Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Film 12 Strong : [Kisah Nyata] 12 Tentara Pemberani menerobos Afghanistan untuk mengalahkan Taliban & Al-Qaedah



[Berdasarkan Kisah Nyata]

Februari 1993. Ledakan Bom Teroris menghantam Gedung World Trade Center.

Agustus 1998. Kedutaan Besar AS NAIROBI di Bom. Osama Bin Laden Percaya diri bertanggung jawab terhadap Pemboman.

Tahun 2000. Bom menghantam Kapal Perang AS.

9 September 2001. Vladimir Putin dari Rusia menelpon Amerika Serikat tentang bahaya besar yg dikwatirkan menghantam Negara Rekannya.

11 September 2001. Kapten Nelson menonton berita tentang Pemboman Gedung WTC yang menewaskan 3.000 warga sipil.

OPERATIONAL DETACHMENT ALPHA (ODA) 595
12 Tentara Pasukan Khusus di Bentuk. Di Pimpin oleh Kapten Nelson.

Mereka adalah Tim Pertama AS yg Masuk Menembus Perbatasan Utara Afghanistan.

Untuk menjalankan misi bertemu dengan Pemimpin Afghanistan Aliansi Utara, Abdul Rashid Dostum. Yang di Kenal membenci Taliban yg menjadi Bagian Anak Gugus Al-Qaedah Karena Pernah membunuh Keluarganya.

Misi Lain Tim ODA 595 adalah menjadi Penasehat Militer Bagi Pasukan Dostum untuk merebut kembali Kota Mazar-i Sharif dan memberikan informasi serangan udara bagi Pesawat tempur B-52.

Setelah Berpamitan bersama Keluarga.


Kapten Nelson dan Sahabat-Sahabatnya Bangga dapat terpilih menjadi Tentara Pasukan Khusus AS pertama yang memasuki Afghanistan. Mereka mengibaratkan seperti Kisah Penjelajahan Bulan menggunakan Appolo.  

Pada Tanggal 7 Oktober 2001. Melalui Pangkalan AS di Uzbekistan, Tim Pasukan Khusus ODA 595 Terbang menggunakan Helikopter Chinook untuk bertemu dengan Seorang Tentara dari Dinas Intellijen AS yg lain untuk mempertemukan Tim mereka dengan Abdul Rashid Dostum.

PERTEMUAAN TIM & ABDUL RASHID DOSTUM
Sang Tentara Intellijen telah menyelesaikan tugasnya. Ia kemudian bergegas pergi ke tempat lain untuk menjalankan misi-misi lainnya mempertemukan para Panglima.

Nelson bangga memiliki orang seperti dia.

Nelson menyebutnya Sang Intelijen sebagai ‘Pasukan AS yang Pemberani’. Dengan Seekor Kuda, ia bergegas pergi.

Nelson dan Tim. Akhirnya bertemu dengan Dostum. Walaupun Pada awalnya sempat kurang akur. Namun Dostum berjanji memberikan Informasi tentang Keberadaan Jalur Suplai Taliban.

PEMBUNUHAN UNTUK MENEGAKKAN HUKUM
Di Tempat Lain, Taliban melakukan eksekusi kepada seorang wanita karena melanggar perintah.


PEMBOMAN B-52
Dostum memberitahukan Lokasi Taliban yg di pimpin oleh Razzan. Kepada Tim ODA 595.

Nelson mengarahkan Koordinat untuk Pemboman. Namun meleset hingga 2 kali karena jarak yang terlampau jauh.

Setelah Mengusahakan Pemboman ke 3. Pada akhirnya Lapisan Pertahanan Taliban hancur total.

Keesokan harinya, Dostum dan Tim ODA 595 kembali melakukan Serangan skala besar menggunakan Pesawat B-52 hingga menjatuhkan seluruh bom dan berakhir dengan kehabisan amunisi dan bahan bakar.

Mereka Kalah dan hampir saja semua orang dibantai oleh Taliban.

Beruntung, Sempat melarikan diri karena bantuan Tim ODA 595.

Kapten Nelson kemudian marah terhadap Dostum karena tak jujur tentang Informasi Strategi & Jalur Suplai Taliban.

Dostum lalu balik memarahi Nelson. Katanya, Disini Taliban membunuh segalanya. Misimu tadi gagal karena kamu takut mati. Taliban mereka sebaliknya. Karena mereka percaya kehidupan lebih baik ada di Surga.

Keesokan harinya, Dostum memberitahukan segalanya tentang informasi geografis dan persembunyian Taliban untuk melakukan pengepungan.

Walaupun sempat kembali bersitegang. Karena Pemerintah Amerika Serikat ternyata mengirimkan lagi Tim Pasukan Khusus di tempat lain bersama Partai Politik Saingan Dostum.

Namun Dostum melunak dan memutuskan menjadikan Politik Saingan sebagai Sahabat demi mengalahkan musuh besar Taliban & Al-Qaedah.

SERANGAN TERAKHIR UNTUK PEMIMPIN TALIBAN : RAZZAN


Posisi Strategi Pengepungan Telah di Bangun untuk mengalahkan Taliban.

Tim ODA 595 menelpon Pesawat Pembom B-52 untuk Perintah Penghancuran.

Di Daratan, Tim Pasukan Khusus bersama Pasukan Rakyat Afghanistan yg di pimpin oleh Dostum berhasil mengalahkan Razzan.

Dari 12 Anggota Tim Pasukan Khusus AS, Hanya 1 yg Terluka akibat Bom Bunuh Diri.

Disisi Lain, Kota Mazar-i Sharif telah berhasil direbut dari Cengkraman Taliban oleh Pasukan Khusus AS yg Lain bersama Pasukan Rakyat Afganistan lainnya.

Kapten Nelson dan Timnya akhirnya Pulang menuju Tanah Amerika Serikat setelah Bangga menyelesaikan Tugas Misi Selama Berhari-hari. 

Artikel Lainnya :


Terima Kasih. Semoga Bermanfaat ya. GBU