Langsung ke konten utama

Pilih Mana, Menambang Bitcoin di Rumah atau Menyewa dengan Perusahaan Lain (2017)

Pada Tahun 2009 yg Lalu. Banyak Orang Menambang Bitcoin dengan hanya bermodalkan Plesdis dan Laptop. Tanpa ada Penambahan Alat-Alat Lain. Mereka udah dapat mengumpulkan Banyak “Uang Virtual” dalam sehari.

Namun, karena Hukum Alam bekerja disini. “Ada Gula ada Semut”. Gula Berlimpah, Semut Terus berdatangan untuk mencicipinya. Semut-Semut yg Lain pun Terus berdatangan. Akhirnya Persaingan merebut Gula pun menjadi makin Ketat.

Hal ini juga Terjadi di Ranah Bisnis Mining, Miners, atau Cloud Mining dalam merebutkan Uang Virtual di Dunia Maya. Seperti Bitcoin, Zcash, Ether, Litecoin, Dogecoin, Dash, dll

Profil Penambang Uang Digital   

Memang ngga dipungkiri lagi ya, menjadi Ahli di Bidang Miners dapat menghasilkan Pundi-Pundi Penghasilan. Ada yg Sedikit ada juga yg Banyak.

Tergantung Tekad masing-masing orang.

Antonio, Penambang Miners Bitcoin di Indonesia mengatakan :

Awal-Awal saya masuk kayak gitu, untungnya kecil, jadi balik modalnya bisa setahun atau kurang. Cuma ngga tahu ada apa gitu, akhir akhir ini meledak uangnya kayak melipat kali dua, kali dua, kali dua, kali dua lagi, kali dua lagi. Sekarang itungan saya punya 3x modal, 2x modal. Saya lagi enak-enaknya, bayar listrik tetap Rp 2.000.000 juta. Saya nya dapat Rp 30.000.000 jutaan, Rp 20.000.000 jutaan. Tergantung Fluktuasinya.

Youtube : Wawancara Profil Penambang Uang Digital Via CNN

EVOLUSI :
Pada awalnya menjadi Miners bisa dilakukan dengan modal 1 Komputer saja. Tapi sekarang masih tetap bisa. Tapi kecil banget hasilnya ya. kalaupun dipaksakan hasilnya menjadi seperti ini.


Evolusi Miners Berubah dari Waktu ke Waktu.

Dari Semula CPU, ke GPU, ke FPGA dan Terakhir ke ASIC. Sekarang Perangkat dan Hardware menjadi Lebih banyak apabila menginginkan keuntungan yg besar pula.


Ada Miners yg saat ini masih bekerja Skala Kecil di Rumah. Beberapa Miners yg Lain memilih ikut mendaftar atau menyewa ke Perusahaan Cloud Mining karena ngga pengen ribet dalam mengurus Hardware.

Banyak Orang yg Masih Pemula Kebingungan.

Apakah membangun Sendiri atau Ikut ke dalam Perusahaan.


Berikut Gambarannya :

Kelemahan Menambang Mining di Rumah

~ Membeli Perangkat Hardware dan Komputer

~ Beban Tarif Listrik (Di Indonesia masih menggunakan Daya Listrik Non-Terbarukan)

~ Kemungkinan Downtime (Matlis. Mati Listrik)

~ Beban Membeli Biaya Peralatan Tambahan Pendingin

~ Rumah anda bisa menjadi Panas. Akibat Komputer mengeluarkan Hawa Panas Berlebih

~ Berisik karena komputer menyala 24 Jam Sehari Non-Stop. 

~ Membutuhkan Ruangan kamar yg Cukup Luas untuk menyimpan alat-alat Komputer

~ Membutuhkan Keahliaan IT

~ Membayar Paket Data Internet  

~ Bagi Mereka yg Menambang Bitcoin dan Aset Uang Digital Lainnya via Rumahan. Di Tuntut untuk Terus Maju dalam berpola Pikir apabila ngga pengen Rugi.

Keunggulan Menambang Mining Melalui Perusahaan Teknologi

Berbeda dengan Mining versi Skala Kecil ala Rumahan. Menambang bersama Perusahaan memiliki beberapa Keuntungan. Walaupun dari Segi Kelemahan juga ada.

Karena kita dituntun untuk membayar biaya Tambahan bagi mereka. Dalam istilah ini kita menyebutnya sebagai KONTRAK atau Biaya JASA Pemeliharaan.

Umumnya, Perusahaan-Perusahaan Mining biasanya sudah menjalin kerjasama dengan Produsen Perusahaan Perangkat Keras karena membeli Hardware dalam skala besar sehingga mendapatkan Potongan Harga lebih murah dibandingkan dengan di Pasaran.

Keunggulan lainnya terletak pada wilayah. Dimana Perusahaan ini memilih wilayah dengan Cakupan Tempat-Tempat yg dianggap menguntungkan.

Contoh :

Memilih membuka Pusat Data Penempatan Hardware di Negara-Negara Bersuhu Sangat Dingin. Seperti Islandia, Eropa atau di Pegunungan Pegunungan China.

Dengan cara ini maka ngga dibutuhkan lagi Biaya Pendingin.

Atau bisa juga dengan memilih Negara-Negara yg memiliki Pusat Listrik Energi Terbarukan atau Non-Terbarukan yg Lebih Murah. Seperti di Amerika Serikat atau Rusia. Sehingga Harga Listrik dapat di Tekan

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post