Langsung ke konten utama

Film The Wall : Bertahan hidup menghadapi Sniper Irak di Padang Pasir

Presiden Amerika Serikat. George Walker Bush menyatakan Kemenangan menghadapi Irak. Kemudian dilakukan misi Pembangunan Kembali.


Tentara Sniper AS bernama Matthews dan Isaac ditugaskan untuk menetralkan Lokasi Pembangunan Pipa Minyak terhadap banyaknya kematian Kontraktor Sipil dan kematian tentara-tentara AS yg lainnya yg bertugas di Lokasi tersebut. 

Setelah 22 Jam menunggu. Matthews menyatakan jika tempat ini aman dari Sniper.

Matthews kemudian memberanikan dirinya menuju ke tengah Lokasi pembunuhan.

Namun tak disangka-sangka. Dirinya tertembak oleh SNIPER.

Matthews Jatuh dan Pingsan.


Isaac mencoba menolong, Tetapi Radio, Air Minum dan Lutut Kakinya Tertembak.

Isaac bergegas lari ke sebuah dinding batu untuk bertahan hidup.

MENELPON MARKAS BALA BANTUAN
Setelah berhasil mengobati Luka Pada Lutut Kakinya yang mengeluarkan banyak darah.

Isaac lalu menghubungi ‘Tentara Bala Bantuan dan Tim Medis untuk melakukan Evakuasi’.


Sayangnya, sejak dari awal. SNIPER Tersebut dengan sengaja mengincar Antena Radio.

Mengakibatkan Sistem Radio milik Isaac ngga berfungsi melainkan terkoneksi dengan Radio milik sang SNIPER.

Isaac menyadari tak ada kesempatan lagi menghubungi bala bantuan.

Protokol Keamanan dan Bala Bantuan barulah tiba. Apabila waktu yang telah ditetapkan melewati ambang batas.    

Namun Isaac berpacu dengan waktu disaat dirinya mengalami Dehidrasi dan Kehilangan Darah yg sangat banyak.

Pada malam hari, Isaac dapat meninggal dunia apabila tanpa adanya donor darah.

Bernama JUNA. Warga Irak yg dilatih oleh AS
Melalui Radio. Isaac akhirnya mengetahui bahwa ‘SNIPER’ Tersebut bernama ‘JUNA’. Warga Asli Irak yg dulunya dilatih oleh Amerika Serikat. Senjata yg digunakan pun milik Amerika Serikat.

Juna diketahui sangat tak menyukai kedatangan Tentara-Tentara AS ke Negaranya.

Isaac juga telah mengetahui tentang motif dari Juna dengan memancing dirinya dan mengiring tentara-tentara AS lainnya ke dalam lembah kematian.

Berpacu dengan waktu dan ngga pengen banyak korban terus bertambah.

Isaac melakukan Perhitungan Matematika, Menghitung Sudut, Ketinggian, Koordinat dan Elevasi untuk menemukan arah sumber Tembakan sang JUNA.

Isaac mendapatkan Lokasi persembunyian SNIPER berada di Tempat Pembuangan Limbah.

Kematiaan Matthews
Matthews terbangun dari Pingsan.

Dengan mengapai Senjata disaat Badai Gurun. Matthews mencoba membalas...

Namun nasib naas menimpa Matthews.

SNIPER menembaknya untuk ke 2 kali.

Mengakibatkan Matthews menghembuskan nafas terakhirnya.

Jebakan bagi Bala Bantuan
Juna menelpon Tim Bala Bantuan untuk menjebak Lebih banyak lagi.

Isaac mengetahui apabila ini Jebakan berbahaya.


Isaac mendengar kedatangan Helikopter. Segenap kemampuan dikerahkan untuk menembak Juna.

Agar tak makin banyak korban berjatuhan.

Isaac menyerahkan nyawanya dengan memberanikan dirinya menjadi Target Tembakan. Agar helicopter Penyelamat yg ditipu dapat membalas. Namun Tembakan Balasan dari SNIPER Juna belum juga tiba.

Juna kemudian menembak jatuh 2 helikopter dan seluruh kru tewas.

Juna lagi-lagi memasang jebakan baru dengan mengiring lebih banyak tentara AS untuk datang ke Lokasi Kematian.

Artikel Lainnya :


Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU

Related Post