Langsung ke konten utama

Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut, Sumber Listrik Ramah Lingkungan (2019)


Pembangkit listrik tenaga gelombang laut menjadi salah satu hal yang tengah dibicarakan beberapa akhir ini. Indonesia yang memiliki luas laut lebih besar dibandingkan dengan daratan seakan menjadi tempat yang cocok, untuk mengaplikasikan pembangkit listrik yang memanfaatkan gelombang laut ini.

Berdasarkan dengan sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah badan pengkajian dan penerapan teknologi BPPT. Selain itu, dari pemerintah Norwegia mengungkapkan apabila kawasan pantai di Indonesia memang mempunyai potensi yang cukup bagus, untuk memanfaatkan gelombang laut sebagai sumber pembangkit listrik.

Apabila dimanfaatkan secara optimal maka energy yang berasal dari gelombang laut ini mampu menemuhi kebutuhan energy listrik di beberapa daerah Indonesia yang berada di pulau-pulau kecil atau di daerah perbatasan. Bukan hanya itu saja, pembangkit listrik tenaga gelombang ini juga mempunyai cara kerja yang cukup sederhana.

Mengenal Lebih Dekat PLTGL

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut atau PLTGL ini mempunyai cara kerja yang cukup sederhana. Dimana aliran gelombang laut yang memiliki energy kinetic akan masuk ke dalam mesin konversi energy gelombang. Kemudian dari dalam gelombang tersebut maka aliran gelombang bisa mengalir menuju ke turbin.

Didalam turbin itulah, energi kinetik yang berhasil dihasilkan oleh gelombang akan digunakan untuk memutar rotor. Dari adanya perputaran rotor itulah, energi mekanik akan disalurkan untuk menuju ke generator. Sedangkan dari generator itu, energi mekani bisa di rumah menjadi sebuah energi listrik.

Daya listrik yang sudah dihasilkan dari generator tersebut akan langsung dialirkan untuk menuju ke sistem transmisi. Secara mekanik sendiri, pembangkit listrik tenaga gelombang laut juga dikenal menggunakan OWC atau oscillating wave column. Dimana OWC ini sendiri ternyata masih memiliki 2 jenis yakni OWC terapung dan tidak terapung.

Untuk OWC tidak terapung sendiri mempunyai 3 bangunan utama yaitu terdiri dari saluran memasukkan air, reservoir, dan pembangkit. Dari ketiga bangunan yang ada tersebut juga terdapat unsur penting yang ada didalamnya, yakni tahap pemodifikasian bangunan saluran masukan air yang mempunyai bentuk U.

Cara Mengkonvesi Tenaga Gelombang Laut

Sistem OFF shore
Didalam mengkonversi gelombang laut untuk dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga gelombang laut ini adalah sistem off shore. Sistem yang satu ini akan dirancang dengan kedalaman 40 meter menggunakan mekanisme kumparan, yang akan memanfaatkan adanya pergerakan gelombang untuk melakukan pemompaan energi.

Listrik sendiri akan dihasilkan dari adanya gerakan relatif diantara pembungkus luar dan bandul didalam. Naik turunnya dari pipa pengapung yang ada di permukaan, ternyata juga akan mengikuti adanya gerakan gelombang yang akan memberikan pengaruh terhadap pipa penghubung. Cara lainnya untuk melengkapi sistem ini adalah dengan membangun sistem tabung dan memanfaatkan gerakan gelombang.



Sistem On Shore
Sistem kedua dalam pembangkit listrik tenaga gelombang adalah sistem on shore. Ada tiga metode yang digunakan dalam sistem ini yakni channel system, oscillating water columns system hingga float sistem. Secara singkat, energi yang tercipta dari menggunakan sistem ini akan mengaktifkan generator, dimana akan langsung mentransfer gelombang fluida yang akan langsung mengaktifkan turbin generator.

Berdasarkan penjelasan yang ada di atas, maka bisa disimpulkan apabila PLTGL bisa menjadi solusi yang terbaik untuk mendapatkan sumber listrik yang cukup potensial. Hanya perlu melakukan riset yang lebih detail, agar sumber energi yang satu ini bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Dengan adanya pembangkit listrik tenaga gelombang laut inilah, maka bisa mencukupi kebutuhan listrik lebih efisien.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post