Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Amerika Serikat dan Slovenia (EU) beli mortal dan rudal anti tank buatan Israel senilai total $ 55 juta dolar atau Rp 797 miliar rupiah ( 2022 )

Perusahaan teknologi Elbit System dan Rafael advanced defense system yang berkantor pusat di Israel.

Pada waktu bersamaan di September 2022.

Mengumumkan pencapaian terhadap penjualan produk senjata kepada mitra pelanggan luar negeri. 


Slovenia (EU) membeli 50 unit rudal spike senilai 6,6 juta dolar atau Rp 95 miliar rupiah

Kementerian pertahanan Slovenia (EU) sejak lama sudah menjadi pelanggan senjata dari Israel dengan membeli rudal pembunuh anti tank sebanyak 100 unit. 

Invasi Rusia ke Ukraina membuat pemerintah Slovenia yang merupakan bagian dari anggota EU harus berhati hati dan mempersiapkan diri dalam persediaan rudal demi memastikan keamanan negara agar sesuatu hal yang buruk tak terjadi kepada rakyatnya di masa depan. 

Jenis rudal yang dibeli berasal dari tipe spike LR2. 

Spike LR2 adalah rudal anti tank yang mampu memanggang tank lawan dari jarak 5 km. 

Spike LR2 diciptakan oleh perusahaan teknologi BUMN Rafael Advanced Defense System asal Israel. 

Slovenia membeli sebanyak 50 unit rudal spike dengan harga $ 6,6 juta dolar atau sekitar Rp 95 miliar rupiah. 

Tentara Slovenia menggunakan rudal spike untuk ditembakkan dari atas atap mobil kendaraan tempur atau dibawa oleh seorang infanteri pejalan kaki.  


Cara kerja spike mengandalkan kemampuan TV elektro optik (EO/IR), video kamera dan pencitraan thermal. 

Pada dasarnya ada pengintai yang berada di depan membidik dan mengunci target tank musuh terlebih dahulu. 

Ketika dibidik, data lintasan diproses dalam hitungan dari jarak pembidik ke operator ke target. 

Di jarak jauh operator rudal tinggal memencet tombol perintah tembak setelah menerima tautan data dari pengintai tersebut. Lalu, rudal meluncur ke arah target musuh dari jarak jauh untuk menghancurkannya.

Operator dilengkapi layar monitor kecil mirip seperti tablet untuk melihat apa yang dilihat oleh kamera spike saat peluncuran atau untuk memastikan apakah rudal mengenai sasaran secara akurat dari jarak jauh. 

Rudal Spike buatan Israel tak membutuhkan teknologi navigasi GPS (global positioning system).

Tautan data RF secara real time di sistem teknologi Spike mampu mengkalkulasi dan menghitung secara otomatis untuk mengontrol sudut, azimut dan lintasan penerbangan ke arah target disesuaikan dengan EO/IR. Jika dibutuhkan, tentara bahkan dapat membatalkan serangan sekalipun rudal telah ditembakkan, hanya melalui satu kali sentuhan pencet tombol.   

Rudal spike juga memiliki kemampuan cahaya inframerah, pencari CCD seeker dan teknologi scene matching.

Amerika Serikat membeli mortal Israel senilai $ 49 juta dolar

Foto : Tentara AS menggunakan senjata buatan Israel

Perusahaan teknologi militer Elbit System asal Israel mengumumkan telah menerima kontak pembelian senjata dari Amerika Serikat dalam pengadaan mortir dengan jarak tembak 7 km.

Kemenangan pembeliaan ini tak mudah didapat, karena harus diadu untuk bersaing secara kompetitif dengan perusahaan teknologi militer asal Amerika Serikat lainnya dan melewati berbagai macam syarat aturan.

Ketika ancaman perang modern terus bertambah buruk dengan kemampuan musuh yang semakin handal. Maka, Amerika Serikat harus merespons musuh dengan senjata yang juga handal. Senjata harus memenuhi kekuatan yang ditingkatkan, memberikan kemampuan gempuran yang baik, efektif menekan musuh, akurasi yang handal, respon waktu yang cepat dan mengurangi berbagai macam problem masalah di medan pertempuran.

Raanan horowitz dari Elbit System mengatakan : 

Saya merasa terhormat angkatan darat Amerika Serikat terus menghargai solusi yang kami berikan untuk tentara Amerika Serikat. Kami menantikan kemitraan berikutnya secara berkelanjutan. Sahutnya. 

Pemerintah AS membeli mortal K6 senilai $ 49 juta dolar atau sekitar Rp 710 miliar rupiah. 

Jika tak ada aral melintang, mortal K6 selesai diproduksi untuk diberikan kepada tentara AS pada tahun 2024.

Sebagai informasi. Sebelumnya, pemerintah AS sudah membeli sebanyak 1.000 unit mortal K6. Ini merupakan tambahan pesanan untuk meningkatkan jumlah unit senjata. 

Selain K6, Israel turut menghadirkan produk mortal spear dengan jarak tembak 10 km. 

Beberapa produk senjata lainnya terdiri dari artileri Athos dan Atmos dengan jarak tembak 40 km. 


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.