Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalam 1 Hari ISIS membunuh lebih dari 250 orang di kota Sweida, Suriah. Dan pertama kali dalam sejarah Israel menyerang ISIS (2018)


Berbagai media massa baik cetak maupun online telah menyebutkan bahwa ISIS atau Islamic State sudah kalah.

Namun nyatanya saat artikel ini saya tulis bagi anda pada tahun 2018.

Peperangan, pembunuhan, pembantaian dan ketakutan terus saja terjadi di negara yg sedang terjadi konflik tersebut.

Bertepatan di lokasi perbatasan antara dataran tinggi Golan, Israel dan Suriah. Tepatnya di wilayah selatan, kota Sweida, Suriah. 

Pada hari rabu, tanggal 26 Juli 2018. Pasukan khilafah ISIS membunuh 250 orang hanya dalam waktu 1 hari.

Ada keluarga di bantai habis

Sebanyak 250 orang tewas dalam 1 hari.

Dari antaranya 111 orang yg meninggal dunia adalah kepolisian, & penduduk lokal yg mengangkat senjata & tentara pro-pemerintah Suriah Bashar al assad. Dimana mereka sedang berjaga-jaga patroli di Sweida.

ISIS menyerbu, menembus pertahanan militer propinsi Sweida.

Membunuh 111 polisi & tentara, Dengan tembakan senapan otomatis dan bom bunuh diri.

Foto : ISIS
ISIS kemudian menerobos kota membantai satu per satu warga sipil.

Beberapa wanita & anak-anak yg lain menjadi korban penculikan oleh terrorist ISIS.

Noura al-Basha mengatakan :

Pembantaian itu massif, begitu juga rasa sakitnya. Ada keluarga sepenuhnya disapu bersih. Sahutnya.

Serangan militer Rusia, Suriah + Iran

Kota Sweida, merupakan lokasi terpencil.

Sebagian besar penduduk beragama Islam Druze. ISIS mengatakan melalui media Dabiq bahwa agama tersebut sesat karena mempercayai adanya proses reinkarnasi.

Sehingga ISIS menjadikan Islam Druze target pembunuhan yang sama seperti Islam Syiah yg dianggap thaghut.  

Abdel Rahman mengatakan :

Beberapa warga yg melarikan diri dari serangan ISIS. 
Di saat mereka kembali. Mereka menemukan banyak orang-orang mati. Sahutnya.


Serangan ISIS terhenti ketika bala bantuan didukung oleh angkatan udara bersenjata Rusia dan Suriah tiba ke lokasi.

75 tentara ISIS berhasil di tembak mati, beberapa yg lain tewas akibat membom dirinya sendiri. 

Sisa-sisa pasukan khilafah ISIS lalu kabur ke Badiya.

Badiya adalah gurun hamparan luas di Suriah. Ditempat ini ISIS bersembunyi di bawah tanah dan goa-goa berbatu padang pasir.

Gubernur, propinsi Sweida, Amer al-Eshi mengatakan :

Kota Sweida aman dan tenang sekarang.

Tak jauh dari kota Sweida. Pasukan syiah Bashar al assad, Iran dan Rusia telah menggempur kota-kota yg dikuasai oleh ISIS. 

Penyerangan hampir berjalan selama 2-3 minggu. ISIS terusir dari propinsi Deraa, Quneitra dan Yarmouk.

Sayang, 1 unit pesawat tempur jenis Sukhoi Su-22. 

Di tembak jatuh oleh pasukan Israel menggunakan 2 unit rudal Patriot karena dianggap mendekati perbatasan Israel-Suriah di wilayah dataran tinggi Golan.


Suriah mengklaim bahwa pesawat bukan ingin menerobos wilayah Israel, namun sedang memburu terrorist ISIS. Suriah menuduh Israel berpihak ke ISIS.

Kantor berita SANA mengatakan : 

Musuh Israel menegaskan dukungannya untuk kelompok teroris bersenjata dan menargetkan salah satu pesawat tempur kami, yang menyerang kelompok mereka di daerah Saida di tepi Lembah Yarmouk di wilayah udara Suriah," Sahutnya

Serangan Perisai Anti-Rudal  

Dahsyatnya serangan pasukan Suriah yg didukung oleh Rusia dan Iran di dekat perbatasan Suriah-Israel untuk melawan dan menghancurkan ISIS.

Sehari setelah Israel menembak jatuh jet tempur Suriah,

Israel kembali menembakkan 2 rudal David Sling untuk menghalau roket suriah yg menuju kearah wilayah Israel. Sistem perisai anti-rudal Israel gagal menangkis.

Pihak militer Israel mengklaim terdapat kesalahan teknis. Roket yg ditembakkan suriah diketahui mendarat di wilayah Suriah itu sendiri untuk mengincar kubu ISIS di dekat perbatasan.

Israel menyerang ISIS untuk pertama kalinya
Foto : Pasukan IDF yg berpatroli di Golan 
Tertekannya terrorist ISIS di wilayah Selatan Suriah. 

Memaksa ISIS menggunakan taktik adu domba untuk mengadu Israel VS Suriah.

Menurut kantor berita Rusia, Sputnik. Terorist ISIS menembakkan roket BM-21 GRAD kearah wilayah Israel di dataran tinggi Golan.

Bertujuan menghasut & membuat agar Israel menyerang tentara pasukan Assad yg didukung oleh Rusia.

Pasukan IDF Israel merespon dengan menembakkan perisai rudal Iron Dome mematahkan roket BM-21 GRAD milik ISIS.

Kemudian mengirim pesawat tempur, artileri dan tank untuk menembak basis-basis ISIS yg menjadi provokator di dekat perbatasan.


Ini adalah serangan Israel pertama kali ke terrorist ISIS.

IDF mengatakan :

IDF melawan siapa pun setiap upaya apa saja yang mencoba melanggar kedaulatan perbatasan negara Israel dan yang menganggu ketentraman keamanan warga sipil kami. Sahutnya.

Pemerintah Rusia kemudian mengucapkan terima kasih kepada tentara IDF Israel melalui berbagai media Rusia.

Militer Rusia mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Israel yang telah menyerang posisi Negara Islam (Islamic State, sebelumnya ISIS) di dalam wilayah Suriah

Setelah para tentara ISIS mencoba untuk menghasut tembakan ke arah IDF dari posisi tentara Suriah dengan meluncurkan roket ke Israel. 


Sebuah serangan balasan ditembakkan oleh pesawat tempur dan artileri Israel menghancurkan teroris ISIS dan peluncur roket mereka.


Rusia berterima kasih kepada kepemimpinan IDF untuk membunuh teroris dan mencegah provokasi hasutan skala besar." Sahut Menteri Pertahanan Rusia.

Sumber : https://www.rt.com/newsline/434276-idf-syria-attack-isis/

Youtube : Serangan Pertama Israel ke ISIS

Wilayah perbatasan utara Israel semakin berubah tegang. 

Dimana, Presiden Suriah Bashar Al Assad mengatakan akan merebut suatu saat nanti wilayah Golan yg dicaplok oleh Israel sejak 1967.

Israel turut bersitegang pula terhadap Iran. 

Dimana pasukan Garda revolusi Iran telah membangun basis militer di dekat perbatasan bersama dengan militer syiah Suriah Assad dan syiah Hizzbulah.

Ada banyak pelanggaran Drone yg dilakukan dan ada banyak contoh roket-roket nyasar ke wilayah dataran tinggi Golan di Israel selama bertahun-tahun pertempuran.

Fakta yg paling menarik. Untuk pertama kalinya, Israel menyerang ISIS.

ISIS diketahui sudah 3 kali menyerang Israel menggunakan peluncur roket.



Serangan pertama kali ISIS terjadi pada tahun 2015 di wilayah Sinai dengan tujuan menghasut Israel VS Hamas GAZA.

Untuk yg kedua kali ISIS meminta maaf karena haram hukumnya saat ini untuk menyerang Israel. ISIS percaya melawan Israel hanya terjadi di hari kiamat setelah berbagai negara-negara khilafah terbentuk.

Pada tahun 2018. Serangan ISIS ke Israel untuk ketiga kali terjadi di perbatasan dataran tinggi Golan dengan tujuan menghasut Israel VS Suriah Assad. Sayangnya, kali ini justru ISIS yg diserang oleh Israel.

Israel sejak lama telah bermasalah dengan ISIS.

Dimana lebih dari 60 warga Israel telah berubah menjadi ISIS.

3 diantaranya adalah orang Yahudi yg telah merubah agamanya menjadi Islam ala Islamic State. 

Mereka menggunakan paralayang melewati tembok perbatasan bergabung dengan pemilik ideologi yg bercita-cita ingin menciptakan kekalifahan Islamiyah di seluruh bumi.

Artikel Lainnya :

Terima Kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU