Langsung ke konten utama

Cara Menanam Padi dengan Irigasi Tetes Netafim di Lahan Gambut (2016)

Kebanyakan orang Indonesia ngga bisa Hidup Tanpa Tanaman Padi. Karena Padi yg Di Olah oleh Petani menjadi Beras dan di Masak menjadi Nasi Merupakan Makanan Pokok Utama Rakyat Indonesia.

Disisi Lain Padi juga menjadi Pakan bagi Ternak Ayam, Burung Merpati, Burung Puyuh dan Ikan. Terutama di olah menjadi Pelet. Sisa Daunnya dan Jerami Bisa untuk Pakan Ternak Sapi, Kambing, Rusa, Babi, Kerbau, dan Domba Setelah di Fermentasikan.

Menurut Data Lembaga Penelitian : Padi Merupakan Tanaman No 3 Paling Penting di Dunia. Juara #1 adalah Gandum, Kemudian disusul Jagung, Padi dan Sorgum. Padi Urutan ke 3. Urutan ke 2 di Tempati oleh Jagung yg juga di Jadikan Makanan Pokok. 

Menanam Padi di Sawah Konvensional
Sejak 5.000 Tahun yg Lalu. Bahkan hingga Saat ini.


Banyak Orang Termasuk saya yg menganggap Tanaman Padi Merupakan Tanaman Air. Sehingga hal ini menjadi alasan mengapa hingga saat ini Padi di Tanam di Sawah oleh Petani dengan Sistem Irigasi Banjir untuk Membanjiri Sawahnya dengan Air. 

Peneliti dari bbpadi.litbang.Pertanian.go.id menulis Bahwa Anggapan Tersebut Keliru.


Padi Sebenarnya Bisa di Tanam di mana aja. Bahkan di Tanam di Polybag dan Ember juga bisa. Selama Kebutuhan Air di Pagi dan Sore Selalu Tercukupi.

Menanam Padi dengan cara Konvensional Irigasi Banjir. Seperti Membanjiri Sawah dengan Air. Merupakan Sesuatu yg dianggap Pemborosan Air dalam Jumlah Besar. Apalagi saat ini jumlah penduduk dari hari ke hari terus bertambah.

Sehingga ada Persaingan dalam berebutan Air Bersih. Selama ini di Indonesia. Padi merupakan salah satu Konsumen Terbesar untuk Air Tersebut. 





Padahal Padi bisa di Tanam Seperti Gandum, Jagung dan Sorgum Tanpa Perlu Menanam di Sawah Berbanjir Lagi. Sekarang, Padi Bisa di Tanam di Mana saja. Termasuk di perkarangan area perkotaan. 




Menanam Padi dgn Teknologi Irigasi Tetes Netafim

Di Beberapa Negara Seperti di India, Jepang, Eropa, Thailand, Brazil, China, Spanyol, Turki, Australia, dan Amerika Serikat.

Saat ini menanam Padi Telah Mulai Menggalakkan menggunakan Teknologi Irigasi Tetes Netafim.

Alamat Situs : www.unito.it/sites/default/files/03_puggioni.pdf

Di Negara Italia Telah memulai Sejak Tahun 2011. Di Mana Padi Kini Bisa di Tanam di Lahan yg Tanpa di Banjiri Air Lagi. Padi Bisa di Tanam di Mana aja.

Hasilnya Ternyata Memuaskan.


Padi di Klaim Bisa Tumbuh Lebih Lebat Ketimbang Menggunakan Sistem Irigasi Banjir yg di Teliti Ternyata Sistem Irigasi Banjir dapat mematikan organisme organik di dalam tanah akibat terendam air.

Bagaimana cara Kerja Teknologi Irigasi Tetes Netafim :

Sebenarnya Sistem Irigasi Tetes. Hanyalah Berbentuk Selang-Selang Kecil yg di Tempatkan di Dekat Akar Padi. Nah, Selang ini yg nantinya dapat meneteskan air ke akar padi dalam jumlah dan dosis yg tepat Pada Pagi dan Sore Hari.

Jadi, Petani ngga usah cape-cape nyiram tanaman lagi ya.

Selang Netafim Telah di Jual di Indonesia.

Dapat di Beli di Situs Bukalapak.com atau Tokopedia.com

Harganya mulai dari 150.000 Ribu, Cara Memasangnya mudah Karena Telah di Siapkan Petunjuk dan Alat ini dapat Bertahan hingga 20 Tahun.


Area Gambut di Kalimantan Tengah
Di Kalimantan Tengah. Ada Banyak area Gambut yg Masih Tak Terpakai dan Belum di Olah Produktif untuk Lahan Pertanian PADI. Padahal Area ini Luas Sekali. Sayang Banget Jika ngga di olah dan dibiarkan begitu saja.

Foto : Presiden Jokowi Melihat Lahan Gambut yg di bakar oleh Warga. Sayang Lahan Seluas ini ngga di Sulap menjadi Kebun Padi, Jagung, dll
Penduduk di Kalimantan Tengah masih sedikit. Jadi sedikit Petani yg masih Berpartisipasi di Bidang Penanam Padi di area Gambut Kalimantan Tengah. Bahkan di Kota dengan Lahan Gambut Terluas di Indonesia ini, Nyaris 0 Petani yg menanam Padi.

Yang ada Hanyalah Tumpukan Tanaman-Tanaman non-produktif. Dan Terkadang di Bakar oleh Beberapa Orang.

Foto : Potensi Luas Lahan Sejauh Mata Memandang. Sama Sekali ngga dimanfaatkan oleh Warga untuk menanam Padi. Sayang banget ya... 

Menurut Informasi dari Pemerintahan Jokowi. Kita saat ini masih Membeli Produk Pangan & Daging dari Luar Negeri yg menandakan Kita masih Kekurangan.

Jika Teman-Teman Berasal dari Pulau Jawa. Dan merasa Wilayah Menanam Padi di Jawa Sudah Mulai Sempit Karena Berada di Area Perkotaan yg Padat. 

Cobalah untuk Merantau ke Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya untuk Bekerja menjadi Petani Padi di Lahan Gambut di Area Palangkaraya dengan Sistem Irigasi Tetes.

Saya Percaya, Jika Ada Tekad dan Kemauan. Hidup Bisa Berubah Menjadi Nasib yg Lebih Baik. Indonesia juga Suatu Saat Pasti dapat Swasembada dan Surplus Beras. Jika Menanam Padi Berhasil maka otomatis Swasembada Daging juga mengikuti.

Jadi kita ngga perlu lagi beli Impor Produk Beras dan Daging dari Luar Negeri. Jika Sebenarnya Kita dapat Melakukannya.

Artikel Lainnya :

Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post