Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Israel TorchX : Robot UGV darat tempur otomatis bertenaga AI (2021)

Dalam peperangan modern pada beberapa dekade ke depan. Peranan robot atau kendaraan darat tak berawak UGV dimedan tempur secara eksklusif memang takkan dapat sepenuhnya mengganti tentara manusia hingga 100%.
 
Ada banyak faktor penyebab yaitu karena keterbatasan biaya, permasalahan penyusutan produk, persaingan, anggaran pemerintah dan keefektifan.
 
Setiap tahun. Teknologi militer secara luas terus menerus mengalami perubahan.
 
Siapa yang tak berubah untuk beradaptasi dengan keadaan perubahan zaman.
 
Dipastikan tertinggal jauh ke belakang.
 
Pada tahun 2020. Perusahaan teknologi militer asal Israel Elbit System kembali meluncurkan pembaharuan upgrate kendaraan tempur otonom.
 
Disebut dengan TORCHX.

 
Israel TorchX
 
Robot memang takkan menggantikan peranan tentara manusia sepenuhnya. Namun para ilmuwan Israel memandang bahwa doktrin pertempuran modern merupakan campuran antara perpaduaan perang ‘robot dan manusia’.
 
Robot membutuhkan tentara manusia.
 
Sebaliknya tentara manusia membutuhkan robot.
 
Gil Mooz mengatakan :
 
Teknologi militer telah berkembang pesat sehingga memungkinkan kami memasukkan kemampuan otonom ke jaringan. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan 2 atau 3 tahun yang lalu. Medan perang berubah. Kita bergerak menuju peperangan multi domain. Kita harus mengetahui bahwa tidak akan pernah ada skenario keseluruhan perang menggunakan robot. Melainkan keseimbangan antara robot tak berawak dan berawak. Sahutnya.




 
Pada tahun 2018. Elbit System telah mulai memperkuat sektor kemampuan otonom berbasis kecerdasan buatan AI (artificial intelligence). Merancang arsitektur robotika dan mengerjakan roadmap TorchX autonomous.
 
Kemudian menerapkan simulasi latihan tempur dan berbagai skenario ujicoba.  
 
Robot TorchX diciptakan oleh perusahaan swasta Elbit System dengan 22.500 karyawan. Berkantor pusat di Israel. 50% saham dimiliki, dicaplok dan dikuasai oleh pemerintah Israel.
 
TorchX memiliki berat 70 kg, berkecepatan 19 km/jam dan sanggup menempuh jarak hingga 90 km.
 
Daya tahan selama 3 hari 3 malam, sekali isi bahan bakar.
 
Keunggulan TorchX menggunakan campuran electric hibrida dan baterei tambahan.
 
Dimana saat roda sedang berjalan, generator daya listrik baru terciptakan sehingga menambah energi baru.
 
Kemampuan navigasi dan manuver map core dilakukan secara otonom untuk melewati parit air, semak belukar sempit, mendaki bukit berbatu hingga kemiringan 33 derajat, dll.
 
Perangkat lunak analisis traversabilitas menghitung setiap rintangan medan melalui sensor deteksi yang memungkinkan pemprosesan dan klasifikasi menghasilkan database lingkungan sekitarnya. Algoritma termasuk mendeteksi, memahami, dan menganalisis objek lain seperti manusia, hewan dan pohon.
 
TorchX bertenaga AI dan machine learning menerima ‘big data’. Kemudian ia menyelesaikan sendiri bagaimana bereaksi terhadap lingkungan, melewati rute jalan rusak, cara menghindari bebatuan dengan mulus, dll. Semua pergerakan dan cara kerja TorchX dilakukan sendiri oleh AI dan machine learning.
 
TorchX dapat diperintah pula dengan cara mengikuti langkah tentara menggunakan aturan follow me.  
 
TorchX handal membawa barang logistic militer hingga seberat 750 kg, mampu mengevakuasi korban luka, membawa alat peledak ke target musuh, sebagai solusi akuisisi target pengintai, evakuasi medis, dan untuk pendukung fire support dalam pertempuran darat.  

 
Aplikasi lain penggunaan TorchX yaitu membawa berbagai jenis drone udara. Seperti Thor, Magni dan Cybair dalam melakukan tugas misi intelijen diatas langit sehingga menciptakan kesadaran situasional yang lebih baik.

 
TorchX menyesuaikan berbagai muatan. Meliputi sensor, teleskop elektro optic bahkan dapat pula diinstal dengan senapan mesin RCWS pada bagian atasnya.
 
TorchX berkemampuan otonom. Apabila diperlukan dan telah disetujui oleh tentara manusia dengan menekan tombol perintah persetujuaan untuk mengeliminasi target. Sesuai kebutuhan operasional, TorchX sanggup menjalankan fungsinya dalam penyerangan dan pembunuhan ala perang swarm dan bertindak dengan tenaga AI dan machine learning untuk menghitung dan memutuskan dirinya sendiri bagaimana cara pertempuran yang cepat, efektif dan efesien dengan sendirinya.   
 
Maoz menambahkan bahwa tentu saja robot TorchX takkan sepenuhnya bekerja dengan memutuskan dirinya sendiri hanya mengandalkan AI dan Machine Learning saja. Melainkan membagikan data dan keputusan secara real time ke pusat kontrol komando atau GCS (ground control system) sebagai bahan pertimbangan dan persetujuan.
 
Moaz mengatakan : 

Kita hanya menggaruk permukaannya saja. Hal hal berikutnya berkembang pesat dalam waktu dekat. Sahutnya.

 
Robot UGV Israel :
 
Israel dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia di bidang teknologi robot. Bersaing ketat dengan negara Amerika Serikat, Rusia, China, Korea Selatan, Uni Eropa dan Jepang.
 
TorchX bukanlah satu satunya robot kategori UGV di Israel.

Foto : Robot Robattle buatan Israel
 
Foto : Robot Rambow buatan Israel

Foto : Robot Advantaguard buatan Israel


Foto : Robot TorchX

Perusahaan teknologi asal Israel telah menciptakan berbagai macam penerus robot tempur. 

Varian terbaru robot militer darat buatan Israel (tahun 2021). 

Adalah Robattle LR3, TorchX, Rambow, Advantaguard gnius, dan Amstaf generasi ke 8.

Youtube : Israel TorchX
 
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU