Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Setelah Kehilangan Eropa, Apakah Australia Tetap Menjadi Sekutu Israel ? (2017)

Pada Tanggal 14 Mei 1948. Ketika Orang-Orang Yahudi Membentuk Negara Israel di Tanah Palestina. Negara Amerika Serikat adalah Pendukung Utama Israel dari Awal Bahkan Hingga Saat artikel ini saya Tulis Bagi Anda ya.

Belum ada Satupun Negara di Dunia ini. Selain “Amerika Serikat” yg Entah mengapa Selalu saja berada di Garis Depan membantu Israel.

Amerika Serikat juga yg Rela mengeluarkan Kocek Dana Uang Sebesar $ 3 (atau Sekitar Rp 40 Triliun) Per Tiap Tahun Rutin Kepada Israel Secara GRATIS Tanpa di Pungut 0% Bunga Utang.

Selain Amerika Serikat. Sebenarnya Beberapa Negara Eropa Seperti “JERMAN”. Juga di Kenal Sebagai Sekutu Terbaik Israel.

Namun atas Pernyataan maaf Jerman Ketika masa lalu Telah Membantai 6.000.000 Juta umat Yahudi dalam Peristiwa Pembantaian Genosida Holocaust Tahun 1933 – 1945.

Pemerintah Jerman meminta Permohonan maaf dengan memberikan Israel sebuah Sumbangan Kapal Selam Kelas Dolphin dan Pembangunan Kapal Perang Sa’ar untuk Pemerintah Israel secara GRATIS.

ISRAEL MULAI KEHILANGAN TEMAN TERBAIK JERMAN
Di Lansir dari Republika.co.id

Pemerintah Israel sebenarnya sudah menduga dan Telah memprediksi bahwa Jerman Pasti suatu saat nanti akan meninggalkan Israel.

sebagai informasi kepada Anda. Hampir kebanyakan negara di Kawasan Eropa Telah menyatakan Mengecam Israel dan ingin melakukan Embargo atau Boikot Terhadap seluruh Produk-Produk Israel yg ada di Eropa dengan cara di Labeli.

Mulai dari Ferancis, United Kingdom, Finlandia, Norwegia, Swedia, Denmark, Spanyol bahkan hingga Italia

Selain Eropa. di Kawasan Lain Seperti. Venezuela, Kuba, Kanada, Iran, Africa Selatan, Suriah, Malaysia, Mesir, Pakistan, Somalia, Niger, Bangladesh, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Suriname, Pantai Gading, Kamerun, Uganda, Gambia, Bahrain, Yordania, Oman, Senegal, Aljazair, Yaman, Afghanistan, Lebanon, Chad, Guinea, Libya, Kuwait, Tunisia, Burkina Faso, Irak, Turkmenistan, Bahkan hingga Indonesia. juga Turut memboikot Produk Israel dan Mengutuk Israel.

Terutama atas Permasalahan Hal Pengambilalihan Tanah Resmi milik Palestina Tepi Barat yg di Jadikan Pemukiman Yahudi.

Termasuk Singapura yg lebih memilih solusi 2 Negara. Walaupun Israel adalah Sahabat Singapura. Tetapi Singapura sangat berhati-hati mengingat jumlah pemeluk islam di Singapura tidaklah sedikit. Sahut Lee Hsien Loong.

ISRAEL INGIN TEPI BARAT PALESTINA MENJADI 1 NEGARA ISRAEL
Foto : Polisi IDF Israel Menahan Seorang Warga Palestina

Mengapa Banyak Negara Eropa dan Negara-Negara Lain mengutuk, mengecam, dan ingin melakukan Boikot Terhadap Israel…?

Masalah ini Bermula Ketika Israel yg Terus saja menghancurkan Gedung-Gedung dan Rumah-Rumah Penduduk Palestina di Tepi Barat. Kemudian mendirikan Pemukiman Yahudi.

Foto : Terlihat Tentara IDF Israel Berjaga-jaga di depan Buldozer yg menghancurkan Rumah Palestina



Hal Tersebut lah yg Kemudian di kecam oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa).

PBB menginginkan agar aksi Israel berhenti untuk mencaplok Tanah Palestina.

PBB kemudian mencari solusi dengan membentuk 2 Negara Hidup Damai Berdampingan antara Palestina dan Israel. Namun Tetap Saja. Israel ingin Seluruh Kawasan Tepi Barat Palestina menjadi Hak Bagi Pemerintah Israel dan menjadi 1 Negara Israel.

Sejauh ini, Negara yg Mendukung Israel adalah Amerika Serikat.

Ketika Pemerintahan Barrack Obama, Amerika Serikat memilih “Abstein” di Lembaga Organisasi PBB.


Namun Ketika Donald Trump menjabat menjadi Presiden AS. Keadaan menjadi samar-samar. Terkadang AS mendukung Israel dengan Solusi 1 Negara, Terkadang disisi Lain AS mendukung Palestina dengan Solusi 2 Negara.

Tergantung Kepada Kedua Belah Pihak mana yg Senang. Sahut Donald Trump.

Yang Sebenarnya Jika di Telaah AS Tetap Mengacu kepada Israel. Mengingat AS jugalah yg ingin Jerusalem menjadi Ibukota Yahudi. Bukan Palestina.

Namun AS Tampak begitu hati-hati Terhadap Masalah ini dan ngga Pengen Salah dalam Berkomentar Mengingat AS memiliki Partner Sekutu Terbesar di Kawasan timur Tengah yg Mayoritas Muslim Pendukung Palestina.

Bagaimana dengan HAMAS

Hamas adalah Organisasi Partai Politik yg mengontrol GAZA. Berbeda pendapat dengan Fatah di Tepi Barat. Hamas Menolak Solusi 2 Negara dan juga Menolak Mengakui 1 Negara Israel.

Hamas ingin Palestina diakui di dunia secara Internasional sebagai sebuah Negara Palestina Penuh Utuh Tanpa Satu orang pun Yahudi.

Artikel Lainnya :

Bagaimana dengan AUSTRALIA
Di Lansir dari Surat Kabar The Australian (22/2/2017) :

Pemerintahan Australia tidak akan mendukung resolusi PBB yg mengkritik Israel atas Pemukiman di Tepi Barat Palestina dan Australia menyesalkan Kampanye Boikot.

Australia Sebagai Negara Kristen Mayoritas, memiliki Warisan Budaya dari Alkitab dan Nilai Nilai Dasar, Imajinasi Kami. Sahut Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Namun Australia Tetap mendukung solusi 2 negara Israel-Palestina. Berbeda dengan Keinginan Israel yg ingin 1 Negara Mencaplok Seluruh Kawasan Tepi Barat, Palestina. 

Dapat di Ambil Kesimpulan. Seluruh Negara di Dunia ini Kebanyakan Menolak Keinginan Israel. Kecuali AS yg Pendapatnya masih membingungkan. 

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat. GBU