Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Kemajuan Mesin Propulsion Satelit Israel untuk militer & Sipil (2019)

Pada awalnya mesin tenaga penggerak satelit berjenis propulsi electric diciptakan pertama kali oleh Rusia, kemudian disusul oleh Amerika Serikat dan China.

Namun sejak tahun 1980. Israel turut mengembangkan teknologi luar angkasanya secara mandiri untuk mencoba menyusul dan bersaing terhadap ke 3 negara-negara ‘Super Power’ tersebut.

Sebagai perbandingan, satelit-satelit buatan Rusia, Amerika Serikat dan China pada umumnya memiliki kekuatan mesin electric hingga 1.500 watt dan berat satelit 1.500 kg.

Sedangkan Israel menghindari angka tersebut dan memilih ukuran nanosatelit, mikro dan medium yg berkekuatan sekitar 250 watt dan berat antara 15 kg - 600 kg. 

MESIN & SATELIT ISRAEL

Menciptakan mesin & satelit berukuran micro dan medium jauh lebih sulit ketimbang satelit berukuran besar. Karena satelit tak ada backup-nya, jika salah satu komponen rusak, maka rusaklah semuanya.

Hal ini berbeda dengan satelit berukuran besar. Jika salah satu komponen rusak maka terdapat cadangan penggantinya untuk mengambil alih tugas yg rusak. Sedangkan satelit ukuran micro dan medium tak dilengkapi cadangan. Oleh sebab itu semua susunan komponen harus pas, detail dan tak boleh rusak/cacat.

Kendaraan roket peluncur dapat menggunakan SHAVIT yang diluncurkan di pangkalan Palmachim, Israel. atau membeli jasa pihak lain dari SpaceX Amerika Serikat. 

SpaceX dikenal berbiaya murah akibat sistem transportasi luar angkasa dapat kembali ke bumi secara otomatis sehingga dapat dipakai ulang.

Foto : Peluncur roket luar angkasa Israel, Shavit



Untuk saat ini, IAI SHAVIT belum memiliki kemampuan canggih seperti SPACEX milik pengusaha entrepreneur ‘Elon Musk’. Namun tak menutup kemungkinan suatu saat nanti, orang-orang Israel juga menerapkan hal yg sama.

MESIN SYSTEM PROPULSION
Youtube : Israel Mesin System Propulsion

Pada hari ini, Israel telah berdaulat terhadap teknologi mesin system propulsi luar angkasa untuk satelit mikro, medium dan nanosatelit. Semua elemen system komponen dan solusi lateral. Dikembangkan 100% dari Israel.

Mesin penggerak yang ada pada satelit menggunakan listrik dan gas Xenon, alih-alih bahan bakar fosil kimia.

Mengapa memilih listrik. Karena propulsi listrik 5-6 kali lebih hemat efektif daripada fosil bahan bakar zat kimia. Dengan listrik bisa diperbaharui di luar angkasa melalui panel surya energy matahari. Sehingga terisi secara terus menerus. Untuk menciptakan 200 watt listrik cukup membuka panel surya di luar angkasa selebar 1 meter saja.

Masa depan penjelajahan orbit space ada di tenaga listrik matahari.

Zvi Z dari perusahaan Rafael Advanced Defense System mengatakan :

Sebagian besar profit penghasilan perusahaan kami di pasar internasional di bidang luar angkasa dihasilkan oleh penjualan system propulsi. Kami menjual semua modul lengkap dari setiap elemen seperti mesin motors, propulsi hingga tangki bahan bakar. Mesin propulsi adalah elemen utama dari satelit dan hari ini catatan kami menunjjukan keandalan 100%. Ada lebih dari 66 satelit di pasar internasional luar angkasa dibangun komponennya oleh produk Rafael. Sahutnya.





Jacob Herskhovits mengatakan :

Dalam beberapa tahun terakhir telah ada tren transisi dari penggerak kimia tradisional ke penggerak listrik. Karena peningkatan kinerja yang dicapai oleh mesin penggerak listrik, akurasi jalur, masa pakai satelit, penghematan bahan bakar, dll. Rafael adalah rumah bagi sistem. Kami tidak fokus hanya pada satu jenis komponen saja, melainkan mengembangkan dan memproduksi semua komponen sistem satelit, mulai dari tangki bahan bakar, mesin, katup, integrasi sistem, pengujian, dll. Semua ini dapat dipasok menggunakan produk kami. Sahutnya.



spaceil.jpg (737×482)

NANOSATELIT ISRAEL

Nanosatelit dengan berat 10-15 kg hanya dapat berfungsi untuk pemancar internet, radio dan pemancar datalink saja.

Keunggulan nanosatelit ukurannya sangat kecil seperti kotak sepatu. Sehingga apabila ditembak oleh rudal anti-satelit. Justru penembak lah yang mengalami kerugian akibat mahal rudalnya ketimbang nanosatelitnya yang murah.

Selain itu, pihak lawan membutuhkan banyak rudal untuk menembak keseluruhan nanosatelit.  

Dalam 1 peluncuran roket. Nanosatelit dapat dilepas menyebar ke luar angkasa hingga sebanyak 24 unit.

Tiap-tiap nanosatelit mampu berkomunikasi satu dgn yg lainnya untuk memancarkan atau mentransmisikan internet, video, gambar, suara dan data dari jarak setinggi seluas area 300 km agar dapat dikomunikasikan ke bumi.



Terminal antenna yg terpasang di nanosatelit seukuran berat 15 kg dapat mengirimkan internet kecepatan 8 mb/detik. Itu sudah cukup untuk komunikasi pesawat tempur dan pesawat drone ke pusat control commando yang ada di darat.

Nanosatelit bermanfaat pula untuk meningkatkan jarak jangkauan terbang pesawat drone hingga 1.000 km dari GCS (Ground Control System). Walaupun ada sedikit kelemahannya yaitu penundaan relay data hingga 20 detik, karena kecepatan transfer datalink nanosatelit begitu lambat sesuai dengan hukum alam fisika.

Sedangkan satelit mikro dan medium seukuran berat 120 kg dan 600 kg dapat digunakan untuk penjelajahan planet, pengintaian intelijen, transmisi data jaringan internet yg lebih kuat, fotografi dari luar angkasa, pengawasan bumi, peningkatan jarak jangkau pesawat drone dengan relay data yg lebih minim dan juga digunakan untuk penelitian melalui luar angkasa seperti mendeteksi perubahan iklim, air, cuaca, dll

Tiap satelit sanggup menjelajahi mengelilingi bumi & luar angkasa bertahan hingga 7 tahun sebelum akhirnya rusak akibat penuaan.

LITESAT : MICRO & MEDIUM SATELIT YANG DAPAT MELAKUKAN PENGAWASAN MILITER

LiteSat satelit berukuran berat 50-100 kg dapat digunakan untuk misi pengamatan di permukaan bumi. LiteSat dirancang untuk penggunaan militer tetapi juga dapat diadaptasi untuk penggunaan sipil seperti pertanian, pemantauan bencana alam, pertambangan, dll

Jarak efektif ketinggian terbang pengintaian LiteSat dari bumi antara 350-400 km, mampu mengintai permukaan dan daratan di seluruh negara-negara lainnya.

Ketika terdapat misi intelijen khusus di wilayah tertentu. Litesat dapat dikirim pindahkan ke lokasi orbit tersebut secara realtime untuk pengintaian di semua kawasan daratan, negara-negara lainnya & lautan bumi.

LiteSat dimiliki oleh perusahaan Rafael Advanced Defense System dengan 10.000 karyawannya. Perusahaan Rafael sebenarnya tak pernah menciptakan satelit hanya komponen-kompoennya saja dan bertindak sebagai subkontraktor. Perusahaan yg merakit satelit dengan komponen-komponen Rafael secara utuh adalah IAI dengan 16.000 karyawannya.

TEKNOLOGI LUAR ANGKASA DI ISRAEL
israel+dmars.jpg (760×480)

Dmars+Israel.jpg (640×400)

Ini hanyalah baru permulaan…,

50-100 tahun ke depan kita menyaksikan negara Israel mengirimkan astronot berawak, lebih banyak satelit, robot-robot penjelajah dan membangun semua kekuatan luar angkasanya secara lokal & mandiri tanpa ada sepeserpun 0% campur tangan komponen pihak asing.

Sejauh ini, Israel telah menciptakan banyak satelit medium & mikro. Terdiri dari Globastar, Sentinel, Constellation, Venus, Ofeq, TecSar, Shalom, Cubestats, Risat, Eros, Amos, Samson, Ultrasat, dll.

Sedangkan jumlah nanosatelit yg telah diluncurkan oleh perusahaan-perusahaan Israel ke luar angkasa belum ada informasi detail dan tak disebutkan jumlahnya.

Ada 7 industri berkecimpung di teknologi luar angkasa di Israel yaitu :

1]. Israel Space Agency

2]. Israel Aerospace Industries

3]. SpaceIl

4]. Elbit Systems

5]. Rafael Advanced Defense System



Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU