Langsung ke konten utama

Israel Cropx : Teknologi Sensor Ag-Analitik Peningkatan Pertanian, Hemat air dan Listrik yg Efesien (2017)

Salah Satu Keajaiban yg Terjadi di Israel adalah Kemajuan Ilmu Pengetahuan di Bidang Pertanian.

Wilayah yg dulunya Gersang, Tandus, Identik dengan Padang Pasir khas Timur Tengah.  

Kini, Setelah orang-orang Zionis Israel menetap disana selama 69 Tahun. Berubah Drastis secara mengesankan dan menakjubkan menjadi Surga Pertanian.

Ada banyak Buah Anggur, Jeruk, Kurma, Zaitun, Sayur-Sayuran, dll

Pasir Kering kini berhasil di sulap menjadi Hutan Raksasa Buatan Terbesar di Timur Tengah. 

Perubahan Ajaib ini Tentu Tak Lepas dari Peranan Teknologi. 

CROPX
Teknologi Sensor Ag-Analitik Peningkatan Hasil Pertanian, Hemat Air, dan Listrik

Peneliti Israel, Kembali memperbaharui Teknologi Pertaniannya dengan Cropx. 

Apa itu Cropx dan Keunggulannya.

Cropx adalah Perusahaan Ag-Analytics yg menciptakan Solusi Perangkat Lunak berbasis Cloud yg terintegrasi dengan Sensor untuk meningkatkan Hasil Panen Petani, Menghemat Air, dan Energi Listrik sambil melestarikan Lingkungan. 

Teknologi ini juga menghasilkan Data Peta Irigasi, Topografi dan memetakan Struktur Kekeringan Tanah milik Petani.

CropX Ltd didirikan Pada Tahun 2013 dengan Dana Pengembangan Awal & Riset Sebesar $ 9.000.000 juta dolar atau Rp 109 Miliar Rupiah. (Kurs Rupiah Tahun 2013 : $ 1 = Rp 12.200)

CropX Berkantor Pusat di Israel dan memiliki cabang di Amerika Serikat.  

Bagaimana Cara Kerja CropX

Sensor saja bukan jawaban untuk meningkatkan hasil Panen. Disisi lain diperlukan juga Manajemen diri dari seorang Petani + Smart Software untuk menganalisis Data Kebun atau Ladangnya.

Tanaman agar dapat menghasilkan buah yg banyak. Membutuhkan air. 

Apabila kekurangan Air, Tanaman enggan berbuah lebat. Tetapi masalah krusial lainnya adalah Kelebihan Air juga Ngga baik. Karena Tanaman menjadi Kurang Sehat. 

Ketika Hujan Datang. Petani Tentu ngga perlu menyiram Tanamannya.

Tetapi di Musim Kemarau Petani dipastikan Lebih Keras Extra menyiram Tanamannya.

Masalahnya, Topografi dan Struktur Tanah di Kebun berbeda-beda. Ada Ketikanya di Sisi Lain Tanah mengalami kekeringan, disisi lain mengalami kelembapan di hari yg sama. 


Mengamati satu per satu Tanah di Setiap Tanaman apakah masih kering atau sudah basah. Tentu bukan pilihan bijak karena menghabiskan banyak waktu bagi Petani setiap harinya. 

CropX dapat melakukan Pekerjaan Tersebut. 

Jauh Lebih Cepat, Jauh Lebih Otomatis, dan Data Analisis di Kirim via Smartphone. Sehingga Petani dapat menugaskan Sistem Irigasi Tetes mana yg harus bekerja dan mana yg harus dinonaktifkan.


Sensor ini bekerja secara Nirkabel. Cukup di Tancapkan ke Tanah. 

Kemudian CropX terus mengirim Pembacaan Tanah secara Internet dan Cloud. Software kemudian menentukan cara efektif mengairi bagian-bagian Tanah yg berbeda berdasarkan analisis pengenalan pola Algoritma kelembapan dan kekeringan.

Monetisasi dan Keuntungan :

Menggunakan CropX dalam memetakan lahan yg basah dan kering untuk diinstruksikan kepada sistem irigasi tetep.


Selain dapat menghemat waktu Petani. juga dapat menghasilkan Monetisasi dari segi biaya Penghematan Listrik dan Air.

Harga Per Unit CropX Berkisar dari $ 600 - $ 700 (atau Sekitar Rp 8 - 10 Juta Rupiah)

Mike Mills. Petani Asal Amerika Serikat memberikan Kesaksian :

Sebelum CropX, Tidak ada Cara Efektif untuk mengendalikan Infrastuktur Irigasi saya. Sekarang, Saya dapat mengelola Irigasi secara akurat, mudah dan melakukannya secara Real-Time. Semua dilakukan dari Smartphone untuk Ladang saya. Solusi Cropx memungkinkan saya menurunkan penggunaan air dan energi.

Website : https://cropx.com/

Artikel Lainnya :


Youtube : Israel CropX

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post