Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Uni emirat arab (UEA) beli senjata Israel laser Dircm. Teknologi penghalau rudal genggam ( 2022 )

Hubungan baik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel telah berkembang secara signifikan sejak penandatangan perjanjiaan perdamaian Abraham accords.   

Ini menandai sebuah normalisasi ke 3 setelah Mesir di tahun 1979, Yordania di tahun 1994 dan UEA di tahun 2020.

Selama 72 tahun. Negara zionis Israel di boikot atau di embargo oleh UEA.

Namun, mulai tahun 2021 keadaan sudah berubah total. Kini ada banyak kerjasama bilateral antara Israel dan UEA. Meliputi di berbagai bidang seperti teknologi, politik, ekonomi, kesehatan dan militer.

Israel memandang UEA sebagai perantara atau jalan pintas untuk menembus pemblokiran dari dunia Arab lainnya yang masih melakukan boikot. Sehingga diharapkan terbuka pasar baru ke orang orang Arab walaupun beberapa negara Arab lainnya masih menerapkan pemblokiran ketat.

Uni emirate arab (UEA) beli senjata Israel laser Dircm. Teknologi peperangan elektronik penghalau rudal genggam ( 2022 )

Pada bulan Oktober 2021. Komandan angkatan udara UEA Ibrahim Nasser mohammed al alawi mendarat di Israel untuk membahas isu keamanan dan pertahanan.

Ada beberapa pembahasan proyek antara UEA dan Israel. Seperti pembangunan kantor Elbit System Emiretes (ESE) sebagai cabang marketing pemasaran di bidang militer, integrasi kerjasama mendalam ke perusahaan senjata milik Zionis dan mengundang kehadiran Israel pada pelaksanaan pameran senjata di dubai airshow.

Tak berselang lama.

Pada tanggal 3 Januari 2022.

Perusahaan teknologi militer asal Israel, Elbit system mengumumkan secara resmi bahwa negara Uni Emirat Arab telah membeli sistem direct infrared countermeasures ( DIRCM JMUSIK) senilai $ 53 juta dollar atau sekitar Rp 757 miliar rupiah.

Itu menandakan bentuk pembeliaan senjata pertama kali yang dilakukan oleh UEA kepada Israel.

Tim Elbit System mengatakan :

Elbit system memandang UEA sebagai pasar penting dan percaya bahwa penghargaan ini semakin memberikan keunggulan teknologi dan kematangan yang perusahaan kami tawarkan di bidang ini. Sahutnya.

Tentang DIRCM JMUSIK untuk menghadapi wabah Strela. 

Mewabahnya jumlah produksi rudal genggam Strela buatan Rusia.

Telah mengancam banyak kehadiran pesawat, drone dan helikopter.

Berat rudal strela hanya 10 kg.

Ringan, mobile, murah dan mudah dibawa pada pundak bahu seseorang.

Walaupun ukurannya kecil, namun daya serangannya sungguh terlalu.

Jarak tembak rudal strela mampu mengenai target sasaran di udara hingga 5 km.

Helikopter atau pesawat mahal yang sedang mendarat di zona terbang 5 km. Di pastikan terancam.

Selama beberapa dekade. 

Untuk mengatasi salah satu ancaman rudal strela. 

Israel menciptakan teknologi flares.

Namun, pertahanan flares itu saja tak cukup sehingga berpotensi masih terjebol.

Maka dibutuhkan vaksin booster lanjutan yang disebut DIRCM JMUSIK.

CARA KERJA DIRCM

Prinsip kerja DIRCM dengan melakukan kilatan cahaya laser dari jarak jauh agar membutakan atau merusak sistem infrared homing ( seeker ) dan kamera elektro optik pada rudal. 

Di harapkan rudal lawan menjadi kehilangan arah tujuan 

Pada akhirnya terjatuh dengan sendirinya karena kehabisan bahan bakar. 

PERSAINGAN DIRCM

DIRCM merupakan teknologi yang baru lahir di abad modern.

Tergolong rumit karena membutuhkan skill ilmu pengetahuan tingkat tinggi.

Hanya ada 5 perusahaan menguasai teknologi ini dan mereka saling bersaing. Yaitu Rostec (Rusia), Leonardo (Uni Eropa), Northrop Grumman (Amerika Serikat), BAE (United kingdom/Inggris), dan Elbit System (Israel).

UEA membeli DIRCM dari Israel untuk diinstal ke pesawat maskapai penerbangan sipil seperti Airbus dan pesawat transportasi angkatan udara. Seperti Globemaster dan Hercules untuk melindungi diri dari serangan tentara syiah Houthi dan tentara syiah garda revolusi Iran yang menjadi musuh bebuyutan UEA.

DIRCM JMUSIK buatan Israel terintegrasi dengan arsitektur teknologi laser dan dipadukan kamera sensor thermal melalui turret kecil yang disematkan pada bagian bawah pesawat. Terdapat sistem peringatan dini yang berjalan secara otomatis apabila terjadinya serangan rudal.

Jika tak ada aral melintang. Pengerjaan produk DIRCM sepenuhnya dikirim dari Israel ke UEA pada tahun 2024.  

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU