Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pada tahun 2030 distribusi jaminan gaji bantuan sosial dari pemerintah mencakup tercover 65% populasi rakyat per bulan per orang di usia 21 tahun ke atas (bukan per keluarga) dan pengajuan kredit non produktif (bersifat konsumtif) menjadi hal lazim. Bansos 1 data terpadu terbukti mampu mempercepat akselerasi sebuah negara ke tahap revolusi industri generasi ke 5 sekaligus mengurangi dampak krisis keuangan ( 2022 )

Sebuah bangsa tak mampu hidup tanpa ada aktor pengendali utama yang menghimpun, mengayomi dan menjamin keadilan sosial dalam bermasyarakat dan bernegara. 

Pemerintah bersama para pejabat di partai politik berkuasa menjadi barisan terdepan untuk memikirkan segala macam sistem yang ada agar berfungsi dengan baik sesuai amanat undang undang.  

Jika para petinggi di jajaran politik salah sedikit saja dalam mengambil keputusan maka dapat terjadi berbagai macam rentetan bencana. Terutama krisis ekonomi.

Krisis ekonomi di sebuah negara, takkan terlalu berdampak kepada 35% kalangan atas dan menengah. 

Namun dampak krusial terjadi kepada kalangan masyarakat di level bawah yang mencapai 65% populasi di sebuah negara. 

Dimana ketika mereka sedang bangun tidur di pagi hari. Melihat isi saldo di ATM Bank kian hari kian menipis sehingga meningkatkan tekanan stress yang berlebihan. Menghabiskan uang Rp 1.000.000 juta rupiah seperti memegang uang Rp 100.000 ribu. Sebaliknya, mencari uang Rp 100.000 terasa sulit seperti mencari uang Rp 1.000.000 juta rupiah. 

Pemerintah adalah aktor utama dalam melakukan distribusi dan redistribusi kekayaan. Karena peranan ini tak dapat tergantikan selain dari pemerintahan itu sendiri. 

Pemerintah menghimpun pajak dari setiap warga. Mengumpulkannya setiap tahun tanpa pandang bulu, apakah dari orang kaya, orang miskin, orang pengangguran atau orang kalangan menengah. 

Krisis keuangan ekonomi yang mengakibatkan permasalahan kesenjangan sosial. Salah satunya diakibatkan karena penerimaan negara setiap tahun dari pajak dan hasil pendapatan lainnya tak menetes secara tepat sasaran kepada rakyat.

Tetesan aliran arus kas distribusi kekayaan negara. Kebanyakan saat ini arus uang dari pemerintah mengalir menetes pertama tama ke para pejabat berkantong tebal dalam berbagai macam proyek pembangunan infrastruktur untuk membuat dompet kantong mereka lebih tebal. 

Bahkan gaji para pejabat pensiunan negara setiap bulannya yang aktivitas hariannya berupa nonton Tiktok, Instagram dan main Facebook. 

Pejabat tanpa melakukan kerja apa apa. 

Mampu mengalahkan gaji para karyawan, buruh atau pekerja UKM yang bekerja keras dari jam 7 pagi - 9 malam setiap hari. 

Pada tahun 2030 distribusi jaminan gaji bantuan sosial dari pemerintah mencakup 65% rakyat per bulan per orang di usia 20 tahun ke atas. 

Foto : Ilustrasi gaji bansos tiap orang. Anda tak perlu melakukan apapun. Yang anda lakukan hanyalah menerima bansos saja dari pemerintah setiap bulannya untuk biaya kehidupan hingga 1 bulan ke depan.

Salah satu dari akar permasalahan ini adalah sistem aliran keuangannya yang rusak. 

Distribusi aliran dari penerimaan negara sepenuhnya timpang. 

Siapa sebenarnya yang membutuhkan uang gaji tiap bulan dari pemerintah. Padahal orang miskin juga membayar pajak setiap pergi berbelanja di Alfamart dan Indomaret.  

Memang benar, beberapa negara sudah menerapkan bantuan sosial (bansos) atau memberikan jaminan sosial kepada rakyatnya. 

Tetapi kontribusi pemerataannya belum mencapai 65% dari total angka populasi penduduk. 

Data belum terpadu ke 1 sistem dan bantuan masih menggunakan skema perkeluarga, bukan per individu. 

Youtube : Transfer bantuan gaji jaminan sosial bagi rakyat Indonesia. (gaji uang non-tunai. langsung masuk ke rekening ATM atau Internet Banking masing masing)

Seiring berjalan waktu. Pada tahun 2030 nanti. 

Jaminan gaji bantuan sosial per orang, per bulan menjadi hal yang lazim untuk diterapkan di berbagai negara. Di Indonesia di sebut sebagai KKS (kartu keluarga sejahtera). Namun cakupan covernya belum banyak.

Jumlah populasi yang diberikan gaji di tahun 2030 dapat mencapai hingga 65% populasi rakyat tiap masing masing negara kepada mereka berusia dewasa dari umur 20 tahun ke atas, usia lanjut 80 tahun hingga meninggal dunia (mentup mata).

Apakah gaji bantuan sosial tiap bulan membuat seseorang malas

Tentu ada pertanyaan menarik ketika seseorang di gaji oleh pemerintah setiap bulan tanpa harus ngapa ngapain, tugas mereka cuman main TikTok, main game, Instagram, nongkrong sama teman dan nonton Youtube aja setiap hari di rumah.

Apakah ini membuat orang itu menjadi malas. 

Jawabannya tentu tergantung dari kepribadian orang tersebut. 

Namun jika melihat data keuangan yang ada. Tiap negara pasti punya kemampuan masing masing dalam hal kondisi keuangan. Untuk memudahkan lihatlah data IHSG (index harga saham gabungan), besaran utang pemerintah, ketahanan pangan, kuantitas ekspor, dan lihat pula data Cadev (cadangan devisa sebuah negara). 

Semakin tinggi index harga saham gabungan pada sebuah negara dan apabila memiliki kapasitas cadev yang besar. Maka semakin besar pula gaji yang diterima oleh rakyatnya. 

Apabila IHSG lemah, BUMN lemah, rasio utang pemerintah besar, dan Cadev kecil dapat berakibat fatal pada keadaan ekonomi mayoritas masyrakatnya.

Akibatnya, jumlah besaran gaji bansos berbeda beda tiap negara. 

Jadi pertanyaan apakah gaji bantuan sosial membuat seseorang malas. 

Jawabnya ya tergantung. 

Namun satu hal yang pasti. Uang bansos yang diberikan oleh pemerintah secara cuma cuma (gratis tiap bulan) sebatas cukup untuk memenuhi biaya kehidupan sehari hari saja. seperti biaya makan, minum, bayar kontrakan, beli susu anak, sayur, ikan, telur, beras, ayam, tepung, migor, dan membeli berbagai macam peralatan kebutuhan penunjang hidup lainnya.

Bansos tak dapat menghapus kemiskinan secara total. Ini hanya mengurangi dampaknya saja. 

Pengajuan kredit non-produktif (bersifat konsumtif) menggunakan skema bantuan gaji sosial

Di tahun 2030 bentuk keuangan dengan penerapan gaji jaminan sosial dipastikan menggunakan perantara berupa Bank yang dimiliki oleh pemerintahan tiap masing masing negara. Di Indonesia seperti Bank BRI, Bank Syariah Indonesia, Bank BNI, Bank BTN dan Bank Mandiri. 

Bank bertindak sebagai penyalur distribusi ke masing masing rekening penerima jaminan sosial setiap bulannya. 

Disisi lain bertindak pula dalam hal pengajuan kredit. 

Dimana orang orang penerima bansos dapat mengajukan kredit (utang) kepada pihak bank.

Tujuan utama bukan lagi untuk memperbesar kapasitas usaha UKM atau sebagai modal bisnis. 

Melainkan bersifat konsumtif. 

Pada masa depan di tahun 2030. 

Kita segera melihat banyak orang orang meminjam utang (mengajukan kredit) ke bank dengan alasan seperti ini :

~ Saya mau pinjam kredit untuk beli sangkar burung berkicau.

~ Saya mau pinjam kredit untuk beli sandal

~ Saya mau pinjam kredit untuk beli mobil

~ Saya mau pinjam kredit untuk menginap hotel di Bali sambil lihat sunset

~ Saya mau pinjam kredit untuk beli baju

~ Saya mau pinjam kredit untuk traveling jalan jalan ke luar negeri.

~ Saya mau pinjam kredit untuk renovasi rumah

~ Saya mau pinjam kredit untuk beli iPhone

dll sebagainya...! 

Semua skema pengajuan kredit ini dikabulkan pihak Bank dengan strategi potong persentase dari gaji bansos tiap bulan sebagai jaminan sehingga memudahkan pihak bank melakukan validasi tanpa gagal dan tanpa kredit macet lagi yang selama ini menjadi problematika perbankan dalam hal pengambilan keputusan melalui teknik credit report scoring yang memberatkan, tak efektif dan terkadang kadang tak akurat.

Aliran redistribusi bansos selain baik bagi keberadaan bank dari sisi pengajuan kredit tanpa gagal. 

(Diperuntukkan bagi Bank milik negara, Bank swasta tak dapat menerapkan teknik kredit bansos seperti ini). 

Disisi lain bansos terbukti mampu meningkatkan laju pemercepatan pelaku usaha UKM menjadi lebih efektif, meningkatkan perputaran pajak, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mempercepat sistem pemerintahan untuk berakselerasi ke level revolusi generasi selanjutnya.

Bansos mampu menggantikan peranan sistem jaminan kehidupan menjadi lebih efektif. Seperti menutup birokrasi BPJS ketenagakerjaan yang boros biaya.

Bansos atau gaji jaminan sosial dengan cara mengcover 65% populasi penduduk adalah langkah awal penerapan menuju sebuah bangsa ke era generasi revolusi industri ke 5 berbasis robotika, bigdata, AI, machine learning, sistem digital dan algoritma otomatis. 

Youtube : gaji bantuan sosial

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.