Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisa Ekonomi dan Bisnis di Indonesia Pada Masa Depan (2020)


Sekedar pengen tahu aja untuk menambah wawasan informasi.

Bagi berminat silahkan dibaca ya.  

Agak sulit memang memprediksi bagaimana dan apa yang terjadi dimasa depan karena hanya Tuhan Yesus Kristus yang mengetahui.

Tapi ngga ada salah kan jika saya menganalisa dengan cara memahami bagaimana sistem ekonomi berkerja terhadap keterikatan global internasional dalam ruang lingkup kecil. Yaitu Indonesia.  

Berikut adalah analisis yang dapat saya pahami terhadap ekonomi & bisnis di Indonesia pada masa depan :


1]. 60% rakyat Indonesia mendapatkan bantuan sosial.

Jumlah uang beredar di dunia ada begitu banyak. Tetapi jumlah pekerja menyusut.

Artinya semakin banyak orang tak berkerja. (Pengangguran)

Sehingga satu-satunya solusi permasalahan ini yaitu dengan cara “Universal Basic Income (UBI)” atau memberikan pajak bagi robot & industri teknologi tinggi demi meningkatkan daya konsumsi negara. Tetapi UBI memiliki masalah lain karena hanya dapat berkerja di taraf internasional bukan lokal.

Sehingga pilihan sistem diterapkan yaitu conditional cash transfer atau CCT. Dimana pemerintah memberikan bantuan atau gaji secara cuma cuma tapi bersyarat. Seperti mengharuskan anak bersekolah atau orang dewasa untuk mengikuti pelatihan.

Di Indonesia. Sistem CCT sudah diterapkan dan terbukti mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Disebut dengan kartu prakerja dan kartu keluarga (PKH) (program keluarga harapan).

Problem kelak muncul yaitu adanya banyak orang menuntut merengek-rengek meminta keadilan dari pemerintah. Mengeluh karena dana bantuan sosial dirasa kurang mencukupi memenuhi gizi masyarakat.

Jadi dimasa depan. Ada kemungkinan besar program PKH dan Prakerja semakin aktif dimana nantinya 162.000.000 juta rakyat Indonesia mendapatkan gaji tiap bulan atau hidup dari uang diberikan dari pemerintah Indonesia ke rekening Bank masing-masing.

Tetapi gaji tersebut pas-pasan hanya untuk makan saja.

Itupun takkan cukup memenuhi standar gizi kesehatan & kalori.

Selebihnya masyarakat Indonesia yang menerima gaji dari pemerintah Indonesia tetap akan berkerja keras untuk mencari uang tambahan.


2]. Perbudakan & upah rendah padahal kerja 10 jam tiap hari

Persaingan internasional memaksa semua negara saling bersaing satu dengan lainnya demi memperebutkan uang.

Bahkan secara terang-terangan ada negara yang telah terlibat perang dagang seperti terjadi antara 2 negara terkaya di dunia. Yaitu Amerika Serikat & China.

Kunci negara sukses adalah memiliki industri maju. Sehingga uang dalam jumlah besar dari seluruh dunia akan mengikutnya.

Amerika Serikat dan China adalah pemimpin teknologi maju dan merajai produk industri ke seluruh dunia.

Banyak orang menilai ketegangan militer antara AS VS CHINA ataupun perang harga minyak antara AS VS RUSIA tak berdampak bagi Indonesia karena dianggap berada jauh ribuan kilometer disana.

Amerika Serikat adalah pemimpin ekonomi terbesar & terkaya #1 di dunia. Lalu disusul oleh China. Jika kedua negara terus terlibat perang dagang, perang tarif dan sama sama tak mau mengalah. Menyebabkan banyak harga produk menjadi rendah.

Keterikatan global menyebabkan hal ini seperti penyakit virus yang menjalar pula ke Indonesia.

Sehingga banyak orang di Indonesia mulai merasakan upah kerja menjadi lebih rendah, jam kerja yang semakin tinggi tetapi hasil upah recehan.  

Satu hal dikwatirkan dimasa depan yaitu semakin marak terjadi perbudakan.

Atau sudah cape cape kerja berjam-jam hingga 10 – 14 jam tiap hari.

Tapi hasil gaji ngga sesuai harapan.

Perang dagang antara AS VS CHINA. Dipastikan takkan pernah berhenti dan bersifat “ABADI”.


3]. Merger Indonesia + Malaysia

Tantangan ekonomi dan dunia bisnis global memaksa ‘Indonesia dan Malaysia’ bergabung menjadi satu negara. Termasuk kembalinya Timor Leste ke pangkuan Indonesia dan bergabungnya Papua Nugini.

Di ranah global. Dominasi BUMN semakin mencekram dan persaingan dagang menjadi intens. 

Walhasil, negara seperti Amerika Serikat dan Kanada akan bergabung menjadi 1 negara. 

Kemudian negara Rusia, Belarus, Kazakhstan bergabung menjadi 1 negara.

Negara Uni Eropa semakin meluas.

Dan beberapa negara-negara Africa lainnya turut saling bergabung membentuk persatuan 1 negara. 

Tetapi negara kecil yang kaya seperti United Kingdom, Korea Selatan, Singapura, dll tetap menjadi negara indenpenden. 


4]. Pendidikan Universitas semakin mahal.

Wajib belajar 12 tahun merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Tetapi untuk mendapatkan tempat di bangku Universitas yang lebih tinggi akan menjadi kesulitan bagi banyak orang Indonesia di masa depan.

Sehingga banyak anak-anak Indonesia menjadi kurang berpendidikan.


5]. Utang

Di masa depan semakin banyak penduduk Indonesia terjerat utang & kemiskinan.


SOLUSI :

Kelangkaan sumber daya alam di bumi menciptakan bentuk perebutan persaingan yang semakin sengit dan perang dagang antara AS VS CHINA semakin memanas. 

Lalu bagaimana cara mengatasinya untuk kita secara pribadi.

Kunci keuangan di dunia ini sebenarnya “SIMPEL” saja. Ngga membutuhkan banyak teori yg rumit.

Yaitu : Membeli dan Menjual.

Ada orang yg membeli dan ada orang yang menjual. Lalu ada yang jual, lalu ada yang beli. Uang berputar kemana produk & jasa di beli dan di jual dalam sistem perdagangan. Sistem jual-beli bisa disebut “trading”. Siklusnya berputar-putar begitu saja.

Ingin dapat uang. Ya bekerjalah jawabannya. Seperti berjualan baju, dll.

Uang dapat berbentuk berbagai macam. Yaitu uang kertas seperti dolar, rupiah, euro, yen, dll. Atau menggunakan logam mulia seperti emas atau bahkan menggunakan catatan electronic seperti saham, reksadana, cryptocurrency, dll.

Untuk menguasai trading butuh skill ilmu pengetahuan tingkat tinggi.

Sayangnya, ini membentuk sistem piramida. Dimana 1% orang menguasai kekayaan global.

Dimana orang kaya akan bersaing dengan orang kaya untuk menjadi 1% diatas tahta puncak dan 60% orang akan melarat, miskin dan kelaparan.

Mirip seperti harimau menerkam kijang.

Itu nampaknya sudah hukum alam ya.

Tak dapat diganggu gugat.

Mencoba melihat bagaimana cara kerja dan cara alur prinsip orang-orang yang sanggup duduk di 1% ekonomi global. Ternyata mereka semua dapat diambil kesimpulan berkerja dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan terutama ilmu manajemen keuangan & ilmu investasi.

Jika kita berkerja secara tradisional. Itu ada halangan batasan waktu & tenaga.

Misalnya berkerja menjadi sopir GOJEK dengan gaji Rp 3.000.000 juta perbulan.

1 hari ada 24 jam.

Tubuh kita takkan mungkin bekerja 24 jam setiap hari karena pasti kelelahan.

Jika kita tabung Rp 1.000.000 juta perbulan. Itu butuh waktu 80 tahun lebih untuk menjadi Rp 1 miliar.

Sebagai perbandingan. Rumah Youtuber Young Lex saja seharga Rp 3 miliar.

Membutuhkan kerja selama 240 tahun agar dapat tinggal di rumah Young Lex.

investasi+investasi.jpg (720×540)

**********************

Jadi, satu-satunya cara untuk mengembangkan gaji yaitu dengan berinvestasi.  

Investasi tak mengenal batasan. Berbanding terbalik terhadap pekerjaan konvensional yang terikat globalisasi.

Investasi terdiri dari emas, property, saham, tanah, deposito, P2P lending, obligasi, waralaba franchise, digital aset cryptocurrency, dan reksadana.

Saham diketahui terbagi lagi menjadi 650.000 kategori pilihan.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU