Langsung ke konten utama

Diary Urban Farming, Family Cooking, Travel dan Gaji Bisnis Online Juni 2018 [Rp 340.254 ]


Hari ini Tanggal 3 Juli 2018. Seperti biasa saya mulai menulis Pendapatan Bisnis Internet saya yg berasal dari hasil bulan lalu Juni 2018.

Tulisan ini saya tulis sebagai Pedoman bagi saya untuk mencari kelemahan & kelebihan strategi bisnis online saya untuk menjadi lebih baik lagi


Bulan kemaren saya mendirikan PT Afrid Fransisco. Tapi belum pakai surat-surat, dokumen dan arsip resmi dari pemerintah. He he…,

Syarat mendirikan perusahaan yaitu mengikuti prosedur UU no 3 tahun 1982, memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP), memiliki NPWP Nomor pokok wajib pajak, dan memiliki kekayaan usaha minimal Rp 50.000.000 juta.  

Di era presiden Jokowi, membuat perusahaan lebih mudah ketimbang zaman dulu yg membutuhkan waktu berhari-hari, Kini dapat diselesaikan lebih cepat. Saya berencana menunda dulu menyelesaikan document-nya. Berharap di masa depan dapat terlealisasikan.

Ngga ada salahnya kan mendirikan perusahaan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan mencapai keuntungan untuk melanjutkan hidup.

PT Afrid Fransisco adalah perusahaan UKM pribadi yang bergerak dibidang media blogging, investasi investor cryptocurrency, perencanaan keuangan, peternakan, perikanan skala kecil, dan urban farming.

Google Adsense

Untuk blog yg teman-teman baca saat ini, pada bulan Juli 2018 yg lalu menghasilkan $ 10,59 (kurs dolar Rp 14.400) (kira-kira sebesar Rp 152.496 rupiah).

Saya memiliki 4 blog, 3 blog yg lain belum sanggup meraup dolar. Hanya blog afrid-fransisco.id yg terbukti piawai mencari pundi-pundi recehan dari dolar melalui iklan google adsense untuk saya pribadi.  

Oh ya, kemaren ada tambahan 1 label baru, bertajuk ‘urban farming’. Sebenarnya kemaren menyatu dengan label cara. Setelah saya pikir baik-baik, ternyata ada baiknya dipisah aja ke label yg baru. Jadi terdapat 10 label di blog ini. Alhasil blog ini makin gado-gado deh. Saya harap anda menyukai artikel yg di sediakan disini ya.

Bisnis Cryptocurrency vs Emas Fisik

Ada satu pertanyaan besar yg muncul di benak saya tentang cryptocurrency. Yaitu tentang sifat perbandingannya. Seperti yg anda ketahui, saya sudah tak lagi menabung atau menggunakan uang dalam bentuk rupiah.

95% uang saya ada di tabungan cryptocurrency seperti bitcoin, zcash, sirilabs, arcona, neuroseed, cartaxi, crypterium, dan colu technologies.

5% ada di rupiah hanya untuk digunakan membeli keperluaan sehari-hari saya saja seperti membeli teh, kopi, beli nasi padang, tahu goreng, dll.  

Saya memiliki emas. Pemberiaan dari ibu untuk saya sebagai perhiasaan kalung.  

Adik saya berinvestasi di emas batangan melalui pegadaian, karena hari-hari saya mengantarnya.

Lalu saya ayo mikir ala 'Cah Lontong'.


Pikirku dengan adanya emas digital seperti bitcoin. Saya mengambil kesimpulan kalau investasi di emas fisik tradisional itu kurang menguntungkan apabila ditengah gempuran masifnya inflansi.

Sampai kapanpun, ah pikirku. Saya kurang tertarik untuk berinvestasi di emas batangan. Apalagi berinvestasi di properti dan perumahan. Kan itu kena pajak bumi & bangunan ya tiap bulannya, biaya modalnya juga sangat besar, belum lagi perawatan perabotannya dan tentu saja persaingan sengit melawan perusahaan-perusahaan real estate yg juga berkecimpung di investasi ini.  

Tapi akhirnya saya berubah pikiran ketika melihat adik saya yg terus-terusan saja berinvestasi di emas fisik tradisional.

Emas digital di Cryptocurrency memiliki keunggulan tersendiri yg tak dimiliki emas fisik tradisional. Namun sejak kemunculan cryptocurrency tahun 2009.


Emas digital seperti bitcoin memang mustahil untuk diretas karena berada disistem blockchain.

Tapi blockchain ada kelemahannya juga karena membutuhkan startup dan perusahaan pihak ke 3 yang artinya rawan terserang hacker, malware, virus dan peretas cracker

Blockchain memiliki kelemahan dari sisi ketergantungannya terhadap energi listrik dan internet. Jika sebuah negara perang, listrik dan internet dipastikan lumpuh. Maka blockchain dipastikan turut lumpuh pula.  

Sedangkan emas fisik tradisional. Tak membutuhkan listrik & internet. Sejarah membuktikan, Emas fisik kebal terhadap peperangan. Apabila terjadi semakin banyak perang di berbagai negara, maka harga emas semakin pesat meningkatkan nilai jualnya. Ini sudah bukan rahasia bagi banyak investor. Investor selalu membaca berita tentang perang. 

Artikel Lainnya :

Akhir kata saya mengambil kesimpulan terbaru.

Bahwa, Investasi emas fisik tradisional tak mungkin ditinggalkan sebagai ‘ASET LINDUNG NILAI’

Mari berinvestasi emas batangan dan berinvestasi di emas digital mulai saat ini.

Saya percaya emas digital cryptocurrency seperti Bitcoin, zcash, dan altcoin lainnya menggantikan rupiah dan dolar pada 20 tahun, 30 tahun, atau 40 tahun mendatang dengan cara mengikis mata uang konvensional secara perlahan demi perlahan.

Sedangkan emas fisik tetap yg terbaik sebagai investasi aset lindung nilai karena telah ada sejak kekekalan. Bahkan menurut saya terus ada hingga akhir zaman. 

Tertarik investasi di emas Cryptocurrency.

INCOME JUNI 2018
Google Adsense                                                        Rp 152.495

Investasi Trading Cryptocurrency                              Rp 187.758

Total                                                                          Rp 340.254

Terima kasih Tuhan Yesus untuk rejekinya hari ini. GBU

Related Post