Langsung ke konten utama

Bagaimana Israel menjadi pemimpin teknologi pesawat tempur drone dan komponennya (2018)


Israel diketahui memiliki bisnis industri penerbangan begitu maju. Piawai menciptakan pesawat sipil, pesawat tempur berawak, dan pesawat drone yang laris dibeli oleh berbagai negara.

Tahukah anda.

61% persen ekspor pesawat tempur drone militer dunia dipasok oleh Israel. Tak hanya itu, komponen, kokpit, system, elektronik, radar, datalink, application, cyber anti jamming, chip, avionik, mesin drone, dan beberapa bagian-bagian pesawat diekspor dari produk teknologi yg dihasilkan & diciptakan secara lokal di Israel.  


Berdasarkan data dari World Factbook Intelligence Agency pada tahun 2017 yg lalu. Ekspor Israel mencapai pendapatan bersih sekitar $ 60 miliar dolar atau sekitar Rp 870 triliun rupiah per tahun 2017.

Kebanyakan barang-barang ekspor yang dijual oleh Israel ternyata adalah produk-produk berteknologi tinggi.

Lalu, bagaimana bisa negara kecil berpenduduk 8.907.000 juta orang tersebut mampu menciptakan teknologi yg dikenal begitu rumit. Seperti pesawat tempur dan drone.

Semua berawal dari tekanan perang dan embargo

Israel berdiri pada tanggal 14 Mei 1948. Setelah pembantaian massal Holocaust yg dilakukan oleh Hitler NAZI di Jerman.

Dimana membuat banyak orang-orang Yahudi yg tinggal di Eropa ketakutan sehingga memutuskan melarikan diri & mendirikan negara sendiri untuk ras suku orang-orang Yahudi di Timur Tengah yg dianggap kampung halamannya.

Sayangnya, di Kampung halamannya kini telah ditempati dan dihuni oleh orang-orang Arab Palestina. Perang pun tak terhindarkan, Dimana bangsa-bangsa Arab berkumpul bersatu untuk berperang dengan orang-orang Yahudi yg telah membentuk tentara IDF (Israel Defense Force).  

IDF didirikan untuk melindungi pertahanan bagi Zionis orang-orang Yahudi agar tak ada lagi negara-negara lain yg bisa seenaknya membantai suku Zionis Yahudi.  

Perang terus berkecamuk, IDF mampu mengalahkan dan memukul mundur bangsa-bangsa Arab.

Namun pada tahun era 60-an. Pemerintah Ferancis memutuskan memberlakukan embargo atas pasokan senjata ke Israel dan membatalkan semua transaksi.

Sangsi embargo tersebut mengancam kemampuan Israel dalam mempertahankan diri.

Situasi Israel dalam keadaan terjepit dihimpit oleh tekanan peperangan yg mengancam nyawa.  

Sehingga kementerian pertahanan Israel memutuskan bertindak cepat untuk menetapkan prioritas tertinggi demi menciptakan teknologi-teknologi persenjataan buatan anak-anak bangsa lokal, berbendera biru putih dengan symbol bintang Daud.  

Langkah pertama : Melakukan Copy Paste, Menjiplak & Mengkloning 
Foto : Israel KFIR
Ferancis melakukan embargo terhadap Israel.

Tetapi Amerika Serikat, Inggris (United Kingdom), dan Jerman masih mendukung Israel.

Jerman bahkan masih memasok senjata dan memberikan dana bantuan keuangan dalam jumlah fantastis atas permintaan maaf dari warga Jerman terhadap kesalahan presiden masa lalu mereka [ Hitler (NAZI) ] dimana ia membantai 6.000.000 juta orang Yahudi kala itu.

Sehingga orang-orang Israel masih dapat bernafas lega ditengah tekanan perang & embargo yg dilakukan oleh Ferancis dari bantuan Jerman dan Amerika Serikat. [NB : Sekarang, Ferancis dan Jerman merupakan 1 negara Uni Eropa]

Dengan dana uang segar bantuan dari Jerman tersebut. 

Pemerintah Israel bergerak cepat mengumpulkan anak-anak muda tercerdasnya, mendirikan pusat data, mendirikan laboratorium, meningkatkan pendidikan ilmu pengetahuan universitas, dan menciptakan berbagai perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi.    

Israel juga mengerahkan agen intelijen Mossad. Untuk mencuri akses document blueprint manufaktur pesawat tempur Dassault Mirage milik Ferancis. Kemudian menjiplak, mengkloning dan mencopypaste-nya. 

Walhasil, Pesawat tempur NESHER buatan lokal Israel tercipta pertama kali pada tahun 1971. Bedanya, hanya terletak pada mesin. Karena Israel membeli mesin General Electric J79 dari Amerika Serikat.  


Hal yg sama pun terjadi pula pada tank. Tak banyak orang mengetahui bahwa Tank Merkava milik Israel sebenarnya adalah kloningan gabungan dari Tank Rusia, Tank Amerika Serikat, dan Tank Inggris (UK).  

Pemerintah Israel memanggil orang-orang Yahudi dari seluruh dunia untuk pulang kampung


Negara Israel bercita-ciita untuk mempertahankan kemerdekaannya. Termasuk dalam urusan pesawat tempur yang diproduksi sendiri secara lokal. Awalnya itu adalah NESHER. Namun pesawat tersebut masih memiliki banyak sekali kekurangan.

Untuk mengupgrate teknologi lebih canggih.  

Pemerintah Israel terus menerus memanggil orang-orang Yahudi yang masih ada dipenjuru dunia untuk pulang kampung ke tanah kelahiran nenek moyangnya atau disebut juga dengan Aliyah. Dimana ketika ribuan tahun yg lalu, Israel pernah diserang oleh bangsa Romawi, menyebabkan orang-orang Yahudi mengalami eksodus dari Timur Tengah dan mengungsi ke penjuru dunia akibat rumah tempat tinggal mereka terjadi bencana perang mengerikan.

Rombongan Zionis Aliyah yang datang ke Israel, membawa banyak ilmuwan & insinyur Yahudi dengan bakat sarjana lulusan berpendidikan tinggi dari universitas-universitas yang telah mereka pelajari dari Rusia, Inggris, Amerika Serikat, China, termasuk Ferancis itu sendiri.

Walhasil, gabungan ilmuwan & insinyur dari berbagai cabang pendidikan dengan otak-otak cerdas dari berbagai negara. Pada akhirnya mampu mengupgrate negara Israel menjadi berteknologi tinggi dalam waktu yg singkat dan cepat. Sampai saat ini, Aliyah masih dikumandangkan oleh pemerintah Israel sesembari menunggu pembangunan apartemen, jembatan, jalan, ladang dan infrastrukur untuk mendukung pemulangan kembali bagi 6.950.000 jutaan orang Yahudi yg masih tertinggal di negara lain.  

Pada era 70-an.

Pesawat tempur NESHER dikembangkan menjadi KFIR

Pesawat tempur Drone SCOUT dan TADIRAN MASTIFF berhasil diciptakan untuk pertama kalinya.

  
Pada era 80-an.

Pesawat sipil Galaxy Aerospace berhasil diciptakan. Kini dijual dalam bentuk nama baru Gulfstream.

Pesawat konversi sipil ke kargo pun berhasil diciptakan secara lokal.

israel+bedek.jpg (742×528)

Pesawat tempur LAVI juga berhasil diciptakan.


Negara Israel terus mempertahankan keunggulan kualitatifnya dan itu dapat dicapai dengan meningkatkan elemen-elemen tertentu dari platform seperti ECM dan Radar. Yang penting adalah Israel memiliki infrastruktur yang dibutuhkan dalam industri pesawat. Terutama laboratorium dan pusat komputer.

Pada tahun 2018. Israel memiliki infrastruktur semacam itu. Ini memberikan keuntungan di masa depan.

Penting untuk menunjjukkan kepada dunia bahwa Israel sanggup lepas dari sebagian ketergantungan impor persenjataan dari beberapa negara lainnya.

Memang untuk saat ini tak ada negara yg bisa lepas dari negara lainnya. Sebut saja AS masih ketergantungan impor bahan baku titanium, mesin roket, dan komponen-komponen pesawat lainnya dari Rusia yg menjadi musuhnya.

Jadi semua negara memang tak bisa hidup seorang diri. Tak ada negara yang benar-benar independen. Tak ada negara yang mampu melakukan semuanya sendiri. Tak ada yang namanya kemandirian ekonomi.

Negara sebesar raksasa Amerika Serikat saja masih membutuhkan negara-negara kecil untuk menyempurnakan kekurangan & kelebihan teknologinya.

Alasan mengapa Amerika Serikat pernah bekerjasama dalam proyek seperti Laser, rudal Arrow, rudal David sling dan pesawat tempur LAVI bersama ilmuwan & insinyur Israel untuk menyempurnakan varian F-16 Fighting Falcon. Sedangkan kerjasama David sling dan Arrow digunakan oleh AS untuk menyempurnakan varian Patriot dan THAAD.

Hal ini membuktikan bahwa tak ada negara yg bisa hidup seorang diri menghadapi tantangan ketidakpastian global.

Satu contoh lain, Negara sebesar Rusia saja masih bekerjasama dengan negara Suriah untuk mengetahui kelemahan dari teknologi perangkat keras pertahanannya yg diuji dimedan perang ketika melawan ISIS.

Memang benar, Kebanyakan alustista Israel kini bisa independen dan buatan lokal. Tapi sebenarnya mesin masih dibeli dari orang-orang Amerika Serikat dan Uni Eropa. 

Kecuali mesin drone yg telah dapat dibudidaya secara lokal di Israel.  


Apalah artinya sebuah negara kecil Israel dengan 8 juta warga dalam mengembangkan pesawat tempur dan drone bersaing dengan negara raksasa seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan China.

Israel tentu bukanlah apa-apa, dari segi ekonomi & uang pun masih kalah jauh.

Tetapi hari ini, proyek teknologi masa lalu dan pemikiran R & D yg telah lama dikembangkan di Israel selama beberapa dekade telah membuat kontribusi signifikan untuk perekonomian.


Israel menuju kearah yang benar sebagai negara berteknologi. Kedepan, negara bintang Daud ini menuju ke arah super komputer quantum, cyber, blockchain, robotika, space mikro satelit, energi, Medicine, Deep learning, Artificial inteligence, Bioteknologi, Nano-technology, dll sebagainya.  

Sains dan ilmu pengetahuan yg didapat terus dikembangkan oleh sarjana-sarjana berpendidikan anak bangsa demi kemajuan industri & startup melalui universitas lokal.

Pesawat drone jenis terbaru yg lebih canggih dari sebelumnya seperti Starliners, Hermes900, ThunderB VTOL, SkylarkC, Harop, dan Super Heron merupakan gebrakan-gebrakan yg terus dilakukan oleh industri pertahanan dalam negeri Israel.

Artikel Lainnya :

Youtube : Super Heron

70 tahun pendirian Israel merupakan langkah awal. Pengembangan teknologi menuju tahap mutakhir yg lebih canggih terus dimulai hingga hari ini.

Dengan harapan menuju teknologi & ekonomi maju bagi rakyat Israel.

Dari pembahasan diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa kemajuan pesat teknologi Israel diakibatkan oleh kaloborasi antara pemerintah, rakyat, industri dan universitas. 

Sekolah-sekolah dan universitas di Israel memegang peranan kunci paling penting mengapa orang-orang di Israel mampu piawai mengembangkan teknologi yg maju karena mereka belajar matematika, biologi, kimia, fisika, sains, seni, filsafat, algoritma, pertanian, dan ilmu pengetahuan lainnya. 

Sebagai informasi bagi teman-teman..? 

Jajaran universitas di Israel masuk sebagai top peringkat 600 dunia yg melahirkan banyak sekali engineer, ilmuwan, teknisi berbakat, insinyur, professor, doktor, mekanik, ahli electric, dan peraih NOBEL yg bergengsi. 

Tak mengherankan apabila pemimpin perusahaan & startup teknologi di Israel banyak diisi oleh orang-orang doktor lulusan S2 dan S3 dari universitas Jerusalem, universitas Tel Aviv, universitas Bar-Ilan, universitas Haifa, universitas Ben gurion, Weizmann institute of science, dan Technion.

Israel membanggakan dirinya memiliki pusat R & D terbesar di dunia. 


Youtube : Israel Technion. Pengubah sains & ilmu pengetahuan menjadi senjata perlindungan anti-semits dan pogrom.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post