Langsung ke konten utama

Bencana mengerikan Apabila Bitcoin, Blockchain dan Universal Basic Income di Terapkan di Dunia (2017)

Bagi Teman-Teman yg Baru Pertama Kali membaca Artikel ini. Mungkin Bisa Kesulitan Memahami Tulisan dibawah ini apabila Belum Mengenal apa itu Bitcoin, Blockchain dan Universal Basic Income.

Informasi Mendetailnya. Dapat Kita Baca Pada Tautan Label yg ada di Blog ini. Yaitu : Pendidikan Finansial Bitcoin dan Investasi Cryptocurrency. Agar dapat lebih mudah memahaminya nanti.

Nah, Langsung aja ya.

BITCOIN DAN UNIVERSAL BASIC INCOME MERUPAKAN BIROKRASI PEMERINTAHAN YANG SEMPURNA
Dalam Beberapa Tahun Terakhir. Saya Telah Membaca Begitu Banyak Artikel Tentang Penerapan Percobaan Universal Basic Income. Mulai dari Negara Belanda, Italia, Kanada, Amerika Serikat, Skotlandia, India, Israel, Swiss, Brazil dan Finlandia.

Pada Tanggal 1 Januari 2017. Negara Finlandia adalah yang Pertama Memulai Menerapkan UBI (Universal Basic Income). Dimana Pemerintahan Finlandia Telah Memilih 2.000 Orang Secara Acak Sebagai Percobaan UBI.

universal+finlandia.jpg (665×340)

Ngga Peduli Apakah Mereka Seorang Pengangguran atau Telah Bekerja. Mereka di Bayar Penghasilan Dasar oleh Pemerintahan Finlandia Sebesar 560 Euro atau sekitar Rp 7.800.000 Per Bulan. Langsung ke Rekening Bank Masing-Masing lho. 

Di Indonesia Sendiri. Sistem UBI juga Telah di Terapkan melalui PKH (Program Keluarga Harapan) dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang membayar sebesar Rp 110.000/Perbulan Tiap Keluarga.

Tapi Program yg disebut oleh Presiden Jokowi Sebagai Kartu Sakti Tersebut. Kurang Layak di sebut UBI. Melainkan disebut sebagai Conditional Cash Transfers atau CTT.

kks.jpg (700×393)

Di Mana Sistem CCT Tersebut Hanya Bertujuan sebagai Program untuk mengurangi Kemiskinan, ketimpangan sosial, dan menyasar Keluarga Kurang Mampu aja.

Hal ini Berbeda dengan UBI (Universal Basic Income) yang menyasar ke semua orang mulai dari anak-anak, dewasa, orang tua, hingga Kakek Nenek. Tak Peduli Kaya atau Miskin. Bekerja atau Pengangguran. Mereka Tetap di Bayar atau di Gaji oleh Pemerintah.


Timothy Cook Tim Draper, Seorang Amerika Venture Capital Investor Pernah Menyarankan Agar UBI dibayar menggunakan “BITCOIN”.

Menurut Beliau. Teknologi Blockchain Bisa Membantu Pemerintah dalam memberikan Penghasilan Dasar ke Tiap Dompet Setiap orang secara Adil, Jujur, Mudah, Cepat dan Efesien. Sehingga menjadikan Birokrasi Keuangan Pemerintahan yg Sempurna.

Ketimbang menggunakan Sistem Perbankan dan Uang Konvensional.

Apa Dampak Negatif yang Terjadi Apabila Bitcoin dan Universal Basic Income di Terapkan di Bumi

Bitcoin dan Universal Basic Income. Sebenarnya merupakan Sesuatu Hal yg Positif dan Baik Bagi Kita Semua. Namun Keserakahan dan Pola Pikir yg pengen menang sendiri membuat Hal yg Baik Menjadi Negatif.

Di Blog ini, Saya Telah Membahas Begitu Banyak Tentang Sisi Positif Bitcoin dan Universal Basic Income.

Berikut adalah Dampak Mengerikan Dari Sisi Buruk Apabila Bitcoin dan Universal Basic Income di Terapkan.

1]. LEDAKAN MASIF PERSAINGAN JUMLAH PENDUDUK

Apabila UBI di Terapkan. Maka Memicu Negara Lain Saling Berlomba-lomba untuk memperbanyak Kelahiran Anak.

Apabila Hal ini ngga dilakukan maka Negara Tersebut akan Tersisih dan mungkin akan Punah dari muka bumi ini.    

2]. KETIMPANGAN & KELAPARAN KEPADA NEGARA LEMAH

Apabila UBI di Terapkan Maka Pola Persaingan akan Berubah. Bukan Persaingan Antar Desa atau Antar Kabupaten. Tetapi Antar Negara.

Sebuah Negara yg Lemah dicirikan dari Ketahanan Pangan Nasional yg Buruk, Utang Menumpuk, Jumlah Penduduk Sedikit, Kematian Ibu Anak Tinggi, Industri BUMN Hancur.

dan berakhir dengan Semakin Memburuknya Pemerintahan itu Karena Tak Sanggup Lagi Bersaing.  

3]. NEGARA KUAT MENCAPLOK NEGARA KECIL
UBI suatu saat dapat memicu Negara Kuat akan Mencaplok atau Membeli Tanah dari Negara Kecil yg Lemah dari sisi Keuangan.

4]. PEMERINTAH MENDORONG RAKYAT AGAR MEMILIKI SIFAT KONSUMTIF
Konsumtif adalah Perilaku yg Berarti Memakai, Membeli, dan Menggunakan Produk Sebanyak Mungkin.

Sifat ini. Khususnya Pada Negara yg Kalah. Dapat mendorong Pemerintah agar membiarkan Rakyatnya menjadi Konsumtif Terhadap Produk Asing. Dengan Tujuan meningkatkan Keuntungan dari Pajak atau Bea Cukai.

5]. KEMALASAN dan PEPERANGAN 

UBI memicu sebagian orang menjadi Malas bekerja. Beberapa Negara yg Kalah justru akan mengalami bencana Peperangan, Utang Menumpuk, Kemiskinan, dan Kelaparan Ekstrem. 

Beberapa Negara Lain Kemungkinan dapat Hidup dalam Konflik Peperangan Extrem selama bertahun-tahun akibat Perbedaan Politik, Ekonomi, Hukum dan Perbedaan Pola Pikir 2 Kubu yg Berseberangan.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post