Langsung ke konten utama

Israel VisionSense : Teknologi 3D Dimensi Pemantauan Visualisasi Keberadaan Tumor Otak (2018)


Tumor otak merupakan penyakit mematikan. Ia bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia.

Ciri-ciri tumor otak ditandai dengan sakit kepala nyut-nyut yg menyiksa, sering menyebabkan pandangan kabur sesaat, mual, kantuk berlebihan, dll

Apabila telah merusak pertumbuhan jaringan sel saraf, maka dapat membuat seseorang mengalami kejang-kejang.   

Pada beberapa dekade yg lalu. Untuk menyembuhkan tumor otak dapat dilakukan melalui prosedur pembedahan operasi untuk pengangkatan.

Sayangnya, karena keterbatasan teknologi di masa lalu. Dokter hanya mampu mengangkat sebagian kecil tumor saja.

Lalu tumor tumbuh lagi, kemudian operasi lagi, lalu tumor tumbuh lagi, kemudian operasi lagi, begitu seterusnya. Sehingga kepala pasien mirip seperti ritsleting celana.

ISRAEL VISIONSENSE

Tak ada pasien tumor otak yang pengen tubuh kepala dirinya dijadikan ritsleting, dijahit berkali-kali oleh dokter.

Selain membuat harga tambah mahal akibat operasi berkali-kali. Pasien juga dapat menderita cacat, lumpuh otak, dan menderita gangguan kesehatan seperti disfungsi kognitif dan epilepsi juga.

Di dalam perawatan kesehatan. Teknologi harus difokuskan untuk meningkatkan pengalaman dokter sekaligus menyembuhkan pasien dengan lebih baik.

Kesalahan operasi tumor otak di masa lalu karena alat bedah dan endoskopi yang memandu dokter tak memiliki persepsi kedalaman 3D.

Pengusaha Israel, Avi Yaron lulusan jurusan teknik elektro pernah didiagnosa oleh dokter bahwa dirinya terkena penyakit tumor otak.

Yaron tak ingin otaknya dibuka, dibersihkan, lalu ditutup berulang berkali-kali.

Jadi, Yaron memutuskan membangun teknologi Visionsense untuk mengobati dirinya sendiri. Agar ia dapat menjalankan operasi hanya 1 kali saja.

Perusahaan Visionsense diluncurkan pada tahun 1998. Setelah perjuangan berat Avi Yaron dalam mengumpulkan modal pendanaan.


Beberapa investor memutuskan berinvestasi kepada Avi karena mengetahui bahwa dibalik kesulitan Avi Yaron menghadapi penyakit ganas tumor otak. Dia pasti begitu serius untuk mampu menciptakan teknologi penyembuhnya karena berhubungan dengan nyawa dirinya sendiri.  

Yaron menciptakan sebuah chip dengan algoritma perangkat lunak bukan dengan opto-mekanik. 

Tetapi desainnya meniru mata serangga hasil ciptaan Tuhan yg diaplikasikan ke teknologi visionsense melalui visi 3D.

VISIONSENSE DIBELI OLEH PERUSAHAAN AMERIKA SERIKAT MEDTRONIC 

Pada tahun 2018, Visionsense banyak digunakan oleh dokter dari berbagai penjuru dunia untuk mengangkat tumor otak.

Generasi terbarunya menggunakan kemampuan visualisasi stereoscopic 3D High Definition Natural yg terintegrasi dengan pencitraan infrared fluorescene.


Perusahaan raksasa Medtronic asal Amerika Serikat. Memutuskan mengakuisisi perusahaan Visionsense dengan nilai mahar sebesar $ 75 juta dolar atau sekitar Rp 1 triliun 110 miliar rupiah, tujuannya untuk mendapatkan portofolio dan lisensi teknologi + hak patennya dimana telah menyelamatkan banyak nyawa.

Kantor pusat Visionsense di Israel telah ditutup

Berpindah ke markas Philadelphia, Amerika Serikat di kantor Medtronic, AS.




STARTUP BARU



Seperti orang-orang Israel pada umumnya, ketika mereka telah berhasil menjual (EXIT) perusahaannya ke perusahaan lain yg lebih besar. Maka mereka dipastikan mendirikan startup baru.



Hal yg sama terjadi pula dengan Avi Yaron.

Kini, Avi Yaron dengan duitnya yg melimpah. Mendirikan perusahaan investasi modal ventura bernama 'Joy Ventures' yg fokus di area Neuro Wellness dan kesehatan emosi agar membantu orang melalui teknologi menjadi lebih baik setiap harinya.


Avi Yaron juga mendirikan sebuah startup yg bergerak di bidang teknologi pencegahan tumor otak. Didesain bukan untuk orang sakit, namun melindungi orang sehat agar tidak sakit.

Yaron percaya bahwa penyakit adalah cara bagi tubuh manusia untuk mengatakan ada yang salah dengan gaya hidup kita, perbuatan kita, lifestyle kita, sifat kita, emosi kita, makanan kita, minuman kita, rokok kita, pekerjaan kita, dll.  

Tubuh berteriak keras, Kamu melakukan hal tersebut salah, tapi kita cuek, kita tidak memantau, kita acuh tak acuh di peringatan awal. Akhirnya tubuh terkena penyakit. Seperti sakit jantung, diabetes, stroke, kanker, hipertensi, dll sebagainya.

Pengalaman Yaron semasa muda saat didagnosis oleh dokter terkena serangan tumor otak.

Beliau mengetahui awal penyebab munculnya tumor pada dirinya karena ia mengaku tidur terlalu malam, bekerja berlarut-larut hingga lupa waktu, makan makanan tak sehat secara berlebihan, dan jarang beristirahat.

Menarik untuk menyimak, kecanggihan teknologi apa lagi yg siap dihadirkan oleh Avi Yaron agar membantu orang terhindar dari tumor otak seperti yg beliau pernah alami saat masih muda.


Artikel hari ini memberikan pelajaran bagi kita. Bahwa dibalik kesulitan seseorang, ada jalan keluarnya sehingga dapat membantu orang lain yg senasib agar terbebas dari belenggu penyakit tumor otak.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post