Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Pembantaian Genosida Mengerikan yg Terjadi di Indonesia yg di Lakukan oleh orang Indonesia (2017)

Pembantaian atau Genosida merupakan Perbuatan Mengerikan Banget ya. Di Mana Mereka Melakukan Pembunuhan Massal Kepada Orang Lain. Baik Anak-Anak, Wanita, Warga Sipil. Semua di Bunuh Tanpa Ampun.

Di Luar Negeri. Kita Telah Banyak Mengetahui Sejarah Kelam Pembantaian. Yang Terbesar adalah Holocaust di Lakukan oleh “NAZI JERMAN” di Era Pimpinan Hitler membunuh 6.000.000 Orang Yahudi.

Di Indonesia juga ngga Luput dari Pembantaian yg dilakukan oleh Belanda dan Jepang.

Jepang menjajah Indonesia hanya 3,5 Tahun saja. Tetapi Telah Membantai Ribuan orang Indonesia. Salah satu Peristiwa yg Terkenal yg di Lakukan oleh Jepang adalah Pembantaian Mandor yg dilakukan Pada Tahun 1943 Membunuh 20.000 Orang Indonesia dalam satu waktu saja.

Sedangkan, Belanda yg Menjajah Indonesia Selama 350 Tahun Karena Tertarik Tanaman Rempah-Rempah. Jauh Lebih Banyak Membunuh Warga Indonesia.

Benarkah Indonesia Negara Cinta Damai ?
Ada Pepatah yg Menyebut Indonesia “CINTA DAMAI”. Kita Telah Menyaksikan Bagaimana Indonesia menjadi Korban Pembantaian oleh Belanda & Jepang. Tetapi Benarkah Indonesia ngga Pernah Melakukan Pembantaian…? Benarkah Indonesia Cinta Damai.

Berikut 3 Bukti Nyata Kejujuran Bahwa Indonesia juga merupakan salah satu Bangsa yg pernah melakukan Genosida yg dilakukan oleh orang Indonesia itu sendiri.

1]. NGAYAU SUKU DAYAK DI KALIMANTAN TENGAH
mengayau+mengayau.jpg (665×431)

Jumlah Korban : Tak di Ketahui

Tahun : Sebelum 1874

berjoget+dengerin+musik+dayak.jpg (391×398)

Dalam Suku Dayak, Istilah ini di Sebut “NGAYAU”. Di Mana Merupakan Sebuah Tradisi Agama Asli Suku Dayak Kalimantan Tengah yaitu Agama KAHARINGAN untuk Persembahan Pada Acara Pesta TIWAH

main+alat+musik.jpg (658×489)
Foto : Pesta TIWAH
Tujuan Pesta TIWAH adalah untuk MAGAH SALUMPUK LIAU ULUH MATEI.

Artinya membawa keluarga mereka yg telah meninggal dunia menuju ke langit di Sorga.

Salah satu Syarat TIWAH adalah “Kepala Manusia”.

ngayau+suku+dayak.jpg (665×415)

Untuk mendapatkan Kepala Manusia maka di Lakukanlah Pembantaian yg disebut Ngayau.

Ngayau adalah Tindakan di Mana Orang dari Suku Dayak Mencari, Menyergap, Menangkap dan menawan orang lain yg tak dikenal untuk di bunuh dan di penggal kepalanya.

Kemudian membawa pulang (maaf) kepala yg di penggal tersebut ke desa tempat tinggalnya. 

Beberapa Suku Dayak. Melakukan NGAYAU untuk Menambah Kekuatan Jimat.

mengayau.png (319×317)

suka+dayak+ngayau.jpg (394×291)

Pada Tahun 1874. Aktivitas Pembantaian Ngayau menggunakan Senjata Mandau dan Sumpit Tersebut telah dihentikan. Karena sangat mengerikan.

pemburu+kepala.jpg (620×853)

Perjanjian Damai untuk menghapus "NGAYAU" di Laksanakan di Tumbang Anoi yg dihadiri oleh “Kolonial Pemerintahan Belanda”.

Sekarang, Perbuatan NGAYAU Telah berhenti Total. Agama Asli KAHARINGAN Suku Dayak yg menjadi Pelopor Ngayau. juga telah semakin memudar. Pemerintah Indonesia dianggap sukses merubah Agama Kaharingan dimasukkan ke dalam kategori “Agama Hindu”.

Agama Kaharingan Asli Suku Dayak Punah berlebur menjadi Agama Hindu Kaharingan. Praktis Pembantaian Genosida ala Ngayau juga Punah.

2]. PEMBANTAIAN ANGGOTA PKI


Jumlah Korban : 500.000 Orang
Tahun : 1966

Pembantaian di Indonesia Tahun 1965–1966 di sebut juga Genosida di Indonesia merupakan Peristiwa Pembantaian Terhadap orang-orang yg dituduh Komunis di Indonesia pada masa Gerakan 30 September.

500.000 Juta Orang di Bantai dan 1.000.000 Juta Orang yg tergabung dalam Partai PKI di Penjara untuk masa transisi ke Orde Baru. Pelaku Pembantaian juga Termasuk Rakyat Indonesia dan Tentara Indonesia yg ikut Terlibat membunuh Anggota PKI.

Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan dan dianggap sebagai Partai Terlarang karena ingin mendirikan Indonesia mirip seperti China atau Rusia. yang tanpa Ke-TUHANAN MAHA ESA. namun mengagungkan Kebijakan Perjuangan Ekonomi Kesejahteraan yg harus dikuasai sepenuhnya oleh Negara.

Foto : Pembantaian anggota PKI
Hasil Akhirnya. Semua orang yg memiliki Paham Ideologi PKI dibunuh, dibantai, dibersihkan dari Politik, Sosial, dan Militer.

Kemudian Soeharto diangkat menjadi Presiden RI untuk menghilangkan Pengaruh Ideologi PKI secara Total.

Artikel Lainnya :

3]. PEMBANTAIAN ETNIS SUKU MADURA
Foto : Etnis Dayak
Jumlah Korban : > 1.000 [Ribuan Warga Madura Kehilangan Tempat Tinggal]

Tahun : 2001

Konflik Bermula Ketika Para Migran dari Pulau Madura Datang ke Pulau Kalimantan Tengah untuk bekerja, berdagang, berbisnis, Berusaha dan Bercocok Tanam. Banyak Warga Madura Merantau akhirnya Meraih Kesuksesan & Kekayaan di Kalimantan Tengah.


Warga Madura juga Sukses dalam Industri Perkayuan, Penambangan dan Perkebunan. Mereka Sukses di Mulai dari 0.

Mendengar Kabar Berita Kesuksesan dari Kerabat Keluarga yg Sukses. Mengundang Semakin Banyak Warga Madura datang berbondong-bondong ke Pulau Kalimantan hingga membentuk 21% Populasi di Kalimantan Tengah.

Namun sayangnya, warga Madura yg datang kali ini kebanyakan merupakan Preman, Penjahat dan Bandel yg ingin Sukses dengan Cara Cepat.

Mereka Bekerja bukan dengan cara yg benar seperti yg dilakukan oleh Warga Madura yg Sebelumnya datang ke Kalimantan Tengah yg bekerja dengan Baik dan Benar.

Preman-Preman Madura dari Pendatang Madura Seenaknya Mengklaim Tanah Kalimantan Tengah adalah Hak Miliknya. Preman Tersebut juga Semakin Agresif di Banyak Bidang Bisnis dengan cara menyerang, memaksa, dan menyiksa orang-orang dayak. Termasuk mengusir warga dayak asli dengan membakar rumah.

Suku dayak memiliki sejarah Kelam dalam Praktik Ritual keagamaan Kuno Kaharingan yg disebut Pemenggalan Kepala (Ngayau). Percekcokan antara Madura & Dayak mengakibatkan Sifat Lama Ngayau Kembali aktif.


Tak ayal, di Perkirakan Ribuan Orang Madura Tewas Kehilangan Kepala akibat di Bantai.

Ratusan Ribu Rumah Warga Madura juga Turut di Bakar. Ribuan Warga Madura Berlari & Berlindung di Balik Perlindungan Aparat Polisi dan TNI. Sesembari menunggu untuk di Pulangkan Kembali ke Pulau Madura menggunakan Truck-Truck Militer yg di Jaga Ketat TNI.

Apabila Tanpa Adanya Perlindungan Polisi & TNI. Di Perkirakan Jumlah Korban Pembantaian Warga Madura Dapat Tembus Hingga Ratusan Ribu Orang dengan cara di Ngayau. Tak Peduli Anak-Anak atau Wanita.

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU