Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadapi Rudal Tomahawk AS : Rusia Percepat Merger Gabung Belarus Menjadi 1 Negara (2020)


Belum puas mencaplok wilayah semenanjung Crimea pada tahun 2014 yang lalu.

Negara beruang merah Rusia kini mempercepat perluasan wilayah baru dengan cara berusaha untuk menggabungkan negara “Belarus” ke federasi Rusia untuk menjadi 1 negara tunggal.

Alasan ini bukan tanpa sebab….?

Setelah perang dunia ke II berakhir pada tahun 1945. Ditandai dengan kekalahan Jepang di bom atom oleh pesawat pembom AS dan kekalahan Jerman (NAZI Hitler) dibawah kekuasaan dan kepemimpinan Amerika Serikat. Kini, Uni Eropa tak berdaya berada dibawah pengaruh kekuatan militer AS.

Secara praktis. Meninggalkan 1 musuh lama. Yaitu Uni Soviet. (Sekarang bernama “Rusia”).

AS menganggap Rusia musuh lama terus mencoba mengalahkan dominasi Super Power miliknya.

Pada tahun 2020. Sebanyak 70.000 tentara US Army telah berjaga-jaga di perbatasan Eropa dan Uni Eropa (EU).

Militer AS bermarkas besar di Jerman, Latvia, Lithuania, Polandia, Estonia, Bulgaria, Italia, Ferancis, Rumania, Slovenia, dll.

Rudal+Tomahawk.jpg (748×562)

Kehadiran tentara Amerika Serikat meliputi 2.500 tank dan kendaraan lapis baja yang terdiri dari Bradley, Stryker, Humvee, Abrams, JLTV, Howitzer, Patriot, THAAD, dan masih banyak lagi. Termasuk helikopter tempur Apache, Chinook, Blackhawk, pesawat tempur siluman F-22 Raptor, hingga rudal bom nuklir.

Youtube : Militer Amerika Serikat di Uni Eropa


Youtube : Militer Amerika Serikat di Uni Eropa

Youtube : Amerika Serikat tambah lagi 20.000 pasukan US ARMY untuk mengepung Rusia di perbatasan Uni Eropa.

Semua moncong senjata AS yang parkir di depan halaman perbatasan rumah Rusia. Termasuk rudal hulu ledak nuklir Tomahawk milik US ARMY ini mengarah ke ibukota Rusia. Tepatnya di kota Moskow.

Rusia Percepat Merger Gabung Belarus Menjadi 1 Negara 

Amerika Serikat telah memutuskan sebuah kontrak perjanjian perundingan kontrol senjata yang disebut INF atau Intermediate Range Nucler Forces Treaty.

Salah satu senjata mengerikan milik Amerika Serikat adalah rudal Tomahawk.

Dihapusnya perjanjian INF. Kini menginsyaratkan Amerika Serikat dapat sesuka hati menginstal hulu ledak nuklir di ujung rudal Tomawak tersebut.

Tomahawk adalah rudal jelajah yang mampu menjelajah jauh. Sanggup ditembakkan di laut melalui kapal perang atau darat.

Apabila rudal Tomahawk berhulu ledak nuklir ini ditempatkan di Uni Eropa mengarah ke Rusia.  

Tentu sangat merepotkan bagi militer Rusia untuk menanggulangi karena waktu reaksi begitu singkat akibat jarak perbatasan antara Uni Eropa dan Rusia begitu dekat. Ditambah lagi, mobilitas Tomahawk sangat tinggi mudah berpindah pindah dan bahkan sanggup diangkut hanya oleh truck.


Youtube : Rudal Tomahawk United States buatan Raytheon Technologies

Alasan berbahaya ini mendorong Rusia mempercepat merger kepada negara Belarusia yang berjumlah 10.000.000 penduduk tersebut.  

Dengan bergabungnya Belarusia ke Rusia. Diharapkan Rusia mendapatkan lebih banyak perluasan wilayah lebih jauh dan lebih luas. Sehingga armada militer Rusia memiliki respon waktu apabila mendapatkan serangan Tomahawk dari Amerika Serikat untuk mengamankan ibukota Moskow.

Rusia sejak lama telah menginsyaratkan agar Belarusia kembali ke Rusia.

Tetapi orang-orang Belarusia selalu menolak.

Lukashenko mengatakan :

Kami memiliki negara kami sendiri, kami berdaulat dan mandiri. Dengan otak dan tangan. Kami mendapatkan apa yang kami bisa, kami membangun negara sendiri. Dan kami tidak bisa menjadi bagian dari negara lain. Sahutnya.


Pada Desember 2019. Presiden Rusia, Vladimir Putin. Telah mengadakan pembicaraan kesepakatan penggabungan.  

Sebagai imbalan. Rusia terus mendorong integrasi menjadi satu negara. Dengan cara penyatuan ekonomi dan harga energi seperti minyak & gas. Namun nampaknya orang-orang Belarusia menginginkan nilai ekonomi keuangan yang besar.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU