatis.


Dalam Waktu 1 Menit. PRIMUS mampu menembak Hingga 3 Kali. Berdasarkan Informasi GPS atau Datalink dari Tentara SAF yg berada di depan Garis Musuh yg menjadi Penentu Pengintaian Target.

Daya Jangkauan Tembakan Tertinggi PRIMUS. Apabila Menggunakan Peluru Dengan Daya Ledak Tinggi HE Proyektil mampu menembak hingga 19 Km.


Apabila menggunakan Daya Hulu Ledak Rendah dengan Serpihan Shell Api Tersebar Berpencar yg Biasanya untuk mengeliminasi Konvoi Tentara Musuh non-Kendaraan. Maka Jangkauannya mampu menembak hingga 30 Km.

JUMLAH
Singapura Telah Memproduksi SSPH PRIMUS Sejak Lama.

Saat ini Pada Tahun 2016. Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) Telah Memproduksi Sebanyak 2.000 Unit dan Menjadi Andalan Tentara SAF dalam membela Negara.

Sebuah Negara Kecil memproduksi Howitzer Sebanyak ini Pertanda Bukan Main-Main ya.

Artikel Lainnya :

Youtube Trailer

Semoga Bermanfaat. Terima Kasih ya. GBU