Langsung ke konten utama

Front Al Nusra : Kami di dukung Amerika, Israel, Arab Saudi, Turki, Qatar, Kuwait (2016)

Jurgen Todenhofer adalah Jurnalis Wartawan Kelahiran Jerman (12 November 1940). Ia Terkenal Sebagai Wartawan Pertama di dunia yg Berhasil Mengunjungi ISIS (Islamic State) dan Kembali dengan Selamat Pada Tahun 2014.

Pada Tanggal 17 September 2016. Jurgen Todenhofer kembali mengunjungi wilayah Paling Mematikan di dunia. Tepatnya di Sebuah Lokasi Tambang Batu di Aleppo yg di Rahasiakan. Jurgen Todenhofer kembali membuat heboh dunia dengan mewawancari Komandan Jabhat Al-Nusra : Abu Al Ezz. 


INTISARI WAWANCARA :
Durasi Wawancara Memiliki Waktu 9:01. Cukup Lama, Agar Singkat. Anda dapat membaca Intisarinya sebagai berikut :

Foto : Lokasi Wawancara
- Instruktur Tentara Amerika Serikat Berada di Suriah untuk mengajarkan kami bagaimana cara menggunakan Peralatan Senjata Baru.

- Ya, Amerika Serikat mendukung kaum oposisi Pemberontak (di Suriah). Tetapi tidak secara langsung. Tapi kami belum puas dengan dukungan ini.

- Militan Kami Menerima Senjata Canggih

- Kami memenangkan Pertempuran berkat Rudal TOW. Dengan Rudal ini, Kami berhasil mencapai keseimbangan untuk melawan rezim (Pemerintahan Rezim Syiah Bashar al Assad yg didukung Persenjataan dari Rusia)

- Kami memiliki Rudal TOW buatan Amerika Serikat. Situasi di beberapa daerah di bawah kendali

Foto : Jenis Senjata ini yg diberikan oleh Tentara AS ke Front Al Nusra
- [Ketika Wartawan Bertanya. Bukankah Rudal TOW Buatan AS diberikan untuk Tentara FSA Yang di dukung oleh Amerika Serikat]. Tidak, Rudal TOW di Berikan Kepada kami secara Langsung.


- [Ketika Wartawan Bertanya. Bagaimana apabila Kalian Terkepung oleh Tentara Rezim. [Syiah Assad]. Kami memiliki Petugas dari Turki, Qatar, Arab Saudi, Israel dan Amerika Serikat. Mereka Para Ahli yg memberikan Pengintaian, Satelit dan Kamera Keamanan Termal.

-  Amerika Serikat berada di Pihak Kami

Foto : Tentara Front Al Nusra

- Kami memiliki uang sekitar 500 juta pound suriah (Sekitar $ 2.300.000) diberikan oleh Arab Saudi, Lalu, Kami menerima 1,5 Juta Dinar Kuwait (Sekitar $ 500.000) dan Arab Saudi $ 5.000.000 juta.

- Uang Tersebut berasal dari Pemerintahan Negara-Negara bukan Individu Pribadi

- Israel, Mereka Sekarang memberikan Dukungan Kepada Kami karena Israel bermusuhan dengan Rezim Suriah (Syiah Bashar al Assad) dan Syiah Hizbullah.

- Eropa Telah memberikan Pejuang Jihadis untuk datang membantu ke Suriah.

- Kami memiliki banyak Pejuang-Pejuang Jihadis dari Jerman, Ferancis, Inggris, Amerika Serikat dari banyak negara-negara Barat

- Kami tidak mengenal gencatan senjata. Kami akan berkumpul, kami akan melakukan serangan besar melawan rezim sampai berhari-hari. Pasukan kami di seluruh Provinsi. Termasuk Homs, Aleppo, Idlib dan Hama.


front+al+nusra.jpg (657×370)
Foto : Tentara Front Al Nusra
Foto : Tentara Front Al Nusra
Foto : Tentara Front Al Nusra
- Kami menolak rezim Assad dan Tentara FSA Free Syria Army yang menganut paham Moderat. Tujuan kami adalah untuk menggulingkan Rezim dan mendirikan Negara Islam di Suriah sesuai dengan Syariat Islam.

- Ada Tentara Bayaran di Suriah. Mohammed Alloush Pemimpin Kelompok Jaysh al-Islam. Al Nusra Front Berperang dengan Alloush.

- Kami [Jabhat Al-Nusra atau Al Nusra Front] adalah bagian dari Al Qaedah

al-qaeda.jpg (591×292)
Foto : Al Qaeda
- Sebenarnya kami masih dalam 1 kelompok dengan Negara Islamic State (ISIS). Tetapi mereka telah bergeser jauh dari Prinsip-Prinsip nilai kami. Sekarang Jelas bagi Kami. Kami (Para Jabhat Al Nusra atau Al Nusra Front) memiliki cara kami sendiri.

Foto : Islamic State / Khilafah Islamiyyah (ISIS)
 Foto : Islamic State / Daulah Khilafah Islamiyyah (ISIS)
Artikel Lainnya :

KESIMPULAN :
- MILITER AS TAK MENGANGGAP NUSRA SEBAGAI MUSUH TAPI SEKUTU

- DANA KEUANGAN BERASAL DARI PEMERINTAHAN ARAB BERBASIS ISLAM SUNNI DAN SENJATA BERASAL DARI AMERIKA SERIKAT

Youtube Video : Wawancara Al Nusra dalam Tajuk Koelner Stadt Anzeiger

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post