Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Film The Accountant : Akuntan Forensik yang Cerdas


Foto : Wallpaper The Accountant
Seorang anak bernama Wolff didiagnosis Penyakit “Autisme”.

Ngga pengen anaknya diremehkan oleh orang lain. Sang Ayah (Mantan Tentara Angkatan Darat AS) membesarkannya seorang diri dan melatihnya bertarung bersama saudara kandungnya Braxton.

USIA DEWASA, Wolff BERTEMU DANA
Wolff kini hidup sebatang kara.

Di usia dewasa, Wolff bekerja sebagai “Akuntan Forensik di berbagai Perusahaan”. Wolff juga memiliki Perusahaan kecil-kecilan.

Dengan Kecerdasan Matematika, Wolff ternyata seorang berkantong tebal dan mempunyai banyak uang.

Wolff gemar mengkoleksi senjata dengan tujuan untuk membela diri mengingat pekerjaan sebagai akuntan forensik rawan terhadap incaran pembunuhan.

Suatu ketika, di Perusahaan Living robotics, Wolff bertemu DANA.

Mereka ditugaskan untuk menganalisa dan mengaudit data keuangan yg dianggap ganjal.


DIREKTUR FINANCIAL CRIMES atau FINCEN
Petinggi Direktur Financial Crimes merekrut analis data “Medina” untuk mencari sosok akuntan yg pernah hampir menewaskannya.

Melalui Rekaman Pembunuhan Kriminal Gambino. Medina mulai bekerja menganalis suara.


PENGGELAPAN UANG
Wolff menemukan sebuah data tentang lebih dari $ 61.000.000 Juta Dolar dari Perusahaan LIVING ROBOTICS digelapkan. Keesokan hari, beberapa petinggi meninggal dunia secara tak wajar.

Sebelum hal ini terjadi. Wolff telah menyiapkan diri.


Wolff kemudian menyelamatkan Nenek & Kakek. Tempat dimana Wolff biasanya berlatih menembak di sebuah Ladang.

Karena kemampuan Wolff yg Superior. Maka Pembunuh Bayaran gagal menjalankan tugasnya. Terungkap. Target berikut adalah DANA.

MENYELAMATKAN DANA
Wolff datang menyelamatkan Dana

Kemudian membawa Dana lari ke tempat yg aman.


Di Tempat yg Lain. Medina berhasil menemukan identitas & melacak tempat keberadaan Wolff. Petinggi tersebut juga mengatakan bahwa sosok tersebut pernah bertanya apakah dirinya seorang ayah yg baik.

PENDIRI LIVING ROBOTICS
Lamar adalah Sosok Pendiri Living Robotics.

Lamar Telah menggelapkan Jutaan dolar demi kepentingan keuntungan pribadi dan menyewa pembunuh bayaran untuk menewaskan orang-orang yg berusaha menganalisa kekurangan dalam data keuangan pembukuan di Perusahaan Tersebut.

Wolff kemudian bergegas pergi ke tempat kediaman rumah mewah Lamar. 

Namun Lamar telah menempatkan banyak pembunuh bayaran untuk melindungi dirinya.

Selama Pertempuran. Wolff berhasil masuk dan melumpuhkan seluruh pembunuh bayaran.


Tetapi tak disangka. 

Salah satu Pembunuh bayaran adalah Brexton. Brexton merupakan Saudara Kandungnya. Mereka kemudian berbincang-bincang.


SIARAN PERS TENTANG KEMATIAN LAMAR
Kepolisian Chicago telah menemukan bukti bahwa kematian Lamar akibat ditembak. Kemudian diserahkan ke Medina yg menjadi Penyelidik.

Medina berbohong kepada Pers demi melindungi Wolff dengan menyatakan dirinya aku tidak bisa.

PADA AKHIR FILM
Pada akhir Film memunculkan sosok wanita autis yg diklaim mampu meretas Komputer pentagon yg telah bekerjasama dengan Dreambot.

Dan, Impian DANA terhadap Maha Karya Lukisan yg Mahal diberikan secara Cuma-Cuma dari Wolff sebagai Hadiah.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU