Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Langkah Praktis membawa Panen Ayam kampung Hidup untuk di jual ke Penjual menggunakan Sepeda Motor via Bakul (2017)

Berbisnis Ayam Kampung memang menggiurkan pada Tahun 2017. 

Bagaimana ngga ya, Sekarang Pasokan Permintaan dan Penawaran udah ngga seimbang. 

Ayam Kampung  dikenal memiliki Daging Premium Super Aduhai Gurihnya dibandingkan dengan Ayam Broiler. 

Pasokannya udah ngga mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yg sangat kelaparan dengan hewan berkaki 2 ini. 

Jadi, Ketika Setiap Peternak menjual Ayam Kampung disaat Panen Sekitar 7-9 Bulan. 

Selalu aja Ludes Terbeli oleh Pedagang atau Tempat Jagal Ayam dan Mustahil mereka menolaknya.

Kecuali sang pemilik Ayamnya aja yg mau ngga ngelepas harga di kisaran yg cocok. 

Bagi teman-teman pemula yg baru memulai Peluang Usaha Ternak Ayam Kampung. 

Tapi kebingungan dengan Pemasaran dan Cara Membawa Panen Ayam Kampung untuk di Jual Kembali. 

Artikel hari ini membahas Tips & Trik Praktis Bagaimana membawa Panen Ternak Ayam Kampung ke tempat Penjual menggunakan Sepeda Motor via Bakul.

BAKUL : 

Seperti Pembahasan di atas. Menjual Ayam Kampung saat ini bukanlah sesuatu yg sulit. 

Kita dapat menjualnya ke Rumah makan Sederhana, Restoran, Hotel, Toko Pedagangan Ayam, atau Tempat Jagal Ayam.

Bagi Pemula. Pasti pernah membayangkan. 
Duh membawa Ayam Kampung hidup-hidup ke tempat Penjualan kan sulit. Ayam bisa memberontak, berteriak di Perjalanan, dan mematuk.
Contohnya Seperti Foto gambar di bawah ini.


Ada beberapa Solusi yg Baik dengan membuat Kandang Ayam di Motor. Ini adalah Cara Terbaik agar ayam ngga stress.


Tapi kalau pengen yg Praktis dan Hemat biaya. bisa menggunakan Bakul. 

Dari hasil ujicoba saya. 1 Bakul dapat diisi 3 ekor ayam kampung hidup-hidup.


Apabila di Total. 21 Ayam dapat di angkut via Sepeda motor menggunakan Bakul. 


Bakul adalah Tempat Anyaman yg biasanya Terbuat dari Pohon Bambu atau Tanaman Purun apabila di Kalimantan.

Didalam Bakul, Saat Perjalanan ayam kampung biasanya "TENANG". Asalkan Perjalanan ngga melebihi 1 Jam.

Saat menemui Pedagang. Ayam Hasil Ternak akan dikeluarkan dari Bakul dan di Cek Kesehatannya, di Cek Umur-nya, Apakah udah tua atau masih muda. Pedagang biasanya menolak ayam yg udah terlalu tua.  

Artikel Lainnya :


Kemudian ada Proses Negoisasi Harga. 

Nah disinilah si Pemilik Ternak dan Pedagang akan saling "Adu alot" tawar menawar Harga. 

Jika Harga Setuju di Kisaran yg PAS di KANTONG. 

Uang kemudian diberikan kepada Pemilik Ternak. Makan-Makan nih...,

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU