Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menara Tower Energi Listrik Matahari Tertinggi di dunia ada di Israel (2019)


Israel dikenal sebagai salah satu pemimpin teknologi peralatan energi listrik matahari dan photovoltaic paling canggih dan paling efesien di dunia.

Saat artikel ini saya tulis bagi anda. Israel menghasilkan 10% energi listriknya dari sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, gas dan biomassa.

Memanfaatkan sumber daya alam berupa padang pasir gersang nan panas di wilayah Negev yang bersinar begitu terik. Ini tentu saja dapat dimanfaatkan sebagai lokasi industri proyek lompatan menggebrak simbol ambisi pembaruan dengan menggantikan bahan bakar fosil minyak bumi dan pengurangan CO2.

MENARA MATAHARI TERTINGGI DI DUNIA ADA DI ISRAEL


Pembangkit listrik ASHALIM yg berada di gurun Negev adalah menara tenaga cahaya matahari tertinggi yang ada di dunia saat ini.

Tingginya mencapai 260 meter. Dengan memiliki 50.600 cermin heliostat yang dikendalikan oleh komputer otomatis untuk diarahkan sejajar mengarah kepada 1 titik pusat stasiun.

Mengapa pembangkit ini menjadi paling efesien karena keunggulannya bekerja menghasilkan daya hingga 121 Megawatt. (setara untuk memberikan daya listrik bagi 60.000 rumah) dan secara ajaib masih dapat bekerja di malam hari walaupun sudah tak ada lagi matahari.  

Ada 3 teknik cara kerjanya. Yaitu energi fotovoltaik, gas alam, dan energi panas matahari yang disimpan bersama air garam.  

Szilas mengatakan :

Dengan semua matahari yang kita miliki dan kemajuan teknologi kita. Tujuannya sangat sederhana seperti yang kita tetapkan. Kita sedang berusaha untuk mengarah ke tujuan itu." Sahutnya

Pembangkit listrik menara matahari Ashalim dikerjakan oleh perusahaan Megalim Solar Power LTD dan  perusahaan teknologi Brightsource energy yang didirikan oleh founder Israel-Amerika Serikat.

Pada tahun 2019, hanya baru 1 unit telah beroperasi.

Pada tahun tahun mendatang jumlah pembangunan menara yang lainnya segera dilipatgandakan lebih banyak lagi.


Biasanya, negara Israel membeli minyak bumi dari Amerika Serikat, Rusia, Kurdistan, Azerbaijan dan Kazakstan. 

Maka, kehadiran Ashalim dan ladang gas alam dapat mengurangi impor perdagangan minyak bumi sehingga diharapkan Israel tak lagi terlalu tergantung kepada sumber energi pihak asing.

Secara praktis meningkatkan ekonomi Israel dan tentu saja membuat udara wilayah Israel menjadi bersih, segar terlepas dari berbagai polusi penyebab radikal bebas dan penyakit kanker.

Paz mengatakan :

Berdasarkan teknologi parabolic. Sistem menyerap kolektor panas matahari untuk mengumpulkan energi ke sistem penyimpanan garam cair terbesar di dunia yang berarti energy tidak hanya dikumpulkan tetapi disimpan. Bahkan pada hari mendung atau malam hari. Teknologi inovatif ini menyediakan kemampuan tambahan 4 jam energi. Sehingga menambahkan keseluruhan 18 jam operasi harian. Sahutnya.



MENUJU ADIDAYA ENERGI ISRAEL

Walaupun saat ini Israel tertinggal dari negara Jerman.

Di masa depan Israel memiliki potensi untuk basis sebagai peng-ekspor listrik terang sinar matahari ke seluruh penjuru dunia.  

Diharapkan pada tahun 2030. Listrik energi terbarukan dari negara bintang Daud Israel telah mencapai 17%.

Kementerian pemerintah Israel telah berupaya keras mendorong, mempromosikan dan membuat undang undang yang memberikan insentif bagi warganya agar mau memasang panel surya di atap rumahnya. Itu tentu pula bertujuan pula demi memaksimalkan kinerja menara Ashalim seluas 988 hektar.

Biaya pembangun 1 unit pembangkit listrik termo solar ini senilai $ 1,1 miliar dolar atau sekitar Rp 15 triliun rupiah.


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU