Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemanfaatan model circular flow diagram economy ke sistem pajak pemerintah yang terdistribusi kepada 50% APBN untuk perlindungan sosial bansos Indonesia yang terhubung ke industri revolusi ke 5 ( 2022 )

Di dalam ilmu pengetahuan hukum alam. Ada yang disebut sebagai model ekonomi sirkular atau dalam bahasa Inggris di sebut sebagai circular flow diagram economy

Dimana, hal ini menjadi lawan tanding dari ekonomi pararel penyebab utama dari gangguan lingkungan yang menghasilkan bencana alam. Seperti banjir, diare dan terserangnya banyak penduduk akibat  penyakit kanker dari zat karsinogenik.

Sesuai dengan namanya, economi sirkular ( economy circular ) berbentuk melingkar. Bahwa di alam ini segala sesuatu saling terkait satu sama lain, dimana terjadi pertukaran arus berbentuk lingkaran yang saling menguntungkan.

Sebagai contoh : ayam makan jagung, buah dari jagung memberikan energi bagi ayam sebagai pertumbuhan massa daging, kemudian ayam mengeluarkan kotoran sebagai pupuk yang diserap kembali oleh tanaman. Begitu seterusnya siklus ini berputar putar. 

Hal yang sama terjadi kepada manusia. Contoh seperti kita membeli televisi sebagai kebutuhan mencari tontonan hiburan entertainment dari media, setelah 10 tahun masa pakai, televisi menjadi rusak, lalu di beli oleh pemulung untuk didaur ulang. Di pabrik pengelolaan, komponen elektronik televisi di daur ulang kembali, sehingga terjadilah circular flow economy. 

Hukum alam telah menerapkan proses model economy circular untuk lingkungan, produk barang dan komoditas. Sehingga ini sudah terjadi keberlanjutan selama ribuan tahun. 

Namun, penerapan dan pemanfaatan model circular flow economy belum terjadi secara menyeluruh bagi kehidupan manusia di abad modern.

Pada abad ke 15. Tepatnya di tahun 1516. Dalam utopia masa lalu, seorang bernama Thomas more mengusulkan universal basic income (UBI). 

Tetapi hingga detik ini, kebijakan gabungan antara sistem keuangan sosial politik dan UBI mustahil dapat diterapkan, karena terdapat kecacatan matematika pada model ini.  

Banyak negara mencoba mengusulkan program UBI dari zaman dulu hingga saat ini. Bahkan orang terpandang seperti Elon Musk, Bill gates dan Mark zuckerberg mendukung universal basic income.

Realita kenyataan dilapangan menunjjukkan bahwa model UBI tak dapat diterapkan di bumi. 

Sebelum membahas hal lebih lanjut tentang economy sirkular, kita dapat memahami terlebih dahulu. Bahwa ada 3 yang berperan aktif untuk menunjang kehidupan banyak orang. Yaitu :

1]. Produsen

2]. Pemerintah

3]. Orang orang banyak ( konsumen ). 

Produsen bertindak sebagai pihak yang menjadi manufaktur, memproses, memproduksi, mencetak, menyediakan, dll. Produk utama terdiri dari barang dan layanan jasa. Produsen pada umumnya berbentuk sebuah perusahaan, UKM, petani, peternak, organisasi, kelompok, dll.  

Produsen adalah awal dari pemenuhan kehidupan manusia. Karena produsen menyediakan pasokan.

Pasokan yang disediakan oleh pihak produsen. Lalu dibeli dan dikonsumsi dari permintaan orang orang banyak.

Untuk mencapai hal ini, orang orang banyak haruslah memiliki uang agar dapat membeli barang dan jasa dari pihak produsen tersebut. 

Pemerintah menjadi pihak tengah sebagai perantara untuk mendistribusikan uang dari APBN secara adil menggunakan sistem perpajakan.

Pemerintah adalah aktor utama satu satunya yang tak dapat tergantikan selaku pengatur, regulator, wasit, distributor, operator dan penyeimbang ekonomi circular. 

Pemerintah dapat pula bertindak sebagai produsen jika dibutuhkan apabila pihak perusahaan swasta mengambil keuntungan sebanyak banyaknya yang merugikan rakyat. Pemerintah mendirikan BUMN dan mampu pula bertindak sebagai pendistribusian aliran uang kepada rakyat secara merata dengan pola ekonomi melingkar. Pemerintah dapat pula memberlakukan pajak progressif untuk orang kaya agar menjamin keberlanjutan sistem melingkar berjalan semana mestinya.   

Pemanfaatan model circular flow diagram economy untuk rakyat Indonesia. 

Seperti pembahasan diatas, UBI telah gagal. Sampai kapanpun, program UBI yang didukung oleh Elon Musk, Bill gates dan Mark Zuckerberg merupakan model yang mengalami permasalahan error dan mengalami kecacatan.  

Sebagai gantinya yaitu menerapkan sistem pemerintahan yang mendukung diagram ekonomi melingkar.

Ini dapat berbentuk seperti program perlindungan sosial atau bansos. Dimana pemerintah melalui presiden memberikan gaji berupa uang setiap bulan atau per minggu kepada rakyat secara cuma cuma per individu ke rekening Bank masing masing tiap orang. 

Dengan syarat pemberiaan untuk orang orang di usia 20 tahun ke atas saja.

Sedangkan kepada anak kecil antara umur 1 - 19 tahun tak diberikan bansos. [ Kecuali untuk anak yatim piatu ]. 

Pemerintah dapat menindaklanjuti alokasi anggaran dengan menyediakan hingga 50% APBN pertahun untuk bansos. Ya, anda ngga salah baca, lima puluh persen dari anggaran pendapatan belanja negara dapat dialokasikan ke program bansos. 

Teknologi website super app dibutuhkan untuk manajemen data yang lebih baik tanpa harus mengumpulkan bigdata dalam skala besar, menutup semua jenis subsidi untuk dihapus kemudian alihkan sepenuhnya ke bansos sebagai bantalan sosial bagi golongan rakyat miskin extrem dan miskin biasa yang berjumlah sekitar kira kira 65% dari penduduk Indonesia. 

Bank BUMN diikutsertakan dalam penyelenggaraan, langkah lain berupa mempercepat penggabungan KTP & NPWP ke 1 identitas untuk mempermudah pendataan tanpa pemborosan data seperti dulu kala.

Selama ini di Indonesia dan hampir di seluruh penjuru dunia masih menerapkan ekonomi pararel.

Dimana aliran pendistribusian keuangan APBN, pertama tama banyak jatuh mengalir ke dompet para pejabat kleptokrasi terlebih dahulu yang bersifat ekonomi pararel. 

Sedangkan rakyat dikalangan bawah dibiarkan terlantung lantung begitu saja untuk mengambil sisa sisa remahan uang dari kalangan atas piramida. Padahal, orang orang miskin di Indonesia juga bayar pajak. 

Di hukum alam. Ekonomi pararel menghasilkan bencana kerusakan lingkungan dan wabah penyakit. Sedangkan ekonomi circular menghasilkan keberlanjutan dan kehidupan. 

Dari fenomena prinsip hukum alam dapat dipelajari bahwa ini juga dapat bertindak sama persis kepada sistem pemerintahan.

Jika sistem ekonomi makro menggunakan pola melingkar diterapkan, maka jumlah kemiskinan terstruktur dapat dikurangi sedikit. Bukan berarti menghapus total kemiskinan. Karena kemiskinan tak dapat dihapuskan dari muka bumi ini. Setidaknya, circular flow economy mampu sedikit membantu meringkan jumlah beban.

Masih ada banyak faktor yang harus dibahas agar sistem pemerintahan menuju ke jalan yang lebih baik dan mempercepat tahapan perubahan industri memasuki abad dari generasi ke 4 menuju generasi ke 5 yang dipenuhi oleh kecerdasan buatan AI, otomatisasi mesin, robotika, machine learning, komputer quantum dan DL (deep learning).

Langkah pertama yang diterapkan adalah mendistribusikan 50% anggaran APBN pertahun untuk alokasi perlindungan sosial. 

Tetapi pejabat dipastikan berusaha mengganggu dan merusak skema ini. 

Kebijakan politik dan keinginan partai perpolitikan merupakan penghalang utama yang menghambat model circular flow diagram sistem ekonomi yang lebih baik untuk rakyat Indonesia dan seluruh dunia.

Pada intinya. para pejabat tak mau rakyat miskin diberikan uang gratis dari pemerintah. Jikapun mau, itu tak sampai antara 15% -  20% dari anggaran APBN.   

Disisi lain, pejabat politik ingin mengkorupsi uang APBN sebanyak banyaknya agar dapat masuk ke dompet kantong mereka dengan berbagai macam dalih pekerjaan proyek infrastruktur.

Satu satunya solusi : 

Dibutuhkan sosok presiden tunggal yang tegas dalam memerintahkan dan penerapan circular economy untuk kepentingan rakyat orang banyak ketimbang hanya untuk keinginan para pejabat kleptokrasi. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.