Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alphabet ( induk Google, Youtube, Android, dll ) mulai pindah cabang markas di Israel dengan rekrut 2.000 karyawan dan membuka server cloud database pertama ( 2022 )

Alphabet inc, sebuah perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat yang didirikan oleh 2 sosok founder Yahudi, Sergei brin dan Larry page. Induk dari mesin pencari Google, Youtube, Android, Waymo, Pixel, Calico, Nestlabs, Deepmind, Waze, Fiber dll. 

Menurut laporan dari perusahaan real estate Amot. Itu membicarakan tentang perjanjian sewa gedung di Israel. 

Tetapi pihak Alphabet menolak mempublikasikan kepada publik internasional. 

Foto : Penampakan gedung Toha setinggi 77 lantai di Israel

Tim dari pihak Amot mengklaim perusahaan Alphabet menyewa tempat kantor di gedung Totzeret Haaretz atau disingkat Toha dengan perjanjian hingga 10 tahun ke depan dengan menyewa biaya sewa sebesar $ 30 juta dolar per tahun ( sekitar Rp 465 miliar pertahun ). 

Gedung Toha memilii 77 lantai, terletak di kota Tel Aviv, Israel.  

Perusahaan Alphabet dilaporkan menyewa sebanyak 25 tingkatan lantai di gedung Toha. Itu dijadikan sebagai tempat ruang perkantoran, berkumpulnya para karyawan, tempat penyimpanan beberapa server komputer database penting milik Alphabet, ruang kantin kantor, tempat tidur sementara bagi karyawan, tempat bermain, dll sebagainya. 

Selain Alphabet.inc. Di gedung Toha terdapat pula perusahaan teknologi milik Israel lain yang menyewa pada lokasi tempat yang sama.

Pada tahun 2022. Total jumlah karyawan Alphabet di Israel mencapai 2.000 orang. Beberapa diantara mereka tesebar di pusat cloud server data center. 

Jumlah karyawan Alphabet di Israel tak hanya berhenti sampai disini saja. Tiap tahun meningkat berkali kali lipat. Pada tahun mendatang bermaksud untuk terus menerus meningkatkan tenaga kerja lokal di Israel secara signifikan. 

Menurut survei yang diterbitkan oleh Globes untuk pemberi kerja terbaik di Israel. 

Perusahaan Alphabet menempati posisi #1 sebagai tempat idaman bagi para pekerja di Israel. Lalu disusul oleh Intel. Sebuah perusahaan teknologi chip yang juga bercokol dan memiliki cabang markas di Israel dengan memperkerjakan 15.000 karyawan. 

Selain Intel & Alphabet. Terdapat pula cabang markas Microsoft yang memperkerjakan 2.300 orang di Israel yang bekerja di bidang R&D, cyber security, AI, big data dan teknologi kesehatan. Pemegang terbesar #1 untuk kategori perorangan individu di perusahaan Microsoft. Sahamnya 4% dikuasai oleh sosok orang Yahudi bernama Steven Ballmer. Lalu disusul oleh orang ke 2 asal Amerika Serikat bernama Bill Gates yang memegang 1% saham Microsoft. 

Membuka server cloud database pertama.

Foto : Server Alphabet

Tak hanya menyewa kantor baru di gedung Toha. Perusahaan Alphabet juga mengklaim telah membuka pusat server data center di Israel untuk pertama kalinya. 

Boas maoz mengatakan : 

Hari ini kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Google cloud di Israel telah dibuka. Kami merayakan peluncurannya di acara Tel Aviv pada tanggal 9 November. Google cloud di Tel Aviv (me-west1) segera bergabung dengan jaringan cloud yang ada di seluruh dunia dari semua jenis ukuran dan lintas batas industri. Kini cloud Israel menjadi bagian jaringan Google cloud yang membantu industri lokal terhubung dengan pelanggan di seluruh dunia serta membantu mendorong inovasi dan transformasi digital pada setiap sektor ekonomi. Sahutnya. 

Ori goshen mengatakan :

Dengan Google cloud, kami mengubah cara jutaan orang membaca dan menulis melalui penyajian model bahasa besar di atas platform GPU tercanggih yang menawarkan kinerja, ketersediaan dan elastisitas yang tak tertandingi. Sahutnya. 

Pembangunan cloud Google di Israel telah berdasarkan perjanjian dengan kementerian pertahanan Israel, semua skenario telah dipertimbangkan dengan matang. Memungkinkan untuk mentransfer dan membentuk layanan pusat data cloud secara lokal dengan semua data diamankan dalam pedoman keamanan yang ketat dan berada di bawah hukum Israel. Semua karyawan Alphabet yang hendak ingin setiap masuk rutin ke datacenter harus melewati koridor izin keamanan IDF ( Israel Defense Forces ).

Google cloud di Israel juga dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas bisnis dan mendorong pemproses analisis data besar ( big data ). 

Datacenter Google cloud di Israel tak hanya di Tel Aviv, tetapi menyebar ke kota lainnya seperti Haifa, dll. Seperti yang diungkap pada laporan di atas, diharapkan jumlah karyawan Alphabet di Israel dapat meningkat pada masa depan dari 2.000 saat artikel ini ditulis menjadi 21.000 pekerja. Terutama di bidang cloud. 

Pada tahun 2022. Jumlah server milik Alphabet melalui Google Cloud belum diketahui ada berapa unit jumlahnya karena memang sengaja dirahasiakan. Menurut gartner, pada tahun 2016 itu mencapai 2.500.000 unit server komputer yang tersebar di berbagai negara yang sengaja diekspos, namun beberapa lokasi datacenter yang lain di rahasiakan demi keamanan. 

Semua pusat datacenter Alphabet bekerja 24 jam setiap hari tanpa hari libur nonstop. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.