Langsung ke konten utama

Pengalaman pertama kali puasa 48 jam nonstop tanpa makan tanpa minum (2020)

 
Dalam ajaran agama Kristen.
 
Berpuasa seharusnya ngga boleh diberitahukan kepada orang lain. Seperti tertulis di kitab suci Alkitab Matius 6 : 18. Supaya jangan dlihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
 
Cuma sekedar berbagi saja buat teman teman yang juga pengen berpuasa 48 jam nonstop tanpa makan tanpa minum.
 
Apa sih pengalaman puasa saya untuk pertama kali.
 
Yuk simak. 

Oh ya, artikel cara berpuasa ini dilarang diikuti. 

Karena dapat menimbulkan gejala pingsan, kelelahan serius dan mungkin saja menyebabkan penyakit kronis berbahaya karena melebihi standar tata cara jam berpuasa pada umumnya. 
 
PUASA 48 JAM NONSTOP TANPA MAKAN TANPA MINUM.

 
Kalau urusan berpuasa berturut-turut tanpa makan tanpa minum. Sebenarnya bukan hal baru buat saya. Dulu, ketika saya bersedih terhadap kekasih saya, iwi.
 
Saya bisa memilih untuk tidur bersembunyi berdiam diri dikasur lalu ngga makan selama berhari hari udah lazim buat saya sih. he he…, 
 
Namun, kali ini tujuannya berbeda.
 
Bukan karena sedih tetapi ingin berpuasa kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara puasa 48 jam nonstop.
 
Lukas 18 : 12
 
Aku berpuasa dua kali seminggu,
aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
 
Alkitab menyarankan agar umat Kristen berpuasa 2 kali setiap minggu seumur hidup.
 
Berikut pengalaman yang dapat saya bagikan buat teman teman.
 
Ketika itu saya memulai pada hari rabu jam 6 malam.
 
Memutuskan diri agar ngga makan dan ngga minum setetes air pun. 
 
Hari rabu sampai hari kamis. Ngga ada terjadi apapun pada tubuh saya. Semua baik baik saja hingga menjelang sore hari pukul jam 5.
 
Artinya saya sudah melewati 24 jam.

Tanpa gejala apapun.

Tanpa rasa sakit perut. .
 
Namun ketika di malam hari. 

Tubuh saya mulai berubah menjadi gelisah, lemas, lelah dan letih. Karena perut lapar dan haus banget.

Pada jam 8 malam keesokan harinya. 

Saya memutuskan tidur malam.
 
Namun saya mengalami kegelisahan karena lapar sehingga susah tidur akibat menahan rasa sakit perut.
 
Beruntung.
 
Saya mulai dapat tidur nyenyak sampai pagi hari.

 
Tadi malam kok malah mimpi minum ya. He he…,
 
Nah, pada pagi hari jam 06.00. Saya memulai aktivitas seperti biasa.
 
Namun, tubuhku terasa lemas. Berjalan saja rasanya pengap pengap.

Memegang dan mengetik laptop saja lemas banget rasanya.
 
Hari jumat jam 08.00 pagi.
 
Saya memutuskan memulihkan tubuh dengan mencoba berbaring lagi sebentar karena kerasa cape banget. 

Saat dikasur. Bayangan saya mengingat berbagai makanan dan minuman lezat.

Terpintas ingin segera mengambil minuman tersebut di lemari kulkas. Sempat hampir pasrah ingin menyerah berpuasa setelah melewati 38 jam tanpa makan tanpa minum 
 
Pada hari jumat. 

Kondisi tubuh saya udah benar benar berubah.

Tubuh menjadi nyeri dan panas banget. 

Hareudang hareudang...

Terus seolah olah banyak semut memakan dan mengigit dagingku dari ujung kepala sampai ujung kaki. 
 
Hari itu saya memandang jam dinding. Agar semua cepat berlalu.
 
Tiap jam saya menghitung waktu.
 
Tetapi kok waktu berjalan terasa lama.

 
Oh ya, saya pengen kasih tahu nih.
 
Pada hari Jumat. Entah mengapa saya mandi bisa sampai 5 kali dalam sehari.
 
Ini karena tubuhku seperti terbakar panas.
 
Saya memegang gayung dengan tangan ke atas untuk memancurkan air membasahi tubuhku dengan maksud mendinginkannya.
 
Setelah mandi. Badan terasa segar. Tapi 1 jam kemudian panas lagi. 

Lalu mandi lagi, 

Lalu panas lagi, lalu mandi lagi. Begitu seterusnya.

 
Pada hari Jumat jam 2 siang.
 
Lapar sih ngga juga ya. Tapi haus dan kelelahan banget.
 
Saya memutuskan untuk tidur siang di kasur demi memulihkan tenaga.
 
Sontak teringat, bahwa Alkitab melarang kita berpuasa sambil tidur-tiduran karena dilarang oleh Tuhan. Tapi akibat kelelahan banget. Akhirnya ketiduran lagi sampai jam 3 sore. Pikirku, aku udah ngga kuat, tidur berbaring bentar aja dikasur.
 
Karena ingat larangan Alkitab agar jangan tidur tiduran saat puasa.
 
Saya memutuskan bangkit dari kasur dan mulai beraktivitas seperti biasa.
 
Mengangkat kayu, mencangkul tanah, menyiram tanaman, menyapu rumah dan memaku kayu.
 
Walaupun nafas pengap pengap.
 
Dalam hatiku saya meminta pertolongan Tuhan Yesus agar puasa pertama kali ini dapat berjalan lancar.
 
Pada awalnya sempat pengen putus asa dengan berniat membatalkan puasa ini.

Benar benar ingin putus asa. 
 
Akhirnya puji Tuhan Yesus. 

Semua berjalan lancar.


 
Pada hari Jumat, Jam 6 malam. Setelah melewati 48 jam nonstop tanpa makan tanpa minum
 
Saat berbuka puasa.
 
Saya memulai dengan minum air es coca cola dingin + nasi padang.

Terima kasih Tuhan Yesus Kristus untuk makanan lezat kemaren... 
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post