Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua Perusahaan Teknologi Senjata Israel Raup Rp 244 Triliun (2017)

Pada Tanggal 24 Agustus 2017. Dua Perusahaan Industri Persenjataan asal Negara Yahudi Israel Kembali memberikan Laporan data Keuangan dari Januari-Agustus

Di Israel ada Lebih dari 150 Perusahaan Teknologi Persenjataan, Baik Skala Besar yg dikuasai Pemerintah, Kecil yg dimiliki Pribadi. maupun Menengah. 

Namun di Blog ini hanya membahas 2 diantaranya. 

Yaitu Israel Aerospace Industries dan Elbit System

Israel Aerospace Industries Meraup $ 11,1 Miliar

IAI atau Israel Aerospace Industries Hingga Bulan Januari-Agustus 2017 

Berhasil meraup $ 11,1 Miliar Dolar atau Sekitar Rp 147 Triliun Rupiah 

(Kurs Per $ 1 Dolar = Rp 13.300).

Kebanyakan Order Pemesanan Penjualan di Tujukan untuk Pasar Ekspor Internasional. Mulai dari Kawasan Asia, Eropa dan Benua Amerika. Pembeli Terbesar Senjata IAI Israel di Tahun 2017 adalah India.


IAI adalah Perusahaan Teknologi yg Memproduksi Rudal, Roket, Konversi Pesawat Kargo, Sistem Elektronik, Drone, Robot Tempur, Robot Penarik Pesawat, Cyber, Radar, MRO Pesawat, Teknologi Mata-Mata, Kapal Patroli, Robot UGV, dan masih banyak lagi. 

Pesawat Sipil G280 Gulfstream milik IAI Israel yg telah dibeli banyak negara. IAI juga telah memberikan Lisensi kepada Perusahaan Amerika Serikat General Dynamics. Sekarang Gulfstream Telah Terjual  (Akuisisi) dan dibeli menjadi milik Amerika Serikat. Tetapi Pesawat dgn Twin Engine Jenis G280 Tetap milik IAI 
IAI tak hanya menyasar ke Bidang Militer. Tetapi juga ke Bidang Sipil. Seperti Keamanan Perkotaan, Manajemen Kejahatan, Robot Pelabuhan, Satelit Komunikasi, Peluncur Wahana Luar Angkasa, Teknologi Mesin Search Korban Bencana Alam, Anti-Drone, Komponen-Komponen Pesawat Sipil, dll

Penjualan di Bidang Militer Menyumbang 71%

Sedangankan Penjualan di Bidang Pasar Sipil menyumbang 29%.

Hasil Utama. Setelah di Kurangi Pajak, Beban, Biaya Karyawan Ilmuwan, Bahan Baku, dll.

Di Dapatkan Laba Keuntungan Bersih IAI Per Januari-Agustus 2017 sebesar $ 859 juta Dolar

IAI MENATAP MASA DEPAN 

Saham IAI 100% dimiliki oleh Pemerintah Israel. 

Kedepannya, IAI berencana sudah saatnya untuk IPO (Initial Public Offering). 

Konsep Saham 50% akan dijual ke Investor Publik Swasta. 50% Saham Tetap dikendalikan oleh Pemerintah Israel. 

Tujuan IPO untuk meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Bisnis IAI. Tanpa harus membebani Kas Keuangan Negara Israel. Waktu yg di Tentukan IPO berkisar di Tahun 2018 atau 2019.

Setelah IPO. 

IAI memulai aksi memburu Perusahaan-Perusahaan Teknologi Senjata lain untuk dibeli, dicaplok, dan diakuisisi. 

Targetnya adalah mencaplok salah satu Industri Militer di Amerika Serikat untuk dikuasai, kemudian labelnya diganti menjadi IAI.


Joseph Weiss, Eksekutif IAI mengatakan : 

Kami ingin melakukan aktivitas M & A di Amerika Serikat. Kami akan membeli sesuatu dan membayar jutaan dolar. IAI akan memulai pekerjaan awal untuk mencari akuisisi Potensial. 

Namun, dalam wawancara tersebut. Joseph menolak berkomentar nama Perusahaan Persenjataan apa yg nantinya akan di Caplok di Amerika Serikat dari Total kurang lebih 139 Industri Senjata di AS. 

Joseph mengatakan kembali :  Ini berarti langkah besar dan besar.

Di Amerika Serikat. Israel Telah Mendirikan Anak Perusahaan IAI. Yaitu Elta System yg memproduksi Radar AESA, System Kendaraan udara tak berawak, dan Perangkat Elektro Optics yg di Produksi di Kawasan Marlyland, AS.  

Perusahaan Elbit System Meraup $ 7,33 Miliar

Selain IAI. Ada pula Perusahaan Senjata Israel Elbit System. Dari Hasil Laporan Keuangan sepanjang Januari-Agustus 2017. Tepatnya di Bulan Juni 2017. Elbit Systems menghasilkan $ 7,33 Miliar dolar atau sekitar Rp 97 Triliun Rupiah.

Apabila di Kurangi dengan Pajak, Beban, GAAP, Biaya Karyawan Ilmuwan, Bahan Baku, dll. Di Dapatkan Laba Keuntungan Bersih Elbit System sebesar $ 859 juta Dolar atau (Rp 11 Triliun,  424 Miliar Rupiah)

Pemesan senjata berasal dari Negara-Negara Anggota NATO, Amerika Latin, Amerika Serikat, Negara-Negara dekat Rusia dan Negara-Negara sekitar kawasan China. 


CEO Elbit Systems. Bezhalel Machilis mengatakan :

Kami melihat permintaan di seluruh dunia. Produk tersebut mencakup Sistem Komando dan Kontrol, Electro Optics dan UAV


Sejak Tahun 2017. Saham Elbit System telah naik hingga 21%. 

50% Saham Elbit dimiliki oleh Investor Publik Swasta dan 50% Saham dikuasai oleh Pemerintah Israel. 

Elbit terdaftar di Perdagangan bursa NASDAQ dengan Kode ESLT. Per 1 Saham berada di Harga Senilai $ 135 dolar atau Rp 1.795.500 juta rupiah per saham. Laba Keuntungan Penjualan Ekspor di Gunakan Kembali Sebagai R & D demi menciptakan Produk Teknologi Terbaru Elbit Systems ke Depan.

Artikel Lainnya :

Youtube : Israel Aerospace Industries

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU