Langsung ke konten utama

Amerika Raytheon mendapatkan Lisensi Senjata Israel uVision (2017)

Pada Tanggal 27 Mei 2016. Perusahaan Teknologi Militer Raytheon (Saham Investasi : NYSE : RTN).

Telah Resmi menandatangani Perjanjian kerja sama Militer dalam Bidang Persenjataan untuk mengadopsi senjata dari Perusahaan Uvision asal Israel.

Merebaknya Perkembangan Teknologi yg Semakin Cepat, Peperangan Asimetris yg Semakin Kompleks dan Kemajuan Drone Berharga Murah yg Semakin Marak di Jual di Toko online.

Memberikan Tantangan Tersendiri bagi banyak Perusahaan Militer dalam menciptakan inovasi Lawan Tanding atau Penyeimbang.

Raytheon mendapatkan Lisensi Hero-30
Drone+Hero.jpg (658×658)

Hero adalah Senjata Drone Bom Bunuh Diri. Senjata ini Berbentuk Portable, Ringan dan Mudah di Bawa oleh Unit Unit Tentara Kecil.

Mampu Melakukan Serangan Independent, Memiliki Kecepatan Jelajah 180 Km/Jam, dan Dapat Terbang Rendah di Balik Pepohonan atau Rumah Rumah Perkotaan.

Tingkat Kebisingan Rendah, Sulit Terlacak Thermal Signature, Low Acoustic, Tentunya Hemat Biaya dan Lebih Murah dari Rudal Jelajah.

Dapat Pula Bertindak Sebagai ISR. Mampu Berkeliaran Menyusup Pertahanan Lawan Secara Diam Diam Tak Terduga dari Sudut Horizontal atau Vertical. Memiliki Konektivitas Koneksi Lengkap.

Berat Hulu Ledak Mulai dari 0,5 Kg – 97 Kg. Mampu Menjangkau Wilayah Musuh Hingga Jarak 1 – 250 Km dan dilengkapi Datalink LOS. Mampu Bertahan di udara dari 30 menit -  7 Jam.

Bahan Bakar menggunakan Listrik (Electric).

UVision.jpg (640×251)

Senjata ini dapat kembali secara Vertical ke Pangkuan Tentara si Empunya dengan Parasut. Apabila Misi Target di Batalkan. 

Uvision menciptakan Hero dengan 6 Model.

Mulai dari Hero 30, Hero 70, Hero 120, Hero 250, Hero 400 dan Hero 900.

Drone+Kamikaze+Israel.jpg (639×429)

Semakin Tinggi Nominal Bilangannya, Semakin Besar pula Daya Ledak, Daya Jelajah, dan Ketahanannya.

Perusahaan Raytheon asal Amerika Serikat. Di Berikan Lisensi untuk memproduksi Hero 30. Tetapi dengan Nama Berbeda ala Amerika Serikat dan dengan Tambahan Modifikasi.

Dr Thomas Bussing dari Wakil Presiden Raytheon mengatakan :

Raytheon dan Uvision akan menawarkan unit unit kecil Angkatan Darat AS kemampuan senjata baru dengan Sistem Loitering yg dikembangkan secara menyeluruh dan portable.

Sistem ini secara signifikan meningkatkan kesadaran situasional dan kekuatan tempur unit kecil di medan perang.

Modifikasi Hero 30 Menjadi LMAMS
israel+alusista.jpg (658×387)
Foto : Israel Hero Drone
LMAMS atau Lethal Miniature Aerial Missile Systems Merupakan Modifikasi dari Hero 30.

Perbedaan Modifikasi Terlihat dari Bagian Sayap dan Pelontar.

Pada LMAMS, Pelontar hanya menggunakan 2 Penyangah Besi yg ditegakkan Lurus ke atas. Kemudian di Sisi Sayap dimodifikasi menyerupai Pesawat Terbang ala Model Turboprop yang bisa di rakit dan di simpan di dalam ransel Tentara.

Youtube : Amerika Serikat LMAMS


Selain Perusahaan Raytheon Amerika Serikat.

Israel Uvision juga Telah Memberikan Lisensi Kepada Perusahaan Teknologi Korea selatan Firstec (http://www.firsteccom.co.kr/). 

Korea Selatan di Percaya untuk memproduksi dan menjualnya ke Dunia Internasional ala adaptasi versi Lokal Korea Selatan dengan Nama Merk Penjualan Berbeda.

Tentang Raytheon :

Raytheon didirikan pada Tahun 1922 di Amerika Serikat. Memiliki Tenaga Kerja 61.000 Orang. Berpengalaman dalam Inovasi Teknologi dan Penjualan Senjata Selama 95 Tahun.

Ahli dalam Berbagai Produk Persenjataan dan Keamanan.

Sejak 2011. Perusahaan Raytheon Telah menjalin mitra kerja sama saling menguntungkan dengan Israel dalam Bidang Penjualan Persenjataan Rudal, Interceptor Pencegat, Drone dan Elektronik Penginderaan untuk Pasar Internasional. 

Saham Raytheon di Perdagangkan di The New York Stock Exchange.

CEO Uvision, Noam Levitt dari Israel mengatakan :  Kami berkeinginan bekerjasama dengan Raytheon karena merupakan salah satu perusahaan Teknologi Militer dan Pertahanan Paling Inovatif di Dunia.

Artikel Lainnya :

Tentang UVISION :
Uvision adalah Perusahaan Teknologi Israel yg Khusus mengembangkan Senjata Drone Bom Bunuh Diri Berkeliaran. Kemampuan utamanya Hemat Biaya, Memiliki Integrasi Komunikasi, dan Mematikan.

Sejak Beberapa Dekade yg Lalu, Israel Telah Berpengalaman dalam Rudal Jelajah Lora, Rudal Popeye, Rudal Gabriel, Rudal Delilah dan Rudal Jericho Nuclear Missile.

Kini, Israel melalui Uvision memperkenalkan salah satu Drone Penjelajah Berkeliaran Bom Bunuh Diri. 

Youtube : Israel Uvision


Terima Kasih. Semoga Bermanfaat. GBU

Related Post