Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertama kali : Inovasi teknologi agronom China sukses ciptakan padi raksasa setinggi 2,2 meter dengan hasil panen 12 ton per 1 hektar dalam waktu 4 bulan ( 2022 )

Tanaman padi yang menghasilkan bulir bulir beras kemudian diolah oleh para ibu menjadi nasi merupakan sebuah komoditas utama bagi mayoritas penduduk di benua Asia. Seperti India, Jepang, Korea Selatan, China, Indonesia, Thailand, Vietnam, Bangladesh, dan masih banyak lagi. 

Sedangkan negara lain seperti Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropa, Israel dll. Mereka menolak makan beras melainkan mengkomsumsi gandum.

Pada tiga dekade yang lalu. 

Untuk bercocok tanam padi membutuhkan waktu lama hingga menunggu selama 6 bulan, tanaman gampang terserang penyakit, pertumbuhan kerdil dan jumlah ton dihasilkanpun begitu minim.

Seiring berjalannya waktu melalui pengembangan teknologi agronomi dan nuklir. 

Maka para ilmuwan sukses menciptakan bibit padi kualitas unggul dengan kecepatan panen 4 kali setahun atau hanya membutuhkan waktu 3 bulan saja untuk menghasilkan produksi komoditas bagi kebutuhan pokok manusia. 

Itu menjadi pengembangan pertanian revolusioner pada masanya. 

Namun ilmu pengetahuan terus berkembang dengan cepat. 

Kali ini giliran negara China berhasil sukses mengembangkan bibit padi unggul kualitas raksasa. 

Pertama kali : Inovasi teknologi agronom China sukses ciptakan padi raksasa setinggi 2,2 meter dengan hasil panen 12 ton per 1 hektar  ( 2022 )

Memiliki rencana untuk melakukan swasembada ekspor beras dalam mendukung program belt road initiative (BRI). 

Puluhan juta yuan telah diinvestasikan oleh pemerintah partai komunis China ke dalam penelitian demi mensponsori penemuan baru di bidang teknologi pertanian padi melalui skema persyaratan kerja 100% bebas dari modifikasi genetik. 

Melalui bantuan dana pemerintah. Ilmuwan padi, bapak Yuan Longping berhasil menciptakan bibit padi raksasa dengan cara penyilangan berbagai varietas padi lainnya selama 10 tahun penelitian.  


Yuan Longpin yakin bahwa tanaman padi raksasa setinggi 2,2 meter dapat meningkatkan hasil panen berkali kali lipat dan mengalahkan bibit yang sudah ada karena telah berada di titik puncak maksimalnya untuk segera digantikan dengan tanaman padi ini. 

Pada umumnya, tanaman padi unggul dari semua varietas yang ada saat ini memiliki tinggi antara 80 cm - 120 cm dengan hasil panen rata rata padi mencapai 8 ton perhektar. 

Sedangkan tanaman padi ini memiliki tinggi 2,2 meter dengan hasil panen rata rata padi mencapai 12 ton perhektar. Artinya ada peningkatan sebesar 4 ton. 

Chen Yangpu dari pusat penelitian dan pengembangan beras nasional China mengatakan : 

Beras raksasa yang memiliki daun lurus dan lebih gelap memiliki efisiensi fotosintesis yang lebih besar dalam jumlah energi cahaya yang diubah menjadi energi kimia daripada beras biasa. Sahutnya

Sifat padi raksasa setinggi 2,2 meter dari China :


Saat penelitian. Yuan longpin meninggal dunia di usia 91 tahun. 

Tetapi warisan tanaman padi miliknya tetap hidup. 

Contoh pertama budidaya awal dikembangkan dilahan terbatas 1 hektar. 

Lalu pada tahun 2022 telah berlanjut ke lahan dengan luas 1.333 hektar. 

Pemerintah partai komunis China mengharapkan seluruh wilayah daratan China segera memberlakukan penanaman padi raksasa secara massal hingga 100%. 

Tanaman padi raksasa ini beradaptasi baik dibandingkan dengan jenis tanaman padi lainnya. 

Tumbuh sepanjang 2 meter atau hampir dua kali lipat daripada padi yang ada selama ini.

Panen dalam waktu 4 bulan dengan jumlah bulir bulir padi lebih banyak hingga 12 ton perhektar. 

Batang padi kokoh. 

Tahan terhadap banjir.

Tahan terhadap penyakit. 

Karena ukuran tinggi mencapai 2,2 meter, sehingga menjadi tempat ideal bagi hewan seperti katak, ikan, udang dan bebek untuk berteduh terhindar dari terik panas matahari yang menyengat. Disisi lain, hewan yang berteduh mengeluarkan kotoran sebagai pupuk nutrisi. 

Atas jasanya. 

Almarhum Yuan Longpin dianugerahi medali bapak beras super oleh kongres partai komunis China. 

Yuan Longpin pertama kali meneliti padi di laboratorium sejak tahun 1964. Selama lima dekade, beliau membantu dunia dalam melakukan keajaiban besar memberi makan karbohidrat bergizi untuk miliaran mulut manusia melalui berbagai penelitian padi yang beliau pernah lakukan. Hasil panen padi tak hanya dinikmati oleh penduduk China saja, melainkan menjangkau luas dikirm untuk kawasan ke negara negara lain berkat karya dan prestasinya yang gemilang.


Semasa hidupnya. Yuan pernah berkata dengan memiliki cita cita impian bahwa kelak dirinya menikmati naungan sejuk di bawah teduhan tanaman padi yang lebih tinggi dan melihat padi hibrida raksasa ditanam di seluruh dunia untuk membantu mengatasi kekurangan pangan global. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.