Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

ISIS Kalah, Rekaman membuktikan Rusia menggunakan Bom Cluster (2017)


Pada Tanggal 7 Desember 2017 :

Jenderal Sergei Rudskoi mengatakan

Misi untuk mengalahkan Teroris ISIS di wilayah Suriah yang dilakukan oleh Militer Federasi Rusia Telah Selesai. Sahutnya

ISIS sudah dikalahkan.

ISIS Tak Lagi menguasai Kota-Kota di Suriah, ISIS kini tinggal di Goa Bawah Tanah dan berada di Padang Pasir yg membentang luas di Suriah.

Angkatan Udara Rusia diperkirakan telah berhasil menewaskan +55.000 Tentara ISIS Sejak 2015-2017.


ANGKATAN UDARA RUSIA BERPANGKALAN DI KHMEIMIM DIDUGA MENGGUNAKAN BOM CLUSTER

Untuk Mengalahkan ISIS dan Pemberontak Suriah.

Pemerintah Rusia dituduh menggunakan Senjata Terlarang Bom Cluster.

Rusia menolak hal tersebut. Namun Bukti Rekaman Video membuktikan Angkatan Udara Rusia telah ikut menggunakan senjata terlarang ini.

Ole Solvang dari Human Rights Watch mengatakan :

Sejak Rusia dan Suriah memperbarui operasi peperangan bersama. Kami telah melihat adanya penggunaan Bom Terlarang Tanpa Ampun. Sahutnya.

Serangan Bom Cluster Tersebut Terjadi Pula di Kota Aleppo. Dimana Rekaman diambil oleh Pemberontak yg didukung oleh Amerika Serikat. 

RBK-500 ZAB-2.5SM diyakini menjadi Bom Cluster milik Rusia.


Senjata Cluster di Larang oleh PBB dan Pelarangannya disetujui oleh 100 Negara-Negara Internasional. 

Ketika sebuah Pesawat Tempur atau Pesawat Pembom menjatuhkan Bom Cluster.

Kemudian meledak diangkasa dan melepaskan ratusan submunisi kecil.

Lalu menyeburkan Asap Ganas.


Asap ini Membakar hingga ke tulang, memecahkan kaca, menyesakkan nafas, meremuk-remuk apa saja yg tersentuh.

Asap ini tak kenal pandang bulu. Apakah Warga Sipil, Tentara, Tanaman atau Binatang.

Apa saja yg dilewatinya dipastikan mengalami kesakitan yang pedih.

Asap berhenti ketika reaksi telah habis.

Yang membuat Senjata ini berbahaya karena Penyebarannya Luas.


Pihak Militer Memandang Senjata ini Powerful.

Karena dapat Efektif mengalahkan semua tentara & Sniper yg bersembunyi di kawasan area perkotaan dengan begitu mudahnya.

Terlepas dari Peraturan PBB yg melarang Penggunaan Bomb Cluster.

Bukan hanya Rusia yg menggunakannya. Melainkan Negara Amerika Serikat turut pula menggunakannya.

Gedung Pentagon pernah mengizinkan pemakaiannya Pada saat Perang Irak Tahun 2003. Ketika menghadapi Pasukan yg Loyal Terhadap Presiden Saddam Hussein.

AS menjatuhkan Senjata Asap Mematikan ini di Gurun-Gurun Pasir untuk melumpuhkan Tentara-Tentara Irak yg bersembunyi di Parit-Parit dan melumpuhkan Konvoi Militer Irak yg berpencar-pencar.

Bomb Cluster lebih cepat dan lebih efektif dibandingkan Artileri atau Rudal di Pandu dalam strategi mengalahkan Peperangan Gerilya dan Peperangan UrbanWarfare yg biasanya digunakan oleh ISIS.

Pada Tahun 2008. Amerika Serikat berjanji secara signifikan membatasi penggunaan senjata Terlarang tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun Reuters melaporkan

AS Masih belum dan enggan menandatangani Perjanjiaan yg melarang Bom Cluster ke PBB.

Bom Cluster milik AS dikembangkan oleh Perusahaan TEXTRON SYSTEMS.

Foto : F-18 Amerika Serikat
New York Times melaporkan AS masih menyimpan 3.700.000 Juta Bom Cluster hingga saat ini.

Di Laporkan Senjata Asap Berbahaya Terlarang ini. 

Beberapa dijual ke Mitra Sekutu AS. yaitu Kerajaan Arab Saudi.

Beberapa yg lain dikirim ke Korea Selatan di Markas Militer Pangkalan AS sebagai Persiapan Perang. 

RUSIA MENGHANCURKAN STOK SENJATA KIMIA

Pada Tanggal 27 September 2017. Pemerintah Rusia mengklaim telah melakukan peristiwa bersejarah dengan menghancurkan Senjata-Senjata Kimia.

Vladimir Putin mengatakan :

Hari ini amunisi kimia terakhir dari stok senjata kimia Rusia akan dihancurkan.
Ini benar benar peristiwa bersejarah dengan mempertimbangkan jumlah besar yang kami warisi dari masa Uni Soviet yang cukup untuk menghancurkan semua makhluk hidup berkali-kali. Sahutnya.

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU