Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Amerika Serikat Sukses Menembus Sistem Pertahanan S-300 dan S-400 Rusia di Suriah (2017)

Beberapa Tahun yg Lalu, Pemerintahan ‘Amerika Serikat’ memikirkan bagaimana cara agar dapat menembus Sistem Pertahanan Perisai Udara ‘Rudal S-300’ dan ‘S-400 Rusia’.

Amerika Serikat Telah Menciptakan Berbagai Metode Teknologi, Seperti Jamming, LRASM, Drone Mikro Perdix, JASSM, Kaloborasi F-35 F-22 Raptor, dan Berbagai Teknik Lainnya.

Pada Hari Jumat, Tanggal 7 April 2017.

Amerika Serikat Membuktikan Mampu Menembus Sistem Pertahanan S-300 dan S-400 Milik Rusia yg di Tempatkan di Suriah. Dengan Menghancurkan Total Pangkalan Udara Shayrat Milik Pemerintah Syiah Bashar al Assad.


Atas Perbuatan Serangan Rudal AS Tersebut,

Hizzbulah, IRAN dan Pemerintah Indonesia mengutuk aksi Tersebut.

Tetapi…,

Pemberontak Suriah, Liga Arab dan Eropa NATO Bersorak-sorai Gembira. Mereka Bahkan Berharap Amerika Serikat Tak Hanya Menghancurkan 1 Bandara Udara saja.

Tetapi Seluruh dari Semua Bandara dan Pesawat Tempur yg Terparkir milik Presiden Syiah Assad.

BAGAIMANA AMERIKA SERIKAT MAMPU LOLOS DARI PERISAI UDARA S-300 dan S-400 di SURIAH.
Foto : Cakupan Rudal dan Radar Rusia di Suriah
Rudal S-300 dan S-400 milik Rusia Merupakan Teknologi Tangguh.

Perisai udara Tersebut Hingga saat Artikel ini Saya Tulis Bagi Anda. Terbukti Membuat Ciut Nyali Militer Amerika Serikat. 

Pesawat Tempur (Berawak) AS, Memang Kini Tak Lagi Bisa dengan Bebas dan Leluasa mudah mengobok-obok Pemerintahan Suriah Bashar Al Assad. Untuk Melakukan Aksinya, AS Terlebih Dahulu Harus Berkomunikasi dengan Rusia. 

Rusia juga menempatkan Sistem Pantsir, Buk-M2 dan Tor yg mampu melumpuhkan serangan udara jarak pendek dan menengah.

Tetapi Kejadiaan Tanggal 7 April 2017 membuktikan Bahwa Sistem Perisai Rusia yg Tercanggih sekalipun memiliki Kelemahan.

APA KELEMAHAN S-300 dan S-400
Foto : Rudal Perisai Udara Rusia
Pada Tanggal 7 April 2017.

Militer Amerika Serikat Melalui Kapal Perang USS Ross (DDG-71) dan USS Porter (DDG-78). Menembakkan 59 Rudal Jelajah Tomahawk.  

Foto : Tomahawk
Ini adalah Serangan Pertama AS dalam Menyerang Infrastuktur di Suriah yg di Lindungi oleh S-300 dan S-400 Rusia.

Alex Kokcharov dari Analisis HIS Maarkit. Yakin Bahwa Tak Sulit Bagi Rudal-Rudal S-400 Melumpuhkan Tomahawk yg sebenarnya hanya berkecepatan Subsonic. Cakupan Radar Rusia yg Handal juga Bukan Hal yg Sulit untuk mengendus Keberadaan Tomahawk.

Di Tambah Lagi, Sebelum Serangan Tomahawk. 1 Jam Sebelumnya. AS yg dipimpin oleh Presiden Donald Trump Telah Menelpon Bahwa akan ada Serangan Rudal Jelajah ke Bandara Udara Shayrat.


Serangan Tersebut Tak Jauh dari Pangkalan Udara Hmeymin di dekat Al Assad Airport dimana Rudal S-400 di Tempatkan.

Banyak Analisis dan Pendapat Bermunculan dari Peneliti Militer. Mengapa Hal ini dapat Terjadi Sehingga AS bisa dengan mudah menembus S-300 dan S-400 Rusia.

Umumnya ada 2 Hal. Yaitu :


1.] Keputusan Politik Rusia yang Enggan.
Ketika AS Menembak Rudal Tomahawk. Rusia Pada Dasarnya Dapat Melumpuhkannya. Tetapi Tak ada Satupun Balasan S-300 dan S-400 yg di Luncurkan.

Analisis Memperkirakan Karena Rusia enggan membantu lebih jauh dan memberikan Gambaran ke Presiden Al Assad Suriah Bahwa Bantuan Rusia ada Batas dan Harganya.

Sebagai Informasi. Rusia Merupakan Sales Senjata Terbesar Nomor #2 di Dunia. Tentu Rusia Telah Bermain Hitung-Hitungan Matematika. Untung & Ruginya Apabila Memutuskan untuk Menjatuhkan Rudal Tomahawk.

Artikel Lainnya :

2.] Atau Inikah Kelemahan dari S-300 dan S-400

S-300 dan S-400 Bukanlah Senjata Murah.

Sedangkan Tomahawk adalah Rudal Tua Kelahiran 1983, Berkecepatan 880 Km/Jam, Tanpa Awak, dan Mampu Menembak Sejauh 2.500 Km dari Lokasi yg aman.

Rudal Tomahawk memiliki Harga Per Unit $ 1.000.000 atau Sekitar Rp 13 Miliar Rupiah.

Ketika Kapal Perang AS Menembak Rudal Tomahawk di Lakukan dalam waktu yg Bersamaan dengan jumlah peluncuran yg banyak hingga 59 Unit untuk menghancurkan 1 Target Bandara dalam 1 Waktu.

Jika di Analisis. Tentu Bukan Hal yg Mudah untuk Menghancurkan Gerombolan Tomahawk dalam 1 Waktu. Apalagi dalam Jumlah yg Banyak.

Apakah ini yg Menjadi Dasar dari Kelemahan S-300 dan S-400.