Langsung ke konten utama

3 perusahaan penanam kebun kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan pendapatan uang yang fantastis dan keistimewaan tanaman penghasil minyak goreng CPO ini ( 2022 )

Lihat kebunku, banyak kelapa sawit. 

Lihat hutanku, banyak kelapa sawit. 

Sejauh mata memandang sepanjang perjalanan beratus ratus kilometer selalu ada kelapa sawit. he he..., 

Foto : Pemandangan kelapa sawit di Indonesia. Mantapkan. Uraa... 

Seperti yang kita ketahui. Indonesia merupakan produsen dan pengekspor kelapa sawit terbesar #1 di dunia. Dengan memiliki sebanyak 163 perusahaan di ranah ini. 

Walaupun industri sawit di Indonesia sering mendapatkan tekanan, ancaman dan tantangan dari aktivis Greenpiece asal Uni Eropa dan WWF (world wildlife fund), karena dianggap melanggar pedoman lingkungan alam dalam hal perusakan hutan lindung, merusak habitat satwa liar dan produk minyak goreng asal Indonesia sering dipromosikan sebagai bahan makanan berbahaya untuk kesehatan. 

Setiap tahun industri sawit di Indonesia terus bergerak maju berinovasi di era modern dan terus menerus berupaya melakukan diversifikasi bisnis ke ranah energi listrik terbarukan seperti biogas dan mampu menghasilkan nilai tambah dari produk limbah sawit menjadi pupuk organik yang bermanfaat untuk keberlanjutan alam.

Keistimewaan kelapa sawit : 

Apa yang istimewa dari kebun kelapa sawit. Tentu saja buahnya yang mampu disulap menjadi minyak goreng untuk keperluaan aneka macam masakan bagi keluarga. 

Disisi lain, kelapa sawit juga dapat diolah menjadi bagian tak terpisahkan untuk keperluaan industri lainnya seperti lipstik wanita, deodoran, es krim, sampo, permen, kue, skincare dan masih banyak lagi.  

Oh bukan itu saja. 

Kebanyakan orang Indonesia berpikir bahwa kelapa sawit identik dengan migor saja (minyak goreng). 

Padahal sebenarnya minyak kelapa sawit adalah salah satu penghasil energi listrik terbarukan dengan biaya produksi murah, dibandingkan kita harus turun ke bawah tanah yang dalam untuk menambang minyak & gas. 

Itulah mengapa tanaman kelapa sawit menjadi momok yang ditakuti oleh banyak negara di berbagai dunia jika Indonesia menjadi pengontrol utama tanaman ini.   

Kontribusi kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2020 menguasai pangsa pasar global hingga 53%. Dengan nilai ekspor mencapai $ 17 miliar dolar atau sekitar Rp 243 triliun rupiah ( setara Rp 243.000 miliar per tahun )

Pesaing terkuat kebun kelapa sawit Indonesia adalah Malaysia yang menguasai pangsa pasar global hingga 30%. Lalu disusul oleh negara lain. Kebanyakan berasal dari kawasan negara Africa Tengah, Papua nugini turut ikut serta, ada pula dari negara Uni Eropa melalui Belanda. Namun pengaruh dari pesaing negara negara lain taklah besar.

Bandingkan jika pangsa pasar Indonesia, Papua nugini dan Malaysia digabung maka menguasai lebih dari 85% pangsa pasar internasional.  

Berikut 4 keuntungan utama dari perkebunan kelapa sawit adalah : 

1]. Menghasilkan minyak goreng.

2]. Menghasilkan manfaat untuk keperluaan industri lain. 

3]. Menghasilkan energi listrik.

4]. Menghasilkan pupuk organik. 

Di Indonesia, perusahaan kelapa sawit dapat bergerak di banyak bidang pekerjaan yang mencakup segala sektor bisnis dari bawah ke atas yang menyangkut tentang segala rantai pasokan kelapa sawit. 

Mulai dari benih, pembukaan lahan, pembibitan, penanaman, peremajaan, penyerbukan, pemanenan, transportasi ke pabrik pengolahan, manufaktur hingga ke proses produk jadi.

Pada tahun 2021. Menurut kementerian di Indonesia. Total luas perkebunan kelapa sawit mencapai 15.080.000 juta hektar (ha). Naik setiap tahun 1,5%.  

Mayoritas kebun dikuasai oleh perusahaan publik swasta yang terdaftar di bursa saham. 

Sisanya dimiliki oleh para petani non-perusahaan.  

Lokasi penanaman kelapa sawit berada di pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua. 

Berikut 3 perusahaan penanam kelapa sawit terbesar di Indonesia. 

1]. PT SMART SINAR MAS AGRO RESOURCES AND TECHNOLOGY.

Didirikan pada tahun 1962. Awalnya bernama PT Maskapai perkebunan sumcama. 

Namun kini perusahaan telah berganti nama dengan identitas baru. 

Pada tahun 2017. Perusahaan Smart memperkerjakan sebanyak 58.000 orang. Terdiri dari peneliti ilmuwan dan para pekerja terampil yang dilengkapi dengan pelindung keselamatan kerja seperti helm, seragam dan sepatu bot.

Perusahaan Smart menduduki posisi #1 di Indonesia di bidang budidaya tanam menanam kelapa sawit dengan pendapatan sebesar Rp 57 triliun rupiah (setara Rp 57.000 miliar rupiah pertahun) 

Memiliki luas penguasaan lahan kebun sebanyak 137.004 ribu hektar. 

PT Smart tak hanya memproduksi minyak goreng dan pupuk.

Tetapi turut memproduksi energi listrik terbarukan. 

2]. PT ASTRA AGRO LESTARI

Perusahaan Astra agro lestari merupakan anak dari induk Astra Internasional yang berkantor pusat di Jakarta Indonesia. 

Memiliki pendapatan sebesar Rp 18 triliun rupiah per tahun. (setara Rp 18.000 miliar rupiah pertahun) [ NB : Data belum diperbaharui ]

Aktivis dari Greenpeace asal EU sering melontarkan ancaman & kemarahan kepada perusahaan ini karena dianggap merusak hutan sebagai paru paru udara (deforestasi) dan tak jarang mempublikasikan diri ke berbagai media entah itu televisi, berita dan radio untuk melarang kepada warga dunia internasional untuk dilarang membeli produk buatan Astra. 

Tetapi Astra tak memiliki pilihan lain untuk tetap terus bergerak maju membuka lahan baru perkebunan sawit hingga seluas 287.604 ribu hektar. 

Walaupun Astra terus menerus mendapatkan kampanye ancaman dari Greenpeace. 

3]. PT SALIM IVOMAS PRATAMA (SIMP)

Pada tahun 2018 memiliki jumlah karyawan sebanyak 43.577 orang yang tersebar di berbagai daerah.

Pada tahun 2021. Total luas lahan perkebunan mencapai 400.000 ribu hektar.

Salim Ivomas pratama adalah anak usaha dari raksasa perusahaan Indofood.

Usaha meliputi penelitian kelapa sawit, pemuliaan benih bibit unggul, membudidayakan kelapa sawit hingga mengelolanya menjadi minyak goreng. 

Beberapa persen dari luas lahan milik Salim Ivomas pratama digunakan untuk perkebunan lainnya seperti tebu (menghasilkan gula), karet (menghasilkan ban, tali, balon, kondom, sarung tangan, bantalan jembatan, alat kontruksi, kabel, alat dapur ibu rumah tangga, dll) dan cokelat (menghasilkan kue cokelat). 

Pendapatan dari perkebunan sawit milik Salim mencapai Rp 14 triliun rupiah ( setara Rp 14.000 miliar rupiah ). 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.

Related Post