Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Kata Tentara ISIS Tentang Yerusalem Ibukota Israel (2017)

Pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza sudah menjadi ‘Tema Headline Utama’ di Dunia.

Namun situasi semakin rumit ketika Pada Tanggal 6 Desember 2017. Gedung Putih Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump menyatakan Yerusalem menjadi milik Israel.

57 Negara Mayoritas Islam Tergabung dalam OKI sepakat menolak keputusan tersebut.

Negara-Negara Non-Muslim. Seperti Uni Eropa, Rusia dan China Turut Pula Menolak Amerika Serikat dengan Alasan Melanggar Resolusi PBB dalam Tajuk Solusi dua negara (Two State Solution).
 
Pemimpin Tertinggi Agama Kristen Katholik, Paus Fransiskus yg berpusat di Vatikan meminta sebuah Permohonan yang tulus agar semua berkomitmen menghormati status quo kota itu sesuai amanat Perserikatan Bangsa Bangsa.

Ismail Haniyeh, Brigade Ezzedine al-Qassam (HAMAS). Mengatakan kepada Aljazeera :

Keputusan AS adalah sebuah Agresi, sebuah Deklarasi Perang terhadap kita, di tempat suci kaum Muslim dan Kristen di jantung Palestina, Yerusalem.

Kita harus bersatu dan melakukan intifada terhadap musuh zionis. Sahutnya.


Sejauh ini, Satu-Satunya Negara yg Mendukung Israel hanyalah Amerika Serikat.

Hal ini wajar mengingat cengkraman kuat Lobi Yahudi di AS seperti AIPAC (American Israel Public Affaris Committee) dan IAC (Israeli American Council) yang menguasai setiap sudut dan sendi-sendi di AS.

BAGAIMANA DENGAN ISIS (ISLAMIC STATE)

Pada Tahun 2017. ISIS mengalami Kekalahan Besar.

Kekuatan ISIS menyusut dramatis. Terusir dari berbagai Kota-Kota akibat Gempuran dari Rusia, Amerika Serikat, Irak, Suriah, Iran, Hizzbulah, Ferancis, Inggris (United Kingdom), Yordania, Mesir, Kurdi, Turki, dll.

Namun Tentara-Tentara ISIS atau Islamic State Tetap masih ada Tersebar di Negara Lain. Seperti Padang Pasir Libya, Yaman, Afghanistan, Perbatasan Pakistan, Sinai Mesir, dan di Gurun-Gurun Pasir nan Luas sepanjang Kawasan Irak & Suriah.

Ketika Pidato Donald Trump Tersebar Luas mendukung Israel.

ISIS justru mengeluarkan Pendapat Berbeda.

Seolah-olah Menentang & Menitikberatkan Kepada Negara-Negara Mayoritas Muslim.

Alih-Alih Mendukung PALESTINA, Informasi dari ISIS Lebih condong mendukung Al-Aqsa, Yerusalem, dan Pembentukan Khilafah ketimbang menolong Palestina. 

Sebagai Informasi. 

Pada Tanggal 1 April 2015. Tentara ISIS justru memburu & menewaskan Pengungsi Palestina di Yarmuk

Di Terjemahkan dari SiteGroup.


ISIS Mengatakan :

Enam puluh tahun Yerusalem telah berada di tangan orang-orang Yahudi, Baru sekarang orang-orang menangis saat Tentara Salib mengumumkan hari ini sebagai ibu kota mereka,

Apakah  seruan ini menimbulkan masalah yang biasa mereka tangisi setiap kali disebutkan? Atau apakah ini kesempatan baru bagi para pedagang iman dan orang-orang untuk meninggikan suara mereka lagi?

Mereka [Bangsa-Bangsa Jazirah Arab] mengelilinginya seperti gelang mengelilingi pergelangan Tangan, Mereka melindungi orang-orang Yahudi dari [Sensor] Para Mujahidin.


ISIS menyerukan Berbagai Propaganda Mengerikan Berisikan Konten-Konten yg Tak Layak di Publikasikan.

Penuh dengan Api, Darah, Ledakan, dan Hujan Amunisi yang di Targetkan kepada Kota-Kota yg berada di Amerika Serikat.

ISIS mengambarkan Donald Trump dan Netanyahu Berlutut di depan Kompleks Masjid Al-Aqsa. Bendera Hitam ISIS berkibar di atas puncak Masjid.

Kota-Kota Besar di Amerika Serikat. Di Ilustrasikan mengalami Panik dimana Polisi AS sibuk berperang menghadapi Mobil-Mobil Truck Bom.


Gambar-Gambar Lain menunjjukkan Kota-Kota di Amerika Serikat di Penuhi Awan Kelabu Peperangan.


Pesan Penting seperti yg dilansir dari Dailymail.co.uk yg disampaikan oleh ISIS adalah :

Hai orang Yahudi dan Pemuja Salib. Kami bersumpah untuk [Sensor] di halaman depan Al-Aqsa dan di tempat lain.

Ini adalah Janji Allah dan kami segera mewujudkannya. 

Awas. Kedatangan kami akan menjadi yang paling [Sensor].


Sumber Lain :
https://nypost.com/2017/12/14/isis-threatens-to-attack-us-over-jerusalem-decision/

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU