Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Israel pimpin #1 internet WIFI paling murah sedunia, 1 GB harga Rp 750 rupiah ( 2022 )

Internet di Israel telah muncul sejak tahun 1984.

Pada awalnya dianggap sebagai kebutuhan mewah untuk mendapatkan informasi berita, bisnis dan keperluaan lainnya. Termasuk militer. 

Namun di abad modern ini, internet di Israel telah berubah 360 derajat menjadi hal biasa biasa saja.

Shiffman dari Israel mengatakan : 

Internet saat ini bukanlah barang mewah, tetapi utilitas. Kami membutuhkannya sama seperti kami membutuhkan listrik, gas dan air. Sahutnya. 

Tanpa internet, hidup serasa hampa. 

Tanpa internet, hidup serasa belum makan. 

Menurut laporan The Economist. Israel merupakan bangsa maju di bidang internet. Jangkauan internet miliknya sudah menyebar luas dari seluruh kota yang ada di Israel hingga ke pelosok desa telah menggunakan internet dengan penetrasi mencapai 95% populasi masyarakat. Hal ini masuk akal, mengingat luas wilayah Israel dianggap kecil tanpa halangan geografis berarti. 

Tetapi bukan tentang kemajuan penyebaran internet itu yang dibahas. Melainkan dari segi teknologinya.

Orang orang Israel adalah pencipta teknologi yang memelopori di banyak bidang industri internet.

Sebut saja, teknologi WiMax, Itu diciptakan pertama kali di Israel, teknologi VoIP itu dciptakan pertama kali di Israel, teknologi TDMoIP itu diciptakan pertama kali di Israel, teknologi Mellanox super computer itu diciptakan pertama kali di Israel dan banyak lagi. 

Israel turut pula meraih posisi peringkat #8 pusat server data center internet terbesar di dunia. Walaupun negara ini berukuran kecil.

Israel pimpin #1 teknologi paket internet WIFI paling murah di dunia, 1 GB harga Rp 750 rupiah ( 2022 )

Dari segi kecepatan. Internet Israel memang bukanlah yang tercepat di dunia. 

Bangsa para sultan orang orang kaya dari Uni Emirat Arab (UEA) memimpin sebagai pemimpin #1 internet berkecepatan tertinggi di dunia, lalu disusul oleh Korea Selatan dengan kecepatan masing masing 238 Mbps (untuk UEA) dan 202 Mbps (untuk Korsel).

Dari faktor harga internet. Israel memimpin #1 di dunia dengan paket internet seluler dan Wifi paling murah sedunia. Harga rata rata 1 GB hanya Rp 750 perak ( $ 0,05 ). ( Berlaku untuk 1 minggu ). Sedangkan untuk jangka waktu 1 GB per 1 hari berharga lebih murah lagi yaitu $ 0.02 atau sekitar Rp 300 rupiah. 

Rakyat Israel menikmati harga paket internet paling murah di dunia. Dengan cakupan jaringan 4G dan 5G yang luas. Ini kemudian disusul oleh Italia (Uni Eropa) pada posisi nomor #2 dan Rusia posisi #3. 

NB : Data di ambil, sebelum perang Ukraina VS Rusia pecah. 

Italia dapat saja terlempar dari posisi peringkat untuk beberapa waktu ke depan. 

Sebagai perbandingan. 

Harga paket internet di Amerika Serikat untuk 1 GB per 1 hari berharga Rp 23.000 ribu rupiah. 

Harga paket internet di Indonesia dari provider Telkomsel untuk 1 GB (berlaku 1 GB 1 hari berharga Rp 5.000 ribu rupiah. Indonesia termasuk salah satu yang memiliki paket internet mobile murah di dunia. 

Jadi, mengapa harga internet di Israel dapat murah dibandingkan banyak negara lainnya : 

Beberapa penyebab yaitu adanya inovasi teknologi di bidang industri internet dan keterkaitan antara biaya energi listrik murah terukur secara matang per Kwh, mengingat Israel juga merupakan pengekspor energi gas global.

Provider penyedia jasa layanan internet Israel hanya dikuasai oleh 2 pemain duopoli. 

Industri internet Israel hanya dikendalikan oleh 2 perusahaan saja. Tak ada perusahaan lain. 

Ini hanya diduopoli oleh Bezeq dan Hot telecommunicatin system.

Bezeq memiliki 15.000 karyawan dan Hot telecommunication system memiliki 3.000 karyawan. 

Pada awalnya, Bezeq dan Hot adalah perusahaan BUMN milik pemerintah Zionis Israel. Tetapi sejak tahun 2005 sudah dijual kepada pihak perusahaan swasta, namun pemerintah Israel masih memegang 30% sahamnya hingga detik ini. 

Bezeq dan Hot, walaupun telah berubah menjadi perusahaan publik swasta. Namun sistem birokrasi kedua perusahaan ini tetap berada di bawah kendali kementerian komunikasi Israel. 

Pada tahun 2022. Kecepatan internet di Israel rata rata sebesar 100 Mbps. 

Ada beberapa alasan mengapa Israel menolak memiliki kecepatan internet yang terlalu cepat, seperti yang dijabarkan oleh pejabat kementerian komunikasi. Israel tak mau ikut ikutan seperti yang dilakukan Korea Selatan dan negara lainnya yang hendak berlomba lomba memiliki kecepatan setinggi tingginya. 

Pertama, perlu diketahui. Meluncurkan jaringan internet dengan mengaktifkan kecepatan super cepat itu membutuhkan daya dongkrak infrastruktur yang jauh lebih mahal. Siapkah pelanggan membeli paket yang mahal. Lebih berharga memiliki kecepatan internet seadanya saja dengan harga murah dengan didukung oleh kecepatan yang sudah cukup optimal untuk proses download, menonton, browsing, gaming dan mengirim transmisi sinyal ke benda elektronik, seperti robot industri, IoT, smart kamera, lemari es, televisi, mobil otonom, dll. 

Di Israel, kecepatan internet bukan menjadi prioritas utama. 

Tetapi tetap dibutuhkan kestabilan dengan kecepatan daya tinggi yang tentu saja kelak lebih cepat dari 4G. Oleh sebab itu, jaringan generasi ke 5G sedang di sebar luas guna menjanjikan kestabilan koneksi tanpa terputus putus untuk mengarahkan layanan internet yang lebih baik untuk transmisi ke elektronik secara massal. Terutama penggunaan mobil tanpa awak. Ini juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Paket internet WIFI dengan biaya paling murah di dunia dengan kecepatan yang terukur secara bisnis, mampu memiliki efek positif rasa aman pada ekonomi Israel. 

Tanpa harga paket internet paling murah dan sering terjadi lola (loding lambat putus putus), maka seluruh ekosistem ekonomi di Israel dapat terpukul dengan melonjaknya angka kemiskinan rakyat yang meningkat. 

Kecepatan internet tetap dibutuhkan, namun sewajarnya saja tak boleh berlebihan. Paling penting adalah harga paket paling murah di dunia. Itulah yang diterapkan oleh Bezeq dan Hot dalam menata aturan kebijakan revolusi internet di Israel. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.