Langsung ke konten utama

Sebanyak 1.826.000.000 miliar orang telah terinfeksi penyakit batuk menahun TBC [ Cara menghindari TBC tetap gunakan masker dan patuhi protokol kesehatan ] ( 2022 )

Tuberkulosis atau yang dikenal juga dengan istilah TB. Merupakan sebuah penyakit kuno yang sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu. 

Hingga detik artikel ini ditulis kepada anda. 

Penyakit TBC masih merajalela ke seluruh penjuru dunia dan tak henti hentinya membunuh banyak orang.   

Oleh sebab itu penyakit TBC tergolong sebagai kandidat 10 top pembunuh manusia.  

TB tak mengenal batasan berapa umur kita dan status apakah seseorang itu kaya atau miskin. 

Pada awalnya, tak banyak orang mengetahui apa penyebab seseorang menjadi sakit batuk terus menerus tak kunjung sembuh sembuh. 

Hingga akhirnya di tanggal 24 Maret 1882. Seorang ahli mikro bakteri biologi asal Inggris (United Kingdom) bernama Robert Koch menemukan adanya sejenis makhluk hidup berukuran kecil tumbuh berkembang biak di paru paru manusia berdasarkan sampel dahak yang beliau analisis di laboratorium.

Bakteri ini kemudian ia beri nama sebagai Mycobacterium Tuberculosis

Sebagai terobosan penelitian pada hasil temuan bakteri TB

Robert Koch dianugerahi penghargaan Nobel di bidang kedokteran tahun 1905. 

Sebanyak 1.826.000.000 miliar orang terinfeksi penyakit batuk TBC ( 2022 )


Bakteri Mycobacterium Tuberculosis menyerang pada sasaran utama pernafasan manusia berupa paru paru.  

Jika TBC tak diobati maka bakteri terus menerus berusaha menyebar untuk menganggu, merusak, mematikan dan melemahkan fungsi sel manusia secara perlahan lahan dari organ lain seperti ginjal, tulang, usus, kelenjar getah bening dan otak. 

Sebanyak 1.826.000.000 miliar orang atau sekitar 23% dari populasi penduduk seluruh dunia. 

Sadar atau tak sadar telah terinfeksi penyakit TBC. 

Setiap hitungan 22 detik 1 orang meninggal dunia akibat TBC. 

Ciri ciri seseorang terinfeksi TBC : 

1]. Batuk atau bersin setiap hari tak kunjung sembuh dan batuknya mampu bertahan hingga bertahun tahun. 

2]. Kadang kadang jika batuk terlalu keras dapat mengeluarkan darah.

3]. Kadang kadang batuk mengeluarkan dahak berwarna hijau, cokelat atau putih. 

4]. Seseorang jadi mudah sakit demam. Sehingga seseorang sulit lepas membeli dari ketergantungan atau rutin konsumsi obat Paracetamol, Amoxicillin atau obat pereda rasa sakit lainnya. 

5]. Kadang kadang keringat di malam hari.  

6]. Kadang kadang dada terasa sakit ( sesak nafas )

7]. Ada sesuatu terasa lengket atau hinggap di paru paru.

Cara penularan dan teknik menghindar : 


Tak seperti virus Covid yang memiliki kemampuan penyebaran infeksi yang tinggi dengan cara mengkontaminasi benda sekitarnya. Seperti tempat duduk, piring makan, gelas, pegangan pintu, pakaian, jaket, meja, dll.  . 

Sedangkan, bakteri TBC tak dapat menular seperti cara itu. Namun disisi lain, proses penularan TBC juga hampir mirip seperti Covid melalui cara cipratan partikel droplet. 

TBC memulai penyerangan melalui saluran pernafasan melewati hidung melalui udara ketika seseorang bersin atau batuk dan tanpa sengaja terhirup oleh orang lain disekitarnya. 

Tak ada cara lain untuk menghindari bakteri TBC dengan tetap menggunakan masker, mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak dari orang orang yang anda yakini telah terinfeksi TBC. 

Vaksin BCG vacille calmette Guerin dapat membantu mencegah TBC dengan efektifitas hingga 80%.

Tetapi itu tak menjamin seseorang terhindar dari bahaya infeksi TBC. 

Disisi lain, vaksin BCG harus tetap rutin disuntik setiap 15 tahun sekali. 

Apakah TBC dapat disembuhkan 


Jika seserang telah terinfeksi atau terdiagnosa TBC. Itu tak dapat disembuhkan secara sendiri. Namun dengan menjaga imunitas kekebalan tubuh melalui rutin berolahraga dapat membantu mengurangi dari dampak negatif akibat bakteri ini. 

Penderita TBC dapat sembuh total dari penyakit ini jika menjalankan pengobatan dari dokter selama 6 bulan sampai 1 tahun. Tanpa putus putus dan harus displin. 

Jadwal pengobatan berdasarkan kesesuaian hari & jam. 

Seseorang tak boleh bolong atau kelupaan minum obat anti TBC. 

Penggunakan jam alarm diperlukan untuk mengingat seseorang mengkomsumsi obat. 

Kasus parah TBC pada umumnya disebabkan oleh ketidakdisplinan para penderita untuk meminum obat secara asal asalan menggunakan waktu jam sembarangan acak acakan tanpa mengikuti kaidah atau protokol yang diberikan oleh dokter.

Hal ini menyebabkan kasus resistensi. Sehingga memberikan kesempatan bagi bakteri berkembangbiak untuk melawan balik dengan lebih ganas. Akibatnya paru paru menjadi tambah rusak parah. 

Di titik lain. Jika TBC tak diobati atau dibiarkan berlarut larut tanpa penanganan dari dokter. Seiring penambahan usia seseorang di masa lanjut. Keadaan TBC menjadi tambah parah merusak tubuh secara perlahan lahan.

Andaikata seseorang telah menjalankan pengobatan displin selama 6 bulan - 1 tahun. Dokter menyatakan telah sembuh total dari TBC. Itu pun tetap tak menjamin.  

Beberapa bulan kemudian setelah berhenti konsumsi obat. 

Seseorang dapat kambuh atau terinfeksi lagi, lagi, lagi, lagi dan lagi dari masukan tularan melalui ciprakan bersin atau batuk orang lain yang menjadi penderita TBC lainnya. 
 
TBC adalah penyakit berbahaya mengancam nyawa jika bermanifestasi menjadi TB-MDR. 

Pada beberapa dekade ke depan. Kasus TBC dipastikan dapat bertambah 5x lipat. Bertanggung jawab membebani APBN negara, merusak secara total jaring pengaman BPJS hingga menyebabkan kerugian serius yang belum dapat dicari solusinya, menghancurkan ekonomi dan menciptakan siklus kemiskinan yang menjerat banyak keluarga di seluruh dunia untuk tahapan pengobatannya. 

Masalahnya : 

Miliaran orang di Indonesia dan seluruh dunia tak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi TBC

Oleh sebab itu, mengapa pentingnya sebuah bentuk kerjasama edukasi pendidikan yang melibatkan aktor pemerintah terkait sebagai garda terdepan untuk menangani kasus berbahaya ini mengingat penanggan TBC membutuhkan banyak uang dan modal. 


Terima kasih. Semoga bermafaat ya. GBU.   

Related Post