Langsung ke konten utama

55% penduduk dunia hidup dalam kemiskinan [ Sebanyak 4.350.000.000 miliar orang hidup miskin ] ( 2022 )

Kurang nyaman menyebut pemberiaan nama sebagai orang miskin ya.

Tepatnya disebut sebagai orang kurang beruntung.

Namun, begitulah fakta kenyataan di lapangan.

Sebuah perusahaan bank investasi yang berkantor pusat di Switzerland (Swiss) Credit suisse. Telah memberikan wawasan laporan diperbaharui tentang angka kemiskinan di seluruh penjuru dunia.  

Ada banyak faktor diperhitungkan.

Mulai dari respon kebijakan politik pemerintah masing masing negara, penurunan suku bunga, harga saham, utang, perubahan iklim, inflasi, kenaikan pajak, mata uang, bahkan menghitung dari dampak wabah pandemik virus corona yang melanda bumi sejak 2019.

Research institute of credit suisse menyimpulkan bahwa ada peningkatan secara drasmatis pada jumlah orang orang dengan tipe level ‘sangat kaya’.

Dilaporkan jumlah orang sangat kaya terus meningkat secara pesat.

Virus covid sama sekali tak menghalangi orang sangat kaya menambah pundi pundi kekayaan menjadi lebih besar. 

Namun, ini harus mengorbankan kesenjangan sosial.

Dimana jumlah orang miskin ikut pula bertambah banyak dan kelompok di level kelas menengah mulai mengalami tekanan berat atau depresi yang jika salah perencanaan sedikit saja maka mampu menjerumus ke dalam jurang utang yang membawa ke arah untuk menjadi follower kemiskinan.  

55% penduduk dunia hidup dalam kemiskinan ( 2022 )

Kemiskinan adalah suatu kondisi dari seseorang yang tak memiliki kemampuaan untuk memenuhi atau kurang dapat mencukupi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Sekalipun mereka bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga malam atau berjam jam bekerja, namun kebutuhan gaji atau penghasilan UMP mereka belum sanggup menutupi segala macam biaya keperluaan hidup, sehingga terus menerus mengalami kekurangan, lalu terjebak utang dan pada akhirnya tak dapat menabung apalagi berinvestasi.

Credit Suisse membagi manusia menjadi 4 kelompok level dalam skema piramida. Yaitu :

1]. Sangat kaya

2]. Kelas menengah atas

3]. Kelas menengah

4]. Miskin

Sebagai tambahan informasi. Untuk menjadi kalangan ‘sangat kaya’ menurut credit suisse.

Teman teman diwajibkan memiliki uang bersih di saldo akun rekening sebanyak lebih dari $ 1.000.000 juta dollar atau sekitar Rp 14.500.000.000 miliar. (empat belas miliar rupiah)

Dengan syarat ini. Maka anda sudah masuk sebagai jajaran golongan orang sangat kaya (1%).

Dengan catatan, saldo tanpa utang pinjaman (alias $ 0).

Tak diperhitungkan terhadap kepemilikan barang, seperti koleksi karya seni mahal, mobil mewah, emas, perak, rumah, saham, tanah, dll yang belum dijual.

Credit Suisse hanya menghitung uang bersih. Bukan uang aset semu yang belum dijual.  

Tipe piramida sangat kaya untuk golongan 1% orang.

Tipe piramida kelas menengah atas untuk golongan 11% orang.

Tipe piramida kelas menengah untuk golongan 32% orang.

Tipe piramida miskin untuk golongan 55% orang.

Statistik distribusi arus kas kekayaan dipegang atau dikuasai oleh sedikit orang orang sangat kaya hanya 1%.

Tim credit Suisse mengatakan :

Kekayaan agregat dari mereka yang tergolong berada di puncak piramida kekayaan mengalami jumlah peningkatan secara individual. Akan tetapi disisi lain meningkatkan ketidaksetaraan kesenjangan kekayaan. Sahutnya.

AMERIKA SERIKAT MENJADI #1 RUMAH TEMPAT TINGGAL BAGI KEBANYAKAN ORANG SANGAT KAYA DAN INDONESIA MENJADI NEGARA KELAS MENENGAH.

Dari 1% orang sangat kaya, kebanyakan berasal dari warga Amerika Serikat.

Sejauh ini, akumulasi berjumlah sekitar separuh dari daftar orang sangat kaya adalah orang orang AS.

Di Amerika Serikat hidup sebanyak 21.900.000 juta orang dewasa dari golongan 1%. Itu data mencolok dibandingkan dengan negara lainnya. Bahkan jika seluruh total jumlah orang orang sangat kaya dari Uni Eropa dan China digabung, belum sanggup mengalahkan warga AS.   

Di seluruh dunia. Ada 56.000.000 juta orang dewasa bertipe sangat kaya.

Distribusi kekayaan global untuk kalangan 1% orang menurut credit Suisse terus diprediksi melonjak hingga mencapai 84.000.000 juta orang pada tahun 2025.

Dari total 56.000.000 juta orang sangat kaya, sebanyak 21.900.000 juta orang sangat kaya tersebut tinggal di AS.

Lalu disusul peringkat #2 adalah Uni Eropa dengan mengoleksi sebanyak lebih dari 8.000.000 juta orang sangat kaya.

Peringkat #3 adalah China dengan mengoleksi sebanyak 5.279.000 juta orang sangat kaya.

Peringkat #4 adalah Jepang dengan mengoleksi sebanyak 3.662.000 juta orang sangat kaya.

Sisanya tersebar ke seluruh dunia seperti Thailand, Arab Saudi, Israel, Korsel, UEA, Qatar, Indonesia, United Kingdom (Inggris), Kanada, Turki, Malaysia, Rusia, dll.

Sedangkan bagi anda warga Indonesia.

Yuk bersyukur.

Karena credit Suisse menempatkan posisi mayoritas orang orang Indonesia di level kelas menengah. (bukan miskin, bukan pula kaya).

Orang orang yang memiliki akun saldo $ 10.000 ribu dolar atau sekitar Rp 140.000.000 juta - Rp 14,5 miliar dikategorikan sebagai kalangan menengah. Sedangkan di bawah angka < $ 10.000, dalam bentuk apapun juga. Tergolong sebagai kalangan orang kurang beruntung (miskin).  

Tim credit Suisse mengatakan :

Jumlah orang sangat kaya secara global dapat melebihi 84.000.000 juta orang pada tahun 2025. Terjadi kenaikan hampir 28 juta dari laporan 2020. Sahutnya.

JUMLAH KEMISKINAN DI SELURUH DUNIA MENCAPAI 55%

Jumlah orang miskin secara persentase berada di angka 55%.

Jika dikalkulasikan ke populasi penduduk pada umumnya,

Itu total sebanyak 4.350.000.000 miliar orang hidup di garis kemiskinan.

Kebanyakan orang orang miskin berada di negara benua Africa, seperti Sudan, Kenya, Zimbabwe, Somalia, ethiopia, Nigeria, kongo, Uganda, Burundi, dll.

Kemiskinan juga tersebar di negara India, bahkan jumlah penduduk miskin di India melebihi jumlah total penduduk Indonesia.

Di negara maju, tak luput terhadap kemiskinan.

Di Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, Australia, dll. kemiskinan tetap ada di beberapa kantong wilayah. Hanya saja beda penanganan karena pemerintahan di negara maju memberikan perhatian bantuan uang sosial secara gratis ( bansos ) kepada orang orang miskin sehingga kemiskinan dapat diminimalkan atau mampu ditekan walaupun tak dapat dihapus total.

Negara seperti Venezuela, Brazil, Haiti, Kolombia, Meksiko, Korea utara, Pakistan, bangladest, dll. Dilaporkan oleh Credit Suisse memiliki tingkat jumlah kemiskinan yang cukup besar.  

Di tahun 2025. Laju proyeksi pertumbuhan kemiskinan turut pula membesar secara pesat.

Orang orang dari golongan miskin bakal tambah banyak di tahun 2025.

Mayoritas orang miskin tinggal di pedesaan. 

PERBEDAAN DATA CREDIT SUISSE DAN WORLD BANK

World bank sebuah perusahaan lembaga asal Amerika Serikat yang fokus kepada laporan survey kemiskinan melansir perbedaan dari segi data.

Jika World bank menyimpulkan jumlah kemiskinan seluruh dunia berada dikisaran 24%.

Maka credit Suisse menyimpulkan jumlah kemiskinan seluruh dunia berada dikisaran 55%.

Jadi mana yang benar ya….?

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU

Related Post