Langsung ke konten utama

Mengapa Amerika Serikat mempersenjatai Kurdistan untuk melawan ISIS dan Syiah Suriah (2017)

Foto : Kurdi
Perang memang membuat banyak orang Ketakutan. Pada Tahun 2017, Peperangan mulai tak Lagi mengikuti kaidah Hukum Peraturan PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa).

Bukan Hanya Militer yg dijadikan Sasaran AK47, BOM dan RPG.

Tapi Warga Sipil Telah menjadi Target & Korban dengan tujuan memusnahkan atau membuat punah suatu Populasi negara untuk digantikan dengan sebuah Negara Baru yg Lebih Berkuasa.

Ini Lah yg Terjadi di Suriah & Irak saat ini.

Rakyat Islam Sunni Suriah Tak akan Mampu Bertahan melawan ISIS & Syiah Bashar al Assad
Foto : Presiden Suriah Bashar al Assad sedang Menyusun Strategi

Pada Tanggal 22 November 2016. Di Lansir dari Aljazeera.com

Tepatnya Pada KTT APEC di Lima Peru.

Peperangan di Suriah Telah Menelan Korban Jiwa Sebanyak 230.000 Ribu Orang dengan Jutaan Pengungsi ke Berbagai Negara.

Barrack+Obama.jpg (661×429)

Presiden AS Barrack Obama Ketika itu mengatakan Bahwa Kelompok Pemberontak Moderat Sunni Suriah (Seperti Free Syrian Army dan Syria Democratic Forces). Telah Berada di Ujung Tombak.

Cepat atau Lambat, Mereka Tak akan Bertahan.

Dalam Bahasa Kita Sehari-hari. Kita Menyebutnya Sebagai Istilah “Tamat atau (Punah)”.


Ngga akan ada Lagi Rakyat Islam Sunni di Suriah Suatu saat nanti. Baik oleh Kematian atau mengungsi ke negara lain.

Untuk Meluruskan Informasi simpang siur (Hoax). Perlu di Ketahui. Presiden Bashar al Assad didukung penuh 100% oleh Rakyat Mayoritas Syiah. (Tak ada Satupun Rakyat Sunni yg Rela mendukung Bashar. Ini adalah Hoax).

Kasus Berbeda Terjadi di Irak
Foto : Pasukan Khilafah ISIS
Untuk Melawan ISIS (Islamic State).

Kasus Berbeda Terjadi di Irak. Di Mana, Syiah dan Sunni di Ketahui Bersama-sama Berperang melawan Daulah Islamiyyah ISIS.  

Namun yg jadi pertanyaannya di masa depan. Apabila ISIS berhasil di Kalahkan di Irak.

Ada Kemungkinan, Syiah Irak dan Sunni Irak Kembali Berperang untuk saling menunjjukan Pengaruh Kekuasaan.

Jika Hal ini Terjadi, IRAN yg didukung Militer RUSIA. Tentu berperan aktif secara signifikan membantu merongrong IRAK. Sehingga Sunni Irak juga dapat menuju era Kepunahan.

Alhasil, Negara Irak & Suriah akan berubah Total menjadi Negara Syiah mirip seperti IRAN. Lebanon dari Grup Hizzbulah Tentu Menyusul Kemudian.

AS Tentu ngga Mungkin Terus Terusan Membantu Rakyat Sunni Irak Jika Kondisi Sudah Sulit untuk Meraih Kemenangan.

Membantu Irak justru membuat Gelembung utang Biaya Perang AS semakin membengkak hingga $ 19 Triliun Dolar.

Arab Saudi mayoritas Islam Sunni yg Tergabung dalam Gulf Union (Gulf Cooperation Council) Bersama Kuwait, Qatar, UEA, Bahrain dan Oman Tentu Kesulitan membantu Rakyat Islam Sunni di Irak.

Karena untuk menghadapi Syiah Houthi di Yaman sudah Tertatih tatih.

Pemerintah Amerika Serikat Tentu Tak Mungkin Dapat Bersahabat dengan Negara-Negara Syiah yg sebenarnya masuk dalam Blok RUSIA.

Rusia adalah Musuh Terbesar & Terkuat bagi AS.

Foto : Tentara Rusia Berjaga-jaga di Suriah
Dari Artikel di Atas, Terungkap Alasan. Mengapa Amerika Serikat mempersenjatai Kurdistan untuk melawan ISIS dan Syiah di Suriah. Karena sudah tak ada harapan bagi Islam Sunni di Irak & Suriah dapat berjaya. Membantunya sama saja Sia-Sia jika berakhir dengan Kekalahan.

Sehingga, Amerika Serikat membutuhkan Kurdistan untuk menghadang Laju Peperangan melawan ISIS dan Grup Syiah (Iran, Bashar Suriah, Irak PMF, Lebanon Hizzbulah)

Artikel Lainnya :

Tentang Kurdistan

Kurdistan adalah Sebuah Negara Tak di akui yg Terletak di bagian Tenggara Turki, utara Suriah Irak dan bagian barat laut Iran.

Negara ini dikenal memiliki Pejuang Peshmergan Fighter yg Gagah Berani.


Umumnya berasal dari Islam Sunni.

Namun di anggap Terorist oleh Turki Karena merebut wilayah Perbatasan Turki.

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post