Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menatap Tentara ISIS (Islamic State) Jilid II (2018)


ISIS atau Islamic State didirikan Pada Tahun 1999. Di Deklarasikan oleh Abu Bakr Al Baghdadi Pada Tanggal 29 Juni 2014.

ISIS Memiliki Tujuan Ideologi Utama untuk mendirikan Kekhalifahan di Africa Utara dan Timur Tengah.

Abu Bakr Al Baghdadi Telah Meninggal Dunia akibat Serangan Udara Pemerintah Rusia.

Pada Masa Kejayaannya dari Tahun 2014-2017, ISIS Berhasil memporak-porandakan wilayah Suriah milik Pemerintah Bashar al Assad dan Sebagian Pemerintahan Irak. Namun sejak Assad meminta Bantuan Pertolongan dari Hizzbulah, Iran dan Rusia. ISIS mengalami Kekalahan Telak.

Hal Lain di Perparah dengan Serangan Militer Amerika Serikat berserta Puluhan Aliansi Negara Sekutu Internasional dalam menghantam Wilayah Kekhalifahan ISIS.

Pada Tahun 2018. Lebih dari 100.000 Tentara ISIS. Harus menghembuskan nafas terakhir dengan merelakan nyawa tak lagi bersambung badan.

APAKAH ISIS SUDAH KALAH
Foto : ISIS
Berbagai Media, Baik Lokal dan Internasional menyatakan ISIS sudah Kalah.

Tetapi Melihat Berbagai Pertimbangan yg Berlaku. Sebenarnya ISIS belum kalah, melainkan Mundur Sementara Sebagai ‘Teknik Siasat’.

Jika Teman-Teman mengikuti Perkembangan ISIS. Dari Segi Lain, ISIS mendapatkan Keuntungan dari Perselisihan Paham yang membuat Arab Saudi berperang dengan Houthi Yaman, Turki berperang dengan Kurdi yg dilindungi oleh Amerika Serikat. Dan Turki semakin tegang terhadap Kawasan di sekitarnya.  


ISIS saat ini terlihat menunggu terjadinya sebuah Letupan Perang Dahsyat dimana Kelak Turki berperang dengan Syiah Suriah, Hizzbulah dan IRAN yg didukung oleh Rusia. Atau Turki berperang dengan Kurdi yg dilindungi oleh Amerika Serikat.

Apabila hal ini terjadi, maka Turki tak dapat bertahan dari 2 Kekuatan Super Power.

Foto : Angkatan Bersenjata Turki
Turki harus memilih salah satu sekutu dari 2 Pilihan Terberat.

Apakah Rusia atau Amerika Serikat…?

Apabila Turki memilih Rusia. Maka Amerika Serikat dan SDF Kurdi menjadi Musuh Turki.

Apabila Turki memilih Amerika Serikat. 

Maka Rusia, Iran, Hizzbulah dan Suriah melakukan Serangan ke Turki. Menjadikan AS sebagai Sekutu Turki semakin sulit karena adanya SDF Kurdi yg menjadi Mitra Terbaik AS.

Sehingga Turki Tak Memiliki Sekutu saat ini, (Kecuali Pemberontak Oposisi FSA Free Syria Army dan Qatar).

Uni Eropa, Arab Saudi dan Amerika Serikat semakin menolak menjadikan Turki sebagai Sahabat. 

Apabila Turki mengalami Peperangan Dahsyat. Praktis Tak ada Negara Satupun yg Menolong. 

Putin-Assad.jpg (635×409)
Foto : Rezim Syiah + Rusia

Celah Kesempatan Tersebut dapat dimanfaatkan oleh ISIS untuk mengisi Kekuatan baru dari Pertikaian yg terjadi di Timur Tengah. 

Sesembari Tetap melancarkan Perang Hit and Run atau Hit and Bom Bunuh diri.

ISIS MELANCARKAN STRATEGI PERANG SISTEMATIS

Titik-Titik Point Serangan ISIS saat ini dilancarkan Terutama di ‘Jazirah Arab’. ISIS menargetkan Tentara Syiah Bashar al Assad dan Sekutunya. Termasuk melawan Pemerintah Irak, Kurdi, Arab Saudi, Yordania, UEA, dll yg dilindungi oleh militer Paman Sam Amerika Serikat.

Melawan 2 Kekuatan Tersebut tentu sangat sulit.

Apabila ISIS memutuskan melebarkan sayap atau melawan Israel.

Bukan juga Pilihan nan Tepat.

Apabila Israel mendapatkan Ancaman dari ISIS. Amerika Serikat tak segan-segan mengirim & membentuk Perisai Perlindungan mengelilingi wilayah Israel. 

Serangan Tentara-Tentara AS dapat berkali-kali lipat lebih ganas menghantam ISIS.

Apabila seorang siswa mengerjakan ujian matematika. Tentunya memilih mengerjakan yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengerjakan yang sulit. Filosofi ini diikuti pula oleh ISIS dalam melancarkan Peperangan di Timur Tengah.

ISIS JILID II

Wilayah Kekuasaan ISIS di Irak & Suriah menyusut secara dramastis. ISIS menguasai area Padang Pasir di selatan Deir ez-Zor dan di Perbatasan Irak. 

Namun bukan berarti ISIS Kalah.

ISIS kini menerapkan Siasat menyebar hampir di seluruh kawasan dunia dalam bentuk sel-sel kecil yg terhubung dengan area sel-sel yg lebih besar dan kembali terhubung ke Irak & Suriah.

Sel-Sel Kecil dapat berada di mana saja. Entah di China, Brazil, Meksiko, Ferancis, Singapura, Australia, bahkan hingga di Jakarta. 

ISIS melakukannya secara diam-diam dan Terorganisasi.

Mungkin saja Kontrakan di sebelah tempat tinggal Anda merupakan Markas Kecil ISIS dalam merekrut Tentara Baru dan meningkatkan jumlah Pendanaan untuk dikirim melalui Cryptocurrency menuju ke Sel-Sel Besar Lainnya yg terdapat di Sinai Mesir, Afghanistan, Nigeria, Pakistan, dll.


Dalam Kurun Waktu Tahun 2018. 

Sel-Sel Kecil ISIS saat ini mulai menurunkan bahkan terkadang menghentikan serangan tunggal (Lone Wolf) di berbagai Negara Non-Pusat Khilafah.

Tujuannya untuk mencegah kepolisian Lokal diberbagai Negara setempat kesulitan mengendus keberadaan ISIS. Sehingga ISIS dapat meningkatkan Pendanaan & Pertumbuhannya kembali untuk mengirimkan tentara dan uang sedekah dari berbagai Partisipasi anggota ISIS dari seluruh dunia ke Suriah & Irak.

Penerapan yang dilakukan oleh ISIS Jilid II adalah memastikan Sel-Sel Kecil Terus aktif mengirimkan uang, tentara dan Persenjataan untuk dikirim ke medan tempur utama.

Dengan tujuan agar musuh atau lawan yg berada di Medan Utama di Irak & Suriah Terus menerus menghadapi peperangan setiap hari dalam jangka waktu yang sangat panjang hingga bertahun-tahun lamanya.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU